Jimat Warisan

Jimat Warisan
Siasat Lutfhi


__ADS_3

Orang-orang terlihat begitu asyik bermain kartu di pos ronda. Mereka yang kebanyakan pengangguran, menghabiskan hari-hari mereka dengan bermain kartu.


Namun tak hanya anak muda saja yang berada di pos ronda tersebut. Misna yang masih belum bisa menerima kepergian anaknya, masih cukup bersedih. Sehingga sebagai hiburan, Misna datang ke pos ronda untuk menenangkan diri.


Melihat banyak orang yang berada di pos ronda, Lutfhi dengan pakaian serba mewah. Mendatangi pos ronda dengan penuh percaya diri. Dia juga membawa beberapa bungkus rokok yang akan dia berikan pada beberapa pemuda yang tentunya tidak memiliki cukup uang untuk membeli rokok dan makanan untuk menemani mereka bermain kartu.

__ADS_1


Kedatangan dari Lutfhi di sambut cukup meriah, seorang pemuda bernama Usman yang pernah di berikan uang oleh Lutfhi. Langsung memanggil Lutfhi dengan sebutan bos. Usman yang terlihat berusaha menjilat seorang Lutfhi, terus memuji yang tampak begitu berwibawa dengan pakaian mahal yang di kenakan olehnya tersebut.


Lutfhi tersenyum dengan penuh kesombongan saat Usman terus memujinya. Lutfhi pun mulai membagikan beberapa bungkus rokok yang di bawanya. Para pemuda yang sudah asam ingin merokok, langsung menerima rokok yang di bagikan oleh Lutfhi. Mereka berebut untuk mendapatkan sebungkus rokok yang di berikan oleh Lutfhi.


Misna yang ada di pos ronda, sama sekali tidak tertarik dengan rokok yang di berikan oleh Lutfhi. Dia masih terlihat bersedih akan kepergian Adi. Kepergian anaknya yang menurut Misna terlalu cepat.

__ADS_1


Lutfhi tetaplah Lutfhi yang memiliki pesona lainnya. Dia mengatakan hal yang langsung membuat seorang Misna terkejut. Lutfhi dengan lantang mengatakan jika Firman adalah di balik kematian dari seorang Adi. Bahkan Lutfhi mengatakan jika kematian dari Dena dan Deni juga di sebabkan oleh Firman. Firman menjadikan Adi serta Dena dan Deni sebagai tumbal dari pesugihan yang di lakukan olehnya.


Mendengar semua yang di katakan oleh Lutfhi. Misna langsung terlihat begitu marah pada seorang Firman. Dia pun siap membalas kematian dari Adi pada kedua anak Firman. Mengingat apa yang di lakukan oleh Firman adalah tindakan yang begitu kejam pada anaknya. Sehingga Misna harus membalas perbuatan Firman pada anaknya juga.


Misna dengan wajah begitu marah, siap mendatangi rumah Darwis. Di mana kedua anak Firman berada di sana. Itu yang akan membuat seorang Misna melampiaskan segala kemarahannya atas kematian Adi. Misna harus bisa membalas semua perbuatan dari Firman pada anaknya juga.

__ADS_1


Misna mulai meninggalkan pos ronda dengan langkah yang begitu cepat. Tangan kanannya di kepal dengan begitu kuatnya. Mungkin ini adalah gambaran dari kemarahan seorang Misna pada seorang Firman. Hingga itu akan menjadi balas dendam yang sempurna bagi seorang Misna pada Firman.


Melihat Misna marah dengan begitu besarnya. Lutfhi tertawa bahagia, dia merasa telah menjalankan tugasnya dengan baik. Firman akan semakin menderita dengan ujian yang datang pada dirinya tersebut. Lutfhi menganggap itu hal yang wajar terjadi pada seorang Firman. Sebab Firman sendiri yang telah membuat Lutfhi marah dengan tindakan yang di lakukan oleh Firman selama ini.


__ADS_2