
Firman menendang pintu rumah ibunya dengan begitu kerasnya. Itu cara Firman dalam melampiaskan semua kekesalannya pada seorang Tini dan juga Lutfhi pastinya. Dia begitu kesal dengan sikap arogan yang di tunjukkan oleh Tini dan Lutfhi. Sehingga Firman begitu sangat marah pada pasangan suami-istri tersebut.
Istri Firman yang telah kembali tampil cantik, menghampiri Firman yang duduk di teras rumah mertuanya. Firman terus mengumpat dengan kata-kata kasar. Mungkin kata umpatan itu untuk melampiaskan kekesalan dari seorang Firman pada Lutfhi dan Tini yang di anggap olehnya telah begitu bersalah. Hingga Firman layak untuk mengumpat pada seorang Tini dan Lutfhi.
Istri Firman itu duduk di samping Firman. Dia menawarkan segelas minuman pada seorang Firman. Tapi langsung di tolak Firman dengan mentah-mentah. Dia sama sekali tidak haus, tapi dia hanya perlu meluapkan kekesalannya. Namun Firman tidak tahu cara terbaik untuk meluapkan kekesalannya pada Lutfhi dan Tini. Hingga Firman begitu bingung untuk melampiaskan semua rasa kesalnya pada Lutfhi dan Tini.
__ADS_1
Istri Firman itu pun mulai memanfaatkan kekesalan dari Firman dengan sebuah hasutan pada Firman. Hasutan yang akan membuat seorang Firman melakukan santet pada seorang Tini.
"Aku pikir kamu sudah seharusnya melakukan tindakan yang keras pada mereka berdua." ucap istri Firman dengan begitu manis.
"Tindakan apa maksud kamu?" tanya Firman dengan wajah bingung.
__ADS_1
Firman pun mulai terpikirkan hal tersebut. Dia mulai berpikir untuk melakukan santet pada seorang Tini. Apalagi Tini telah mengatakan hal kasar pada Firman. Mungkin itu bisa di lakukan oleh Firman pada Tini atau Lutfhi. Firman harus melakukan itu sebagai dendamnya.
Tapi apa mungkin dia tega melakukan itu pada adiknya sendiri. Ikatan keluarga yang ada di antara keduanya tak dapat di pisahkan begitu saja. Sehingga Firman harus berpikir ulang dalam melakukan tindakan santet yang akan di lakukan pada Tini tersebut. Firman ingin melihat Tini menderita, tapi Firman tidak tahu cara terbaik yang harus di lakukan untuk melihat adiknya itu dapat menanggung resiko atas apa yang telah di lakukan olehnya. Apa mungkin Firman akan mengirimkan santet pada Tini. Dia masih cukup ragu.
Istri Firman terus membuat Firman yakin untuk dapat menyantet Tini. Dia terus membujuk seorang Firman agar mau mendatangi gurunya dalam upaya Menyantet Tini dan Luthfi. Dengan begitu Firman pun akan bersedia untuk melakukan santet terhadap Tini. Santet yang sudah pasti akan membuat Tini menyesali apa yang telah dia perbuat pada istri Firman tersebut.
__ADS_1
Firman masih belum bisa memutuskan untuk melakukan santet atau tidak. Dia masih belum tega melihat adiknya itu menderita. Apalagi Tini adalah adik paling kecil dari Firman. Jadi rasanya akan sangat berat bagi Firman untuk melakukan hal tersebut. Berat untuk Firman untuk memutuskan hal tersebut.
Istri Firman itu pun membandingkan dirinya yang telah rela kehilangan banyak saudara dari pihaknya yang menjadi tumbal dalam pesugihan yang di lakukan Firman. Tapi mengapa Firman begitu sulit untuk melakukan tindakan yang seharusnya memang di lakukan oleh Firman. Apalagi Tini telah menginjak harga diri dari Firman dan dan istrinya. Akhirnya Firman pun menyetujui permintaan dari istrinya tersebut.