
Malam gelap semakin suram untuk keluarga Tika. Ketika sesosok Genderuwo berbadan besar datang ke rumahnya. Genderuwo itu tidak hanya untuk membuat Tika takut saja. Namun lebih dari itu, dia menginginkan nyawa ibunya yang di minta oleh Tini. Ini menjadi tugas yang berat bagi Genderuwo itu, sebab dia harus mengambil nyawa manusia yang tidak berdosa oleh keserakahan dari manusia lainnya.
Tika tidak bisa membayangkan bagaimana Genderuwo itu menemui dirinya di dalam kamar. Genderuwo yang mulai menyebarkan aroma kurang sedap itu berusaha membuat Tika ketakutan dengan tampilan seram yang di perlihatkan olehnya. Tika yang takut lantas melempar sebuah guling pada Genderuwo itu. Namun Genderuwo itu sama sekali tidak merasakan apapun. Dia justru semakin tertarik untuk menakut-nakuti Tika yang terus bergerak mundur sambil berteriak meminta tolong pada ibunya. Tika benar-benar tidak bisa membayangkan dengan apa yang ada saat ini.
Teriakan dari Tika terdengar jelas oleh ibunya yang berada di dapur. Dia pun langsung datang ke kamar untuk menolong Tika. Dia tidak ingin terjadi suatu hal yang buruk pada Tika. Hingga ibu Tika langsung datang ke kamar Tika untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Tika.
Saat membuka pintu kamar Tika, ibu Tika benar-benar di buat terkejut dengan keberadaan dari Genderuwo di dalam kamar Tika. Dia tidak menyangka akan ada sosok Genderuwo di dalam kamar. Hingga dia langsung berusaha menolong Tika untuk menjauh dari Genderuwo seram tersebut.
Melihat ibu Tika yang sudah ada di dalam kamar, Genderuwo itu langsung melakukan tindakan yang tentunya akan membuat nyawa ibu Tika melayang di tangannya.
Hanya butuh satu cekikan saja, nyawa ibu Tika tidak tertolong lagi. Perlahan ibu Tika yang tidak bisa bernapas dengan cekikan yang di lakukan oleh Genderuwo itu. Langsung meninggal di hadapan Tika. Sontak Tika menangis hebat melihat kematian ibunya di hadapannya sendiri. Tika benar-benar tidak menyangka ibunya akan meninggal di hadapannya sendiri. Hari yang kelam bagi seorang Tika. Mengingat ibunya adalah satu-satunya orangtua tunggal yang di miliki oleh Tika saat ini. Dia seorang yatim, hingga kematian dari ibunya tentu akan membuat Tika menjadi yatim piatu.
Tangisan dari Tika yang terdengar hingga keluar rumah, seketika membuat beberapa tetangga yang berada di dekat rumah Tika langsung melihat kondisi dari Tika. Mereka tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi pada Tika. Oleh sebab itu mereka ingin melihat kondisi dari Tika.
__ADS_1
Melihat nyawa ibu Tika yang sudah tidak ada. Para warga pun langsung merasa iba dengan apa yang terjadi pada Tika. Mereka berusaha menenangkan Tika yang tidak berhenti menangis. Apalagi Tika juga terlihat begitu trauma akan kematian dari ibunya.
"Siapa yang telah membunuh ibumu?" tanya salah seorang warga.
"Genderuwo om. Tadi ada Genderuwo yang mencekik ibu om." jawab Tika sambil menangis.
Semua orang terkejut akan pengakuan dari Tika. Anak 10 tahun seperti Tika tentu tidak mungkin berbohong. Sehingga apa yang di ucapkan oleh Tika adalah sebuah kebenaran. Mereka pun merasa takut dengan sosok Genderuwo yang membuat ibu Tika meninggal dunia. Mungkin para warga harus lebih berhati-hati lagi akan Genderuwo yang siap mendatangi setiap orang yang mungkin bisa di datangi olehnya.
