
Lukas datang kembali ke pesantren. Kedatangan Lukas selain untuk melakukan silaturahmi dengan guru ngajinya. Kedatangan dari Lukas tersebut, juga untuk mencari tahu akan keberadaan dari Genderuwo yang terus meneror warga kampung. Mungkin guru ngaji Lukas tahu akan sosok Genderuwo itu. Sehingga Lukas bisa memiliki gambaran akan Genderuwo tersebut.
Lukas di sambut hangat oleh guru ngajinya tersebut. Dia di jamu dengan banyak makanan yang lezat. Tidak hanya itu, Lukas juga mendapat sebuah sambutan dari salah seorang temannya lewat sebuah pantun. Hingga Lukas merasa senang dengan sambutan hangat yang di berikan pada dirinya. Lukas merasa pesantren tempatnya menuntut ilmu adalah rumah kedua yang selalu memberikan kenyamanan pada Lukas.
__ADS_1
Lukas pun di persilakan untuk menyantap setiap hidangan yang di persembahkan oleh guru ngajinya di atas meja. Begitu juga dengan segelas teh panas yang memang di sukai oleh Lukas. Mungkin teh itu akan dingin saat Lukas terus membiarkan rasa panas itu bertarung dengan udara yang ada. Sehingga guru ngaji Lukas pun meminta Lukas untuk segera meminum teh itu, sebelum teh itu menjadi dingin.
Lukas pun akhirnya meminum teh hangat yang menjadi kegemaran dari dirinya. Begitu meminum teh hangat itu, seketika Lukas kembali teringat momen-momen saat dirinya berada di pesantren dulu. Lukas ingat betul akan dirinya yang kerap meminum teh di atas loteng bersama dengan beberapa temannya. Hingga Lukas kerap meminum teh itu hingga larut malam. Tentu dengan cemilan biskuit yang di santap oleh dirinya juga.
__ADS_1
Lukas yang datang untuk bertanya perihal Genderuwo. Kini mulai mengalihkan pembicaraan pada apa yang ingin di tanyakan pada guru ngajinya. Dengan begitu, Lukas akan bisa mendapatkan jawaban atas apa yang ingin di tanyakan. Lukas ingin segera mendapatkan jawaban atas apa yang ingin di tanyakan pada guru ngajinya tersebut. Rasanya pertanyaan itu harus bisa di jawab oleh guru ngaji. Mengingat Genderuwo itu begitu mengganggu penduduk kampung Lukas. Juga mengganggu pembelajaran yang ada di sekolah Lukas.
Lukas bercerita panjang lebar akan Genderuwo tersebut. Hingga guru ngaji Lukas itu bisa menyimpulkan jika Genderuwo itu merupakan Genderuwo yang di miliki oleh seseorang. Genderuwo itu memang sengaja di pelihara oleh seseorang untuk terus mendapatkan kekayaan. Dia menyerang seseorang jika si pemilik Genderuwo itu memang memiliki masalah dengan orang tersebut. Seperti ketika Genderuwo itu menyerang ibu Tika, di mana mungkin ibu Tika memiliki masalah sebelumnya dengan pemilik Genderuwo itu. Hingga ibu Tika menjadi sasaran dari Genderuwo tersebut.
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari guru ngajinya. Lukas pun curiga pada sosok Lutfhi dan Firman. Dia tahu betul, sebelum kematian dari ibu Tika. Dia bertengkar hebat dengan Tini. Di mana Tini mengancam membunuh ibu Tika. Namun Lukas tidak ingin suudzon terlebih dahulu. Harus ada bukti kuat, jika memang bibinya tersebut adalah pemilik dari Genderuwo tersebut. Sebab jika tidak ada bukti, sama saja Lukas membuat sebuah fitnah pada Tini. Oleh sebab itu Lukas harus benar-benar menemukan bukti yang kuat akan kecurigaan dari dalam dirinya.