
Nina yang merupakan salah seorang yang sering mendengar gosip dari Tini akan Firman, tidak percaya sepenuhnya dengan ucapan dari Nina. Hingga Nina menjadi incaran pertama dari Genderuwo Lutfhi untuk di teror dengan sosok Kuntilanak yang seram. Mungkin ini akan menjadi teror yang sangat menakutkan bagi seorang Nina yang di kenal pemberani.
Nina terlihat asyik melewati sebuah jalanan sepi yang di penuhi oleh pepohonan besar. Dia tak takut untuk berjalan di jalanan sepi tersebut. Sebab selain orang yang kurang percaya dengan mahluk halus. Nina juga merupakan seorang atlet bela diri. Tak heran jika dua hari yang lalu, Nina membuat patah tulang dua orang preman yang hendak melakukan tindakan kurang pantas pada dirinya.
Awalnya semua berjalan biasa saja. Sampai Nina mulai mendengarkan suara yang cukup aneh di salah satu pohon besar. Dia yang berjalan dengan lambat, semakin melambatkan jalannya tersebut. Hingga akhirnya dia yang penasaran mulai menghentikan langkahnya.
Nina mendengar seperti suara seorang perempuan menangis. Suara itu semakin jelas terdengar saat Nina mulai mendekat ke arah sebuah pohon mangga yang ada di samping jalan. Nia mulai menempelkan telinganya mendekat ke arah pohon itu. Hingga jelas suara tangisan itu berasal dari pohon besar tersebut.
Saat Nina melihat ke arah atas pohon mangga besar tersebut. Nina melihat sosok perempuan dengan pakaian kotor berada di atas ranting pohon. Dengan rambut yang panjang serta jubah berwarna putih. Sosok perempuan itu sangat menyerupai sosok kuntilanak. Ada sedikit darah di bagian bawah mulutnya. Itu semakin membuat kuntilanak itu terlihat begitu menyeramkan.
Nina yang baru pertama kali melihat sosok kuntilanak. Seketika langsung di buat ketakutan hebat. Apalagi saat kedua matanya langsung menyorot ke arah kedua mata kuntilanak yang penuh darah. Nina benar-benar di buat ketakutan hebat oleh sosok kuntilanak tersebut. Hingga Nina pun langsung lari ketakutan dengan sosok kuntilanak itu.
__ADS_1
Nina yang berlari dengan sekencang mungkin, tetap tak mampu menghindari kuntilanak itu. Dia mengejar Nina dengan cara terbang. Hingga Kuntilanak itu tiba-tiba ada di hadapan seorang Nina, kemudian dia berusaha untuk mencekik leher Nina.
Nina yang sudah sangat ketakutan dengan sosok kuntilanak itu. Pada akhirnya langsung jatuh pingsan dengan apa yang di tunjukkan oleh kuntilanak tersebut. Dia tak bisa membayangkan betapa seramnya kuntilanak itu. Padahal Kuntilanak itu hanya berpura-pura untuk mencekik leher Nina.
Kuntilanak itu lantas pergi meninggalkan Nina yang jatuh pingsan. Dengan suara ketawa khasnya, kuntilanak itu siap mencari warga lain yang akan dia teror. Mungkin itu akan jadi episode berikutnya yang akan membuat semua orang ketakutan dengan dirinya.
Seperti teror pada pria muda bernama Galih. Sama seperti Nina yang tak percaya sosok mahluk halus. Galih kerap menantang mahluk halus untuk bertemu dengan dirinya. Bahkan Galih kerap mendatangi sebuah kuburan untuk membuat video akan mahluk halus. Namun Galih belum bertemu dengan kesialan yang datang padanya. Sehingga Galih tak kunjung bertemu dengan sosok mahluk halus yang dia cari. Galih tidak menemukan mahluk halus tersebut.
Galih pun terlihat begitu yakin, jika dirinya tidak akan bertemu dengan sosok mahluk halus tersebut. Dia mulai melakukan rekaman video bersama dengan tiga temannya tersebut. Galih berjoget di dekat kuburan yang begitu sepi tersebut. Dengan congkak Galih mengajak para makhluk halus untuk duel dengan dirinya.
Akhirnya Galih menemukan sosok mahluk halus yang selama ini Galih cari tersebut. Dia bertemu dengan sosok mahluk halus itu. Tidak lagi dari video orang lain, namun dia bertemu dengan sosok Kuntilanak yang merupakan suruhan dari seorang Lutfhi.
__ADS_1
Galih awalnya tidak menyadari kedatangan dari sosok kuntilanak yang di suruh oleh Lutfhi tersebut. Dia terus berjoget di dekat salah satu kuburan. Sementara tiga temannya yang melihat pertama kali sosok kuntilanak itu, langsung lari ketakutan saat melihat kuntilanak itu. Mereka pun langsung berlari pergi meninggalkan Galih sendiri yang masih asyik berjoget di dekat kuburan.
Galih akhirnya mulai sadar jika ada sosok kuntilanak yang datang menghampiri dirinya. Saat itu tangan Galih tiba-tiba dingin. Saat Galih melihat ke arah tangannya yang dingin, dia melihat ada tangan lain yang memegang tangannya tersebut.
Namun tangan itu terlihat begitu buruk rupa. Ada juga beberapa mahluk menjijikkan yang ada di tangan itu. Jelas itu bukan tangan manusia. Kuku dari tangan itu mengeluarkan banyak darah. Hingga saat Galih menatap secara keseluruhan dari tangan tersebut. Dia melihat sosok Kuntilanak yang cukup seram. Galih pun langsung teriak ketakutan melihat sosok kuntilanak seram tersebut.
Tak hanya berteriak hebat, namun dia juga kencing di celana. Mungkin Galih sudah tidak bisa lagi menahan rasa takut yang menyerang dirinya. Hingga Galih kencing di celana seperti itu. Ini menjadi sebuah musibah bagi seorang Galih. Dia yang selama ini ingin melihat sosok mahluk halus, justru di buat ketakutan hebat saat bertemu dengan sosok kuntilanak yang merupakan jelmaan dari Genderuwo Lutfhi.
Galih berlari menjauhi kuburan tersebut, menginjak beberapa kuburan. Dia terlihat sangat ketakutan dengan rupa dari kuntilanak yang ada di hadapannya. Ini baru pertama kali bagi seorang Galih bertemu dengan sosok Kuntilanak. Mungkin Galih tidak akan lagi menantang untuk bertemu dengan sosok mahluk halus lainnya. Dia sudah benar-benar kapok untuk bertemu dengan sosok kuntilanak. Sebab Galih pikir kuntilanak adalah sosok mahluk halus yang tentunya memiliki level yang masih rendah, di banding jenis mahluk halus lainnya. Itu yang ada di pikiran seorang Galih.
Usai menakuti dan memberikan pelajaran pada seorang Galih. Kini Kuntilanak itu mulai mencari teror berikutnya. Salah satu yang akan di teror oleh Kuntilanak itu adalah gerombolan warga yang tengah bermain kartu di pos ronda. Mungkin mereka akan langsung berlari ketakutan saat bertemu dengan sosok kuntilanak yang seram tersebut.
__ADS_1
Benar saja, mereka yang sedang asyik bermain kartu pun akhirnya berhamburan saat di datangi oleh sosok kuntilanak. Jangankan bertemu dengan sosok kuntilanak itu. Baru mendengar suara kuntilanak itu, para warga yang di dominasi oleh kaum bapak-bapak itu lari ketakutan. Mereka tak kuasa mendengar suara tertawa kuntilanak yang terdengar begitu seram tersebut.