
Firman begitu ketakutan saat arwah gentayangan dari Sarman terus mengejar dirinya. Dia tak kuasa saat melihat kedua mata Sarman yang menyala berwarna merah terang. Dia terlihat begitu tak kuasa dengan wajah seram dari Sarman.
Pelarian dari seorang Firman akhirnya berujung saat dia berada di sebuah jalan buntu. Firman tidak bisa kabur lagi dari kejaran seorang Sarman yang membawa sebuah celurit besar. Dia siap membunuh seorang Firman yang juga telah membunuh dirinya. Ini akan menjadi pembalasan yang paling setimpal bagi seorang Sarman.
"Kamu harus mati sepertiku Firman. Kamu harus mati." ujar Sarman dengan wajah marahnya.
"Tidak, aku tidak ingin mati di tanganmu Sarman. Tidak akan pernah." balas Firman dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Sarman tersenyum dengan begitu hebatnya. Dia mulai menaikkan tangan menuju leher Firman. Mungkin satu atau dua cekikan kuat di leher Firman akan membuatnya mati. Ini harus di lakukan oleh seorang Sarman sebagai balas dendam. Sehingga Sarman harus melakukan hal tersebut pada seorang Firman.
Sarman pun akhirnya berhasil meraih leher seorang Firman. Dengan sekuat mungkin, Sarman mencekik leher Firman. Kuatnya cekikan yang di lakukan oleh Sarman. Seketika membuat seorang Firman kehabisan napas. Perlahan Firman pun mulai tak sadarkan diri.
Sarman tertawa lepas dengan apa yang telah di lakukan oleh dirinya pada seorang Firman. Ini adalah kemenangan yang cukup mutlak dari seorang Sarman terhadap Firman. Hingga Sarman merasa kemenangan dari dirinya itu harus dia rayakan dengan suka cita.
Beruntung bagi Firman, apa yang terjadi itu adalah mimpi semata. Firman sedang mimpi buruk di buat oleh seorang Sarman. Sehingga Firman begitu ketakutan dengan sosok Sarman yang mencoba untuk membunuh dirinya.
__ADS_1
Teriakan dari Firman langsung membuat beberapa petugas terhentak. Mereka pun langsung mendatangi ruangan tempat Firman berada. Mereka ingin melihat apa yang terjadi pada seorang Firman. Mungkin saja Firman Firman sedang mengalami hal buruk, sehingga dia berteriak dengan begitu kencangnya. Petugas itu harus memastikan Firman dalam keadaan baik-baik saja.
Dua orang petugas yang datang ke kamar Firman. Langsung mendapatkan serangan brutal dari seorang Firman. Keduanya di pukuli oleh Firman dengan begitu hebatnya. Sementara kedua perawat itu lebih memilih untuk bertahan dengan apa yang Firman lakukan mereka berdua. Mengingat mereka di larang untuk membalas apapun yang di lakukan oleh pasien di rumah sakit jiwa tersebut.
Tak tahan dengan beragam pukulan yang di layangkan oleh seorang Firman. Kedua perawat itu akhirnya berlari keluar dari kamar perawatan Firman. Itu harus di lakukan keduanya demi menghindari beragam pukulan yang akan di lakukan oleh Firman pada keduanya.
Namun Firman yang mengira keduanya adalah jelmaan dari Sarman. Terus mengejar keduanya, sekali pun keduanya telah keluar dari kamar perawatan seorang Firman.
__ADS_1
Kedua perawat itu berlari dengan begitu cepatnya. Mereka mungkin harus melakukan itu untuk menghindari amukan dari seorang Firman yang semakin kuat tersebut. Apalagi keduanya tidak membawa obat bius yang bisa di suntikan pada seorang Firman.
Akhirnya Firman bisa di tenangkan oleh salah seorang dokter. Dia berhasil membuat seorang Firman tenang dengan satu suntikan di salah satu tangan kanan Firman. Ini cukup untuk membuat seorang Firman tenang. Sebab ini adalah obat yang paling ampuh yang bisa membuat Firman tak mengamuk lagi.