
Lutfhi masih begitu merasakan rasa sesak yang teramat di lehernya. Cekikan Genderuwo itu benar-benar membuat dia kesulitan bernapas. Hingga Lutfhi berusaha untuk menetralisir kesulitan dari dirinya itu dengan menarik napas sepanjang mungkin. Sebelum membuangnya secara perlahan.
Lutfhi benar-benar kesal dengan Genderuwo miliknya sendiri. Genderuwo yang haus akan tumbal itu, tak pernah bisa bersabar. Padahal Lutfhi sedang berusaha mencari cara agar bisa menumbalkan seorang Baim untuk Genderuwo tersebut. Namun Genderuwo itu terlalu tidak sabar. Sehingga dia terus meminta Lutfhi untuk segera melakukan apa yang dia minta.
Lutfhi yang terus berusaha menjadikan Baim sebagai tumbal berikutnya. Tak pernah diam, dia terus berusaha. Namun Lutfhi belum menemukan momen yang tepat untuk membuat Baim menjadi salah satu tumbal yang akan Lutfhi persembahkan pada Genderuwo miliknya. Lutfhi masih cukup berusaha untuk membuat semuanya menjadi lebih baik lagi.
__ADS_1
Tini yang melihat Lutfhi kesal, menghampiri Lutfhi dengan sebuah gelas berisi kopi kesukaan dari seorang Lutfhi. Dengan kopi yang di bawa oleh dirinya. Tini berharap Lutfhi akan menyukai apa yang dia sajikan pada seorang Lutfhi. Ini akan menjadi kopi yang akan membuat dia kembali lebih segar lagi.
Lutfhi menyambut kopi Tini dengan sedikit senyuman. Dia masih merasa kopi itu belum benar-benar membuat dirinya menghilangkan rasa kesalnya pada Genderuwo peliharaannya sendiri. Ini benar-benar membuat seorang Lutfhi marah. Sebab Genderuwo itu selalu membuat Lutfhi kesal dengan tingkahnya sendiri. Itu yang membuat Lutfhi begitu marah pada Genderuwo itu. Mungkin ini akan menjadi sebuah hari yang cukup menyebalkan bagi seorang Lutfhi pada Genderuwo itu.
"Apa sih yang buat kamu kesal seperti ini?" tanya Tini.
__ADS_1
"Seperti biasa, Genderuwo itu. Aku heran sama Genderuwo itu. Kenapa dia tidak bisa sabar untuk menunggu tumbal selanjutnya. Padahal aku sudah bilang, jika tumbal selanjutnya akan aku berikan pada dia. Tapi dia masih saja tidak percaya padaku, dia tetap memaksaku. Itu benar-benar membuatku marah pada dia." jawab Lutfhi dengan wajah kesalnya.
Tini hanya bisa terdiam. Dia tak bisa menjawab apapun lagi. Apalagi ini persoalan Genderuwo yang di kenal memiliki kekuatan supranatural yang besar. Jika Tini salah ucap, bukan tidak mungkin akan terjadi hal buruk pada dirinya. Hingga Tini harus lebih berhati-hati lagi akan hal ini. Sebab nyawanya sendiri mungkin akan terancam akan Genderuwo itu. Itu yang harus Tini pikirkan matang-matang.
Tini hanya bisa membuat Lutfhi sedikit tenang dengan kelembutan yang di berikan oleh dirinya. Mungkin ini akan menjadi hal yang baik bagi Lutfhi. Dia bingung, siapa yang harus dia bela. Dua-duanya adalah sekutu Tini, hingga Tini hanya bisa merasakan perasaan bingung untuk bisa membuat semuanya menjadi beda. Tini benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa untuk membuat semuanya lebih baik lagi. Dia pun hanya meminta Lutfhi untuk bisa lebih tenang lagi dengan apa yang terjadi pada dirinya. Lutfhi di minta untuk tidak gegabah dalam menyikapi apa yang di lakukan oleh Genderuwo itu. Mengingat ini akan menjadi ujian yang berat bagi seorang Lutfhi.
__ADS_1