Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lutfhi Dan Tini Terkejut


__ADS_3

Tiba di depan rumah mereka. Rasa khawatir dari seorang Tini terlihat sudah menghilang. Sementara Lutfhi masih cukup terlihat panik dengan serangan Genderuwo yang bisa sewaktu-waktu menyerang mereka kembali. Dia masih takut Genderuwo itu akan kembali menyerang mereka berdua.


Tini meyakinkan Lutfhi akan Genderuwo itu yang tidak akan mungkin menyerang mereka kembali. Sehingga Tini dan Lutfhi harus bisa lebih tenang lagi. Tidak akan ada serangan lanjutan yang akan di lakukan oleh Genderuwo itu. Semuanya akan baik-baik saja untuk Lutfhi dan Tini. Jadi keduanya harus bisa lebih tenang lagi dengan apa yang ada.


Dengan apa yang di lakukan oleh Tini, Lutfhi pun akhirnya bisa sedikit tenang. Dia tidak panik seperti saat dirinya melihat dukun itu di bunuh oleh Genderuwo peliharaan dari Lutfhi. Sudah ada rasa tenang yang ada di hati Lutfhi kini. Apalagi Lutfhi sudah berada bersama dengan Tini. Mereka akan melewati semuanya bersama-sama. Tidak ada yang akan membuat mereka goyah. Lutfhi dan Tini harus percaya akan hal tersebut.

__ADS_1


Namun saat Lutfhi dan Tini akan membuka pintu rumahnya. Tini dan Lutfhi langsung di kejutkan dengan darah yang keluar dari dalam rumah. Darah itu seketika membuat Lutfhi panik hebat. Dia khawatir akan terjadi hal buruk pada kedua anaknya. Mungkin saja Genderuwo itu sudah menghabisi nyawa kedua anak Lutfhi secara brutal. Lutfhi pun meminta Tini untuk segera membuka pintu rumahnya.


Benar saja apa yang di takutkan oleh Lutfhi. Tiwi tergeletak dengan darah yang mengucur dari mulutnya. Darah itu pun mengotori area sekitar pintu rumah Lutfhi. Dia pun begitu lemas saat melihat Tiwi yang sudah tidak bernyawa lagi.


Tidak hanya Lutfhi yang lemas melihat Tiwi yang sudah tidak bernyawa. Tini tidak jauh beda, dia terlihat begitu tidak percaya dengan apa yang terjadi pada Tiwi. Itu semua seperti mimpi di siang bolong untuk Tini, hingga dia nyaris pingsan saat melihat jasad Tiwi yang sudah tidak bernyawa.

__ADS_1


Benar apa yang di takutkan oleh Tini akan Fajar. Dia sudah tidak bernyawa seperti yang terjadi pada Tini. Fajar juga mengalami hal yang sama dengan apa yang terjadi pada Tiwi. Ada kucuran darah dari mulutnya. Mungkin Fajar dan Tiwi di bunuh dengan cara yang sama oleh Genderuwo Tini tersebut.


Tini benar-benar tidak percaya kedua anaknya akan menjadi tumbal dari pesugihannya sendiri. Ini benar-benar hari paling buruk dalam hidup Tini. Kehilangan dua orang yang begitu di cintainya adalah sebuah kehilangan paling menyakitkan dalam hidupnya. Namun Tini tidak dapat berbuat apapun lagi, selain hanya bisa menangis dengan apa yang terjadi pada kedua anaknya tersebut.


Ada penyesalan yang di alami oleh Tini. Namun penyesalan itu adalah sebuah hal yang sia-sia bagi Tini saat ini. Sebab apa yang Tini sesali tidak akan pernah kembali. Fajar dan Tiwi tidak akan pernah kembali. Mereka sudah pergi untuk selamanya. Meninggalkan Tini dan Lutfhi dari dunia ini. Kini hanya ada penyesalan yang membuat Lutfhi dan Tini begitu terpukul.

__ADS_1


Tini membawa jenazah Fajar ke hadapan Lutfhi. Dia ingin Lutfhi tahu, jika Fajar mengalami hal yang sama seperti Tiwi. Sontak Lutfhi semakin keras menangis saat melihat anak laki-lakinya itu sudah tidak bernyawa seperti Tiwi.


Lutfhi menghampiri Fajar. Menciumnya dengan penuh rasa penyesalan, tidak lupa dia meminta maaf pada Fajar. Bagaimana juga, kematian dari Fajar adalah kesalahan dari Lutfhi dan Tini. Mereka yang serakah dan tidak pernah peduli dengan apa yang terjadi, melihat semuanya hanya dari uang. Hingga akhirnya mereka mengalami hal yang buruk yang di alami oleh mereka berdua. Lutfhi dan Tini benar-benar menyesali perbuatan yang mereka lakukan. Perbuatan yang tentunya akan di kenang oleh Lutfhi dan Tini sebagai perbuatan yang tidak kotor. Mereka mengotori diri mereka sendiri. Hingga mereka mengorbankan kedua anak mereka pada Genderuwo tersebut.


__ADS_2