
Tak hanya Lukas serta dua anak Firman saja yang datang untuk menjemput Firman di rumah sakit jiwa. Ada juga Darwis dan Ima yang turut hadir dalam menjemput seorang Firman. Mereka siap membawa pulang Firman dari rumah sakit jiwa. Apalagi tim dokter sudah mengatakan jika Firman sudah sembuh total. Sehingga semua orang begitu bahagia dengan kondisi yang ada pada Firman. Mereka tak sabar untuk melihat kondisi Firman hari ini.
Membawa salah satu mobil milik haji Sholeh. Keluarga Darwis siap menyambut kepulangan dari Firman ke rumah mereka. Darwis sudah tidak sabar untuk bisa kembali bertemu dengan Firman. Apalagi Firman di kenal suka menonton pertandingan sepakbola. Hal yang sama dengan seorang Darwis. Akan sangat seru saat Firman sudah kembali sembuh untuk menonton pertandingan sepakbola seperti dulu.
Begitu juga dengan Ima yang tak kalah bahagia menyambut kesembuhan dari adiknya tersebut. Ima mengaku bersyukur atas kesembuhan dari seorang Firman. Sehingga Ima bisa kembali mengobrol dengan baik akan masa depan kedua anak dari Firman.
"Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Firman di hari ini. Pasti dia juga begitu kangen dengan kita." ujar Ima dengan begitu antusias.
"Sandra juga sudah tidak sabar bertemu dengan ayah Bi. Sandra ingin jalan-jalan lagi sama Ayah." balas Sandra.
"Iya, kita semua pastinya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Firman di hari ini." Tuntas seorang Darwis.
Sampai di rumah sakit jiwa, semuanya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Firman. Apalagi Sandra yang sudah tidak bisa lagi menahan rindunya pada Seorang Firman. Dia mengatakan jika dirinya begitu kangen pada sosok Firman yang memang di kenal sebagai sosok ayah yang baik.
Sandra di hampiri oleh sekuriti yang bertugas saat itu. Tentu kedatangan dari Sandra membawa kebahagiaan tersendiri bagi Sekuriti tersebut. Mengingat sosok Sandra yang di kenal enerjik serta memiliki pembawaan yang ceria. Selalu membuat orang yang bertemu dengan sosok Sandra akan tertarik pada dirinya. Termasuk Sekuriti yang sedang berjaga saat itu.
__ADS_1
"Kamu mau pergi ke mana anak kecil?" tanya sekuriti tersebut.
"Aku mau jemput ayah aku. Apakah Bapak satpam tahu?" jawab Sandra.
"Tahu, memang kalau Bapak tahu. Kamu mau kasih hadiah apa buat Bapak?"
"Tidak ada! Hanya cubitan saja." ucap Sandra sambil mencubit sekuriti tersebut sambil berlari.
Semua orang terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Sandra pada sekuriti tersebut. Mereka tidak sangka Sandra akan berbuat seperti itu pada sekuriti yang menjaga rumah sakit jiwa tersebut. Padahal Sandra di kenal sebagai seorang anak yang sopan. Namun dia hari ini terlalu bersemangat, hingga dia tak ingin ada orang yang menghalangi dirinya untuk bertemu dengan seorang Firman.
Ima meminta maaf atas sikap Sandra pada sekuriti tersebut. Dia mengatakan jika apa yang di lakukan oleh Sandra adalah tindakan spontan. Sehingga tidak ada unsur kesengajaan dari dirinya.
Sandra pun terus memimpin rombongan untuk segera bertemu dengan seorang Firman. Anak itu benar-benar bersemangat untuk bisa melihat ayahnya kembali. Padahal beberapa hari yang lalu dia sudah bertemu dengan Firman bersama dengan Lukas dan Sandi. Namun kerinduan dari Sandra akan Firman tak pernah padam. Dia kembali rindu pada seorang Firman yang merupakan sosok yang paling di cintainya tersebut.
Tiba di ruang perawatan dari seorang Firman. Sandra dengan segera masuk ke dalam ruang perawatan dari Firman. Dia langsung memeluk Firman yang sudah rapi dengan sebuah kemeja bermotif garis horizontal berwarna biru.
__ADS_1
"Sandra kangen Ayah." ucap Sandra.
Firman pun langsung membalas pelukan seorang Sandra dengan beberapa ciuman mesra di wajah seorang Sandra. Dia mengatakan pada Sandra akan cintanya yang begitu besar pada Sandra. Hingga Firman benar-benar tak bisa jauh dari seorang Sandra.
"Ayah juga kangen sama Sandra. Hari ini Ayah akan pulang ke rumah, bisa kumpul bareng kalian lagi. Jadi kalian jangan sedih lagi. Sebab ayah akan segera bersama dengan kalian." ucap Firman memeluk Sandra.
Rombongan yang akan menjemput Firman pun tiba di ruangan Firman. Mereka nampak senang dengan perubahan yang terjadi pada seorang Firman. Apalagi Ima yang sudah cukup lama tidak bertemu dengan seorang Firman. Dia langsung memeluk dengan begitu erat tubuh adiknya tersebut. Ima langsung meluapkan kerinduan dari dalam hatinya pada seorang Firman. Hingga Ima terlihat begitu sumringah dengan kesembuhan yang di alami oleh seorang Firman.
"Kakak senang banget dengan kondisi kamu saat ini Firman. Rasanya begitu menyenangkan bisa melihat kamu kembali sehat seperti sediakala. Kakak harap kamu akan selamanya seperti ini." ucap Ima dengan penuh senyuman.
"Firman juga senang Kak bisa berkumpul bareng kalian lagi. Ini yang sudah Firman rindukan sejak dulu. Berkumpul dengan kalian kembali." balas Firman.
"Kami semua senang banget Man dengan yang terjadi pada kamu saat ini. Rasanya seperti mimpi untuk kami. Hari ini kamu sudah sehat seperti sekarang." lanjut Darwis.
"Iya Kak, Alhamdulillah." balas Firman.
__ADS_1
Tak ingin berlama-lama lagi. Rombongan yang akan menjemput seorang Firman pun, segera membawa Firman pergi dari ruangannya. Namun sebelum pergi dari ruangan itu. Firman mengajak semuanya untuk berpamitan terlebih dahulu pada seluruh pihak yang telah membantu seorang Firman sembuh dari gangguan jiwa yang di alami olehnya. Tanpa bantuan mereka, rasanya Firman tidak akan sembuh secepat ini.
Apa yang Firman lakukan rasanya begitu baik. Firman selama ini di kenal sebagai sosok yang tidak pernah sudi untuk mengucapkan terima kasi. Untuk bisa berkata terima kasih saja, Firman harus di dorong oleh seseorang. Namun kali ini, Firman bisa melakukan itu tanpa dorongan siapa pun. Dia melakukan hal itu atas inisiatif dirinya sendiri. Hal yang benar-benar luar biasa di lakukan oleh seorang Firman pada seluruh staf di rumah sakit jiwa tersebut.