Jimat Warisan

Jimat Warisan
Sandi Masuk Sekolah


__ADS_3

Sandi menatap wajahnya dengan penuh rasa gembira. Dia terlihat begitu bahagia akan datang ke sekolah. Mungkin sudah cukup lama Sandi tidak datang ke sekolah. Hingga Sandi pun harus mengulang kembali pelajaran yang pernah dia pelajari.


Sandi berharap keputusan dari dirinya untuk kembali ke sekolah akan menjadi keputusan yang baik. Sehingga Sandi tidak akan menyesali apa yang telah di ambil oleh dirinya. Dia akan menyukai keputusan untuk kembali ke sekolah. Tidak akan ada masalah atau apapun yang akan membuat dirinya merasa kurang nyaman dengan semuanya.


Lukas menghampiri Sandi yang masih terus menatap wajahnya di depan cermin. Dia kembali meyakinkan Sandi untuk tetap yakin pada keputusan dari dirinya untuk kembali ke sekolah. Lukas meminta Sandi untuk menebalkan telinganya. Tidak ada yang harus Sandi takutkan, semuanya akan baik-baik saja untuk Sandi. Dia tidak harus khawatir dengan semua yang mungkin akan terjadi pada dirinya. Semua itu akan baik-baik saja seperti biasanya.

__ADS_1


Sandi semakin percaya diri dengan dorongan semangat yang Lukas berikan pada dirinya. Dia pun semakin semangat untuk memulai harinya dengan rasa gembira. Dia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya. Mungkin kebahagiaan akan selalu Sandi dapatkan di setiap harinya. Mengingat Sandi selalu melakukan hal yang terbaik di hari-harinya.


Sandi pun berjanji di hadapan seorang Lukas untuk tetap semangat untuk menjalani kesehariannya. Dia tidak akan pernah bersedih dengan apa yang akan orang lain katakan pada dirinya. Teman-temannya yang akan meledek dirinya pun akan Sandi tangkis dengan sebuah argumen yang baik. Ini menjadi hal yang harus Sandi lakukan untuk membuat semuanya menjadi jauh lebih baik lagi.


Sandi pun terus semangat untuk bisa sekolah kembali. Ini menjadi hal yang paling utama, sebab sebuah semangat akan membuat seorang Sandi akan menjadi lebih kuat lagi. Itu yang harus di lakukan oleh seorang Sandi untuk bisa menjadi lebih semangat lagi.

__ADS_1


Sandi pun terlihat sudah siap untuk pergi berangkat sekolah. Dia sudah tak sabar untuk segera pergi ke sekolah. Walaupun Lukas meminta Sandi untuk sarapan terlebih dahulu. Namun antusiasme dari seorang Sandi yang tinggi, membuat Sandi enggan untuk sarapan bersama dengan Lukas. Dia pun memilih untuk langsung pergi ke sekolah, sehingga melewatkan sarapan bersama dengan Lukas dan Sandra.


Lukas pun sempat memaksa Sandi untuk sarapan terlebih dahulu. Namun Sandi tetap menolak ajakan yang sedikit memaksa tersebut. Akhirnya Lukas pun menyerah, dia membiarkan Sandi pergi ke sekolah dalam keadaan perut kosong. Namun Lukas membekali Sandi dengan sebungkus roti berukuran sedang. Mungkin roti itu akan membuat seorang Sandi bisa sarapan. Sehingga perut dia tidak akan terlalu kosong.


Sandi sekali lagi mencium tangan Lukas. Dia juga kembali mengucapkan banyak terima kasih pada seorang Lukas. Lukas begitu perhatian pada seorang Sandi. Sehingga itu yang membuat Sandi merasa beruntung memiliki sepupu seperti Lukas yang baik serta perhatian.

__ADS_1


__ADS_2