Jimat Warisan

Jimat Warisan
Biaya Besar


__ADS_3

Adik dari Baim terlihat terkejut saat menerima biaya tagihan rumah sakit yang harus di bayar oleh Baim. Ini terlihat seperti sebuah perampokan yang cukup besar. Biaya yang mahal harus di bayarkan oleh dirinya dalam pengobatan dari ibunya tersebut.


Adik Baim itu memberikan kartu ATM dari suaminya untuk membayar sebagian biaya rumah sakit ibunya. Namun uang yang ada di kartu ATM suaminya hanya mampu membayar biaya perawatan itu 5 persen saja. Itu di bantu dengan sedikit tabungan yang di miliki oleh suaminya. Ini benar-benar jadi hari yang buruk bagi keluarga besar Baim.


Adik Baim pun membawa kertas berupa biaya tagihan untuk ibundanya. Mungkin saja Baim memiliki uang untuk membayar biaya rumah sakit yang semakin hari, semakin membludak tersebut.


Adik Baim berjalan menuju Baim yang tengah menyuapi ibunya dengan bubur. Dia terlihat begitu antusias saat menyuapi ibunya tersebut. Namun melihat ibunya yang sudah mulai kembali bersemangat. Adik Baim itu tidak langsung memberikan kertas tagihan itu pada Baim. Dia menyembunyikan di belakang badannya. Menunggu momen yang tepat untuk membicarakan biaya perawatan yang harus di bayar oleh Baim akan perawatan dari ibundanya.

__ADS_1


Begitu Baim menyelesaikan suapan terakhir pada ibunya. Baru adik Baim itu mulai mengajak Baim untuk berbicara di luar kamar perawatan ibunya. Sempat ada kecurigaan dari ibu Baim, namun adik Baim berhasil berlagak dengan sempurna. Sehingga dia berhasil meyakinkan ibunya sendiri untuk tidak khawatir atas apapun yang akan terjadi. Dia hanya meminta ibunya untuk fokus pada penyembuhan yang akan di jalani oleh dirinya.


Baim dan adiknya pun meninggalkan ibunya di dalam kamar perawatan. Keduanya berbincang sejenak di luar kamar perawatan. Mungkin ini jauh lebih baik, daripada harus melihat ibunya menangis dengan biaya perawatan yang cukup besar yang harus di jalani.


"Ada apa kamu ngajak aku berbicara di luar kamar perawatan Ibu?" tanya Baim.


Baim menatap lirih wajah adiknya. Dia tidak memiliki uang sebanyak itu. Hingga dia bingung untuk membayar semua biaya perawatan dari ibunya tersebut.

__ADS_1


"Aku sudah bayar tadi, cuman uangku hanya mampu membayar 5 persen saja. Sementara sisanya aku tidak bisa membayar lagi." ucap adik Baim dengan wajah lesuhnya.


Baim pun hanya menatap lirih wajah adiknya. Dia sendiri juga tidak memiliki uang untuk membayar tagihan dari rumah sakit tersebut. Mungkin dia bisa membayar semua biaya perawatan rumah sakit dari ibunya dengan menjual beberapa aset yang di miliki oleh Baim. Namun apa semua aset itu akan cukup untuk di bayarkan pada pihak rumah sakit?


Baim akan mencoba menjual semua aset berharga yang di miliki oleh dirinya. Mungkin itu akan cukup untuk membayar semua tagihan yang harus di bayarkan oleh seorang Baim. Sehingga dia tidak harus pusing lagi mencari uang untuk membayar semuanya.


Baim pun segera pergi ke rumahnya untuk menjual aset berharga yang di miliki oleh dirinya saat ini. Aset yang akan membuat ibunya bisa terus menjalankan pengobatan di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


__ADS_2