
Hasutan dari istrinya benar-benar di jalankan oleh Firman dengan begitu baiknya. Hasutan itu pun akhirnya menjadi keputusan dari seorang Firman untuk melakukan santet pada Tini. Mungkin ini akan jadi pelajaran bagi seorang Tini yang telah berani untuk membuat Firman marah. Tidak ada lagi sifat kekeluargaan yang ada di hati seorang Firman. Dia kini hanya perlu melakukan balas dendam yang setimpal dengan apa yang di lakukan oleh Tini dan Lutfhi pada keluarganya.
Mengendarai sebuah mobil mewah yang di beli dengan uang pesugihan. Firman terlihat begitu antusias untuk mendatangi dukun yang menjadi gurunya. Berbekal photo Tini, Firman yakin. Dukun itu bisa membuat adiknya itu merasakan santet yang akan di kirimkan oleh Firman pada Tini.
Baru tiba di halaman rumah dukun tersebut. Firman langsung di sambut oleh suara burung gagak yang mengerikan. Sebenarnya Firman takut dengan suara burung tersebut. Tapi demi membuat dirinya terlihat baik-baik saja. Dia pun tetap berjalan masuk ke dalam rumah dukun tersebut.
Firman mengetuk pintu rumah dukun tersebut. Secara perlahan pintu rumah dukun itu langsung terbuka dengan begitu lebarnya. Firman sempat terkejut dengan pintu itu. Sebelum akhirnya Firman masuk ke dalam rumah dukun tersebut.
Firman sedikit merinding dengan apa yang terjadi. Di tambah dengan suasana rumah dukun itu yang di penuhi dengan lukisan besar dengan gambar yang aneh. Semakin menambah kesan seram yang ada di dalam ruangan dukun tersebut. Firman pun masuk dengan perasaan yang setengah-setengah. Setengah ingin masuk, setengah lagi takut.
Ketakutan dari Firman kalah dengan keinginan Firman untuk menyantet seorang Tini. Apalagi tekad Firman sudah sangat bulat, dia ingin membunuh adiknya itu dengan santet yang kejam. Mungkin itu akan menjadi balasan atas apa yang telah di lakukan oleh Tini pada istri Firman.
__ADS_1
Firman akhirnya bertemu dengan dukun yang menjadi gurunya di ruangan besar yang di penuhi dengan barang-barang antik. Firman di persilakan untuk duduk di hadapannya.
Firman duduk dengan posisi kaki yang di silangkan. Dia terlihat semakin percaya diri dengan apa yang terjadi. Tidak ada lagi ketakutan dari seorang Firman, tidak seperti beberapa menit sebelumnya. Di mana Firman terlihat begitu ketakutan dengan bagian dalam rumah dukun tersebut.
"Mau apa kamu datang ke tempat saya lagi Firman?" tanya dukun itu pada Firman dengan suara seraknya.
"Saya ingin Mbah menyantet adik saya sendiri." jawab Firman dengan penuh keyakinan.
"Ada angin apa kamu melakukan santet pada adik kamu sendiri?" tanya dukun itu kembali.
"Adik saya telah melakukan perbuatan yang kurang ajar. Sehingga dia layak untuk mendapatkan ganjaran atas apa yang telah dia lakukan pada saya dan istri saya. Saya harap dia akan sadar atas apa yang telah dia perbuat. Kesalahan dia yang sudah kurang ajar pada saya dan istri saya." tegas Firman.
__ADS_1
Dukun itu akhirnya tertawa dengan suara khasnya. Sebelum akhirnya dukun itu meminta photo dari Tini. Dukun itu pun siap melakukan santet sesuai dengan pesanan dari seorang Firman. Santet yang akan membuat adiknya itu meninggal dalam keadaan sakit yang berat.
"Santet seperti apa yang ingin kamu kirim pada adik kamu ini?" tanya dukun itu kembali.
"Saya ingin adik saya muntah darah, di dalam darah itu ada paku yang akan keluar dari tubuhnya. Hingga dia akan merasakan sakit yang teramat pedih." jawab Firman dengan begitu emosional.
Melihat semangat Firman yang menggebu-gebu. Dukun itu pun terlihat begitu senang dengan semuanya. Dia siap membantu Firman untuk menyantet adiknya sendiri.
Dukun itu pun mulai mempersiapkan peralatan yang akan di gunakan untuk menyantet Tini. Peralatan seperti dupa, paku, beberapa jenis rempah dan bunga kamboja. Di gunakan oleh dukun itu sebagai alat untuk menyantet seorang Tini. Dengan peralatan yang ada, dukun itu siap-siap membuat Tini akan muntah darah dengan begitu perihnya. Sesuai dengan pesanan dari seorang Firman.
Firman sudah tidak sabar mendengar kabar akan Tini yang akan terserang santet yang di kirim oleh Firman. Dia terlihat begitu senang dengan apa yang akan terjadi pada Tini. Satu hal mungkin akan membuat adiknya tersebut bertekuk lutut pada Firman. Menyesali perbuatannya yang telah begitu kurang sopan pada seorang Firman yang merupakan kakak dari Tini itu sendiri.
__ADS_1