
Pingsan hampir semalaman penuh, akhirnya Ricky mulai sadarkan diri. Matanya mulai terbuka, hingga Sinta yang berada di samping Ricky. Langsung menghampiri puteranya tersebut. Sinta terlihat begitu senang dengan kesadaran seorang Ricky. Dia pun langsung menciumi wajah anaknya tersebut dengan penuh rasa cinta. Rasa cinta seorang ibu pada anaknya.
Untuk membuat Ricky lebih bahagia lagi, Sinta menawarkan makanan yang ingin di makan oleh Ricky. Tapi dia tidak menjawab pertanyaan dari seorang Sinta. Tidak ada suara yang di keluarkan oleh Ricky. Sementara mata Ricky menunjukkan bagaimana dirinya sudah terlihat sadar.
Sinta pun begitu panik dengan apa yang terjadi pada Ricky. Dia terus mengajak Ricky untuk mengobrol, tapi Ricky tidak juga mengeluarkan suaranya.
Sinta keluar dari kamar perawatan seorang Ricky. Dia memanggil tim dokter yang menangani seorang Ricky. Mungkin mereka bisa tahu apa yang terjadi pada Ricky. Hingga Ricky terus terdiam seperti itu.
__ADS_1
Tim dokter yang di pimpin oleh dokter Anna, langsung mengecek kondisi dari seorang Ricky. Sementara Sinta yang khawatir akan kondisi dari seorang Ricky. Terlihat tidak berdaya melihat anaknya yang terlihat terdiam begitu saja. Padahal Sinta sudah berulang kali memanggil nama seorang Ricky. Tapi Ricky tak urung menjawab semua pertanyaan dari seorang Sinta.
Dokter Anna mulai menempelkan stetoskop di bagian dada Ricky. Mengecek kondisi mulut Ricky. Hingga bagian akhir yang di lakukan oleh dokter Anna adalah melakukan pengetesan suara terhadap Ricky. Dia meminta Ricky untuk bersuara, tapi tidak ada suara yang keluar dari dalam mulut Ricky.
Diagnosa dokter Anna pun menyebut Ricky bisu. Dia tidak bisa berbicara lagi, mungkin harus ada operasi yang di lakukan terhadap Ricky untuk mengobati bisunya. Tapi operasi itu sendiri belum tentu akan membuat Ricky bisa berbicara. Sebab ada penyumbatan besar yang membuat Ricky tidak bisa berbicara normal seperti biasanya.
"Dok, saya mohon sembuhkan anak saya Dok. Saya siap bayar berapa pun, asal anak saya bisa kembali berbicara seperti biasanya. Saya mohon Dok." ucap Sinta dengan memohon.
__ADS_1
"Iya Bu, tapi kita lihat hasil ronsennya terlebih dahulu. Jika memungkinkan, bisa saja kita melakukan operasi itu. Tapi jika tidak, kita hanya butuh keajaiban saja yang datang pada putera Ibu. Ada beberapa bagian saraf yang berfungsi untuk berbicara, mengalami permasalahan. Sehingga putera Ibu tidak lagi bisa berbicara seperti biasanya." jawab dokter Anna.
Sinta benar-benar tidak menyangka putera satu-satunya itu akan mengalami hal yang buruk tersebut. Hal yang tidak pernah Sinta duga sebelumnya. Anaknya akan menjadi bisu, tidak mampu berkomunikasi dengan normal lagi.
Begitu juga dengan Ricky yang begitu sedih dengan kondisi dirinya. Dia pun menangis dengan hanya mengeluarkan air mata saja. Tidak ada suara tangis yang biasa di keluarkan oleh dirinya. Kini Ricky hanya bisa menangis dengan air mata, tanpa suara sedikit pun. Dia hanya bisa melakukan hal itu.
Sinta mencoba menguatkan Ricky dengan sebuah pelukan hangat. Hingga Ricky bisa lebih sedikit kuat dengan apa yang coba Sinta berikan. Dengan begitu, Ricky akan semakin lebih baik lagi dalam menerima takdir yang harus di jalani tersebut.
__ADS_1