Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lukas Belajar Ikhlas


__ADS_3

Lukas harus menumpang sebuah mobil untuk bisa ke bangunan sekolah yang di buatnya. Kini Lukas sudah tidak tinggal bersama dengan kedua orangtuanya. Dia harus tinggal bersama dua anak Firman yang di usir warga menjauh dari kampung mereka.


Ini tentu jadi tantangan tersendiri bagi seorang Lukas. Pasalnya jarak kontrakan baru Lukas dengan bangunan sekolah cukup jauh. Sehingga Lukas harus bisa menumpang mobil untuk bisa sampai di bangunan sekolah miliknya tersebut.


Lukas terlihat begitu bahagia saat sudah sampai di bangunan sekolahnya. Dia tersenyum dengan begitu lebar saat melihat bangunan sekolahnya yang kembali di bangun menggunakan uang warisan seorang Darwis. Lukas berharap bangunan sekolah yang akan di bangun oleh dirinya tidak akan mengalami musibah seperti sebelumnya. Ini yang di harapkan oleh seorang Lukas.

__ADS_1


Seorang perempuan renta menghampiri seorang Lukas. Dia membawa sepiring gorengan yang akan di berikan pada pegawai yang tengah membangun sekolah milik Lukas. Perempuan tua itu mengatakan jika dirinya begitu senang dengan rencana Lukas yang ingin membangun sekolah untuk anak-anak bisa belajar ilmu agama.


Selama ini banyak anak-anak di kampung yang tidak memiliki bekal agama yang cukup. Sehingga mereka berpotensi akan mengalami hal yang sama dengan orangtua mereka yang banyak melakukan perbuatan musyirik.


Lukas sendiri merasa senang dengan apa yang di berikan oleh perempuan renta tersebut. Dia mengaku bahagia dengan apa yang di berikan olehnya. Ini adalah hadