
Sukses mengganti salah satu bumbu penting di resep bakso milik Kosim dengan obat pencahar. Kini Lutfhi dan Tini, mulai membuat rencana lain yang bisa membuat bakso dari Kosim semakin sepi.
Tini dan Lutfhi turut memproduksi bakso sama seperti yang di lakukan oleh Kosim. Memperkerjakan beberapa orang tetangga di dekat rumahnya. Lutfhi membuat bakso murah yang akan memukul usaha dari seorang Kosim.
Untuk menekan biaya produksi, Lutfhi sengaja menggunakan daging babi hutan atau celeng sebagai bahan utama pembuatan bakso. Dengan bahan utama itu, Lutfhi bisa menghemat banyak biaya dalam pembuatan bakso tersebut. Lutfhi juga menggunakan bahan-bahan yang tidak berkualitas. Hingga Lutfhi membuat bakso itu dengan biaya yang begitu murah. Sesuai dengan bakso Lutfhi nantinya yang akan di jual di bawah harga pasar. Dengan harga yang murah itu, seluruh pelanggan Kosim pun akan lari ke bakso yang di buat oleh Lutfhi.
__ADS_1
Bantuan dari Genderuwo seorang Lutfhi, juga akan membuat Lutfhi semakin yakin bakso buatan dari produksi dirinya akan menang melawan bakso produksi dari Kosim. Apalagi bakso dari Kosim akan membuat mereka yang makan terkena diare. Dengan obat pencahar yang telah di campur oleh Lutfhi pada bahan dasar pembuatan bakso.
Lutfhi dan Tini pun begitu bersemangat untuk membuat bakso murah itu. Walaupun ada salah satu tetangga dari Lutfhi yang menyadari bakso yang di buat oleh Lutfhi itu menggunakan bahan yang tidak berkualitas. Namun mulut tetangga Lutfhi itu langsung di bungkam Lutfhi. Dia meminta tetangganya itu untuk tidak banyak bicara, sebab Lutfhi sudah membayar dirinya. Hingga tetangga Lutfhi itu hanya fokus dalam pembuatan bakso.
Lutfhi dan Tini pun memperkerjakan tetangganya itu dengan bekerja di jam kerja yang berlebih. Hingga Tini dan Lutfhi tidak memberikan jam istirahat pada mereka yang bekerja. Hingga banyak keluhan dari mereka yang bekerja dengan sistem yang di buat oleh Lutfhi dan Tini. Hingga Lutfhi dan Tini di kenal sebagai bos yang otoriter.
__ADS_1
Uang menjadi sebuah kebutuhan tersendiri bagi mereka yang bekerja di bawah tekanan Tini dan Lutfhi. Mereka semua tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh Tini dana Lutfhi. Mereka hanya bisa berpasrah diri dengan apa yang di perintahkan oleh Tini dan Lutfhi. Sekalipun yang di perintahkan oleh Tini dan Lutfhi di luar nalar. Tapi mereka hanya mengikuti apa yang Lutfhi dan Tini perintah saja.
Lutfhi dan Tini sudah siap menyambut kebangkrutan dari seorang Kosim. Dia siap mengabarkan bakso yang mulai di produksi oleh dirinya pada seluruh kampung. Hingga siap menjamah pelanggan setia dari Kosim yang berada di kampung lainnya. Tini dan Lutfhi begitu bahagia dengan apa yang mereka lakukan. Menciptakan kebangkrutan bagi seorang Kosim yang di anggap angkuh dengan penolakan dari dirinya pada Lutfhi.
Mungkin hanya menghitung hari bagi Kosim untuk memohon pada Lutfhi untuk membeli lahan miliknya tersebut. Sebab Kosim akan mengganti rugi pada setiap pelanggannya yang terserang diare, akibat obat pencahar yang di masukan oleh Lutfhi pada bahan dasar bakso milik Kosim.
__ADS_1