Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lutfhi Dan Tini Bertemu Haji Sholeh


__ADS_3

Untuk membunuh rasa penasaran dari seorang Lutfhi. Tini dan Lutfhi pun menyempatkan diri untuk datang ke proyek pembangunan sekolah dari Lukas. Keduanya begitu antusias untuk tahu donatur dari pembangunan sekolah tersebut. Mengingat Lukas belanja bahan bangunan dengan begitu banyaknya. Tidak mungkin semua itu hanya mengandalkan uang dari Darwis semata.


Tini dan Lutfhi langsung bertemu dengan sosok haji Sholeh yang terlihat begitu antusias melihat kedatangan keduanya. Mereka pernah bertemu, saat Lutfhi menjadi salah satu pekerja di pabrik milik haji Sholeh. Kenangan itu membawa luka lama bagi seorang Lutfhi. Dia pernah di keluarkan dari pabrik haji, sebab dia ketahuan mencuri salah satu bahan di pabrik tersebut. Sontak Lutfhi pun harus di keluarkan oleh haji Sholeh.


Ada sedikit rasa canggung dari seorang Lutfhi untuk kembali bertemu dengan haji Sholeh. Saat itu Lutfhi masih di maafkan oleh haji Sholeh, sebab Darwis meminta keringanan pada seorang haji Sholeh. Oleh sebab itu kasus pencurian itu di selesaikan secara kekeluargaan oleh haji Sholeh dan Lutfhi.

__ADS_1


Sebenarnya haji Sholeh sudah memaafkan seorang Lutfhi yang pernah berbuat tidak baik di pabrik miliknya tersebut. Namun tidak dengan Lutfhi. Dia merasa di permalukan oleh haji Sholeh. Sehingga Lutfhi merasa harus balas dendam dengan apa yang di lakukan oleh haji Sholeh terhadap dirinya.


Lutfhi sama sekali tidak ingin menatap wajah haji Sholeh yang terlihat antusias dengan kedatangan dari Lutfhi dan Tini. Dia sangat menyambut baik kedatangan dari keduanya. Haji Sholeh menyapa seorang Lutfhi, tapi tidak dengan Lutfhi yang lebih memilih untuk mengalihkan pandangannya.


Begitu juga dengan Tini yang tahu Lutfhi di fitnah oleh sosok haji Sholeh. Saat itu, Tini benar-benar termakan omongan dari seorang Lutfhi. Sehingga Tini yang tidak tahu apa-apa harus turut membenci sosok haji Sholeh tersebut.

__ADS_1


Darwis yang ada di samping haji Sholeh mencoba mencairkan suasana yang ada. Dia ingin membuat semuanya menjadi lebih akrab lagi. Darwis menegur Lutfhi dan Tini. Dia juga mengajak Tini dan Lutfhi makan makanan yang sudah di persiapkan oleh Ima. Namun Tini dan Luthfi dengan tegas menolak makanan yang di tawarkan oleh Darwis. Keduanya kompak mengatakan sudah kenyang. Sehingga mereka tidak ingin makan bersama dengan Darwis dan haji Sholeh.


Begitu mengetahui haji Sholeh di balik pendanaan dari sekolah Lukas. Lutfhi dan Tini pun segera pergi dari pembangunan sekolah itu. Apalagi cuaca panas yang ada. Semakin membuat Lutfhi dan Tini tidak nyaman. Mereka pun ingin segera pergi dari tempat tersebut. Tempat yang membuat kulit mereka serasa terbakar api.


Darwis meminta haji Sholeh tidak terlalu memikirkan sikap dari Lutfhi dan Tini. Mungkin keduanya sedang memiliki masalah, sehingga tidak berkenan untuk menegur haji Sholeh. Namun itu bukan hal yang harus haji Sholeh pikirkan. Semuanya akan baik-baik saja bagi haji Sholeh. Sehingga dia harus tetap tenang dengan apa yang ada.

__ADS_1


Haji Sholeh pun terdiam dengan apa yang dia dapat dari Lutfhi dan Tini. Padahal haji Sholeh tidak menaruh dendam sama sekali dengan perbuatan Lutfhi yang tercela tersebut. Namun Lutfhi justru malah membenci haji Sholeh dengan perbuatannya sendiri.


__ADS_2