Para warga lalu membawa jasad ibu Tika menuju kasur. Mungkin ada sanak saudara Tika yang bisa di hubungi. Sehingga pemakaman dari ibu Tika bisa segera di lakukan.
Tika sendiri merasa sedih dengan kematian dari ibunya tersebut. Dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, sebab ibunya benar-benar orang yang sempurna untuk Tika. Dia yang membiayai hidup Tika. Hingga Tika tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya saat ibunya sudah tidak ada.
Berita kematian dari ibu Tika langsung di umumkan oleh pihak pengurus masjid. Mereka mengumumkan akan kematian dari ibu Tika yang secara mendadak tersebut.
__ADS_1
Pengumuman itu langsung membuat heboh penduduk kampung. Apalagi pengakuan dari Tika akan sosok Genderuwo yang mencekik ibunya menjadi buah bibir tersendiri. Mereka mulai takut akan Genderuwo yang bisa saja meneror mereka seperti Genderuwo itu meneror ibu Tika.
Selain jadi buah bibir warga di kampung. Kematian dari ibu Tika sendiri, menjadi kebahagiaan yang tidak bisa di lukiskan dengan sebuah kata-kata. Ada Tini da. Lutfhi yang tentu bahagia dengan kabar kematian dari ibu Tika tersebut. Mereka bahkan tertawa dengan begitu bahagia saat mengetahui kabar akan kematian dari ibu Tika. Apalagi Tini yang memang ingin kematian menjadi pembalasan untuk ibu Tika. Terlihat begitu bahagia saat tahu kabar itu pertama kali. Hingga Tini pun langsung tertawa dengan kabar kematian dari ibu Tika tersebut.
Lutfhi dan Tini semakin bersorak gembira saat mereka tahu kini Tika akan menjadi yatim piatu. Mereka senang hal itu terjadi pada Tika. Sebab Tika sempat menjauhi Tiwi di sekolah. Hingga Tiwi merasa sedih atas sikap dingin serta kabar yang di beritakan oleh Tika pada seluruh siswa akan kelakuan Tini yang begitu buruk pada ibunya.
"Aku harap kabar ini akan menjadi kabar yang penuh suka cita untuk kita. Mungkin dia bukan musuh utama kita. Tapi mulut dia yang seperti sampah. Layak untuk di bakar dengan sebuah cekikan dari Genderuwo kita. Ini sudah menjadi pembalasan yang sempurna untuknya. Ini akan jadi pembalasan yang paling indah." ucap Tini dengan wajah sinisnya.
Lutfhi mendekat ke arah Tini, dia menyentuh Tini dari belakang. Kemudian mencium tubuh Tini yang begitu harum. Sebelum mengatakan hal yang tak kalah jahat.
"Apapun demi membuat cintaku ini bahagia. Aku akan melakukannya. Semua ini untuk kamu sayang."
Tini pun tersenyum dengan senyuman yang penuh dengan kemenangan. Tini berharap ini akan jadi kemenangan pertama untuk dirinya. Sehingga akan ada kemenangan kedua, ketiga dan seterusnya untuk dirinya. Hingga ambisi Tini untuk menjadi seorang yang luar biasa di kampung ini terwujud. Tini yang terobsesi untuk menjadi seorang yang luar biasa dalam banyak hal. Kerap mengorbankan apapun demi kesenangan dalam hidupnya. Itu yang di lakukan oleh Tini selama ini.
__ADS_1
Dia bernama di suatu hari, dirinya dan Lutfhi akan benar-benar menjadi orang yang di hormati. Tidak ada orang yang berani pada dirinya. Hingga setiap orang yang menghampiri dirinya aka takut dan sungkan. Itu harapan seorang Tini di masa yang akan datang. Harapan yang bisa di penuhi dengan Genderuwo yang memang berada dalam genggaman mereka berdua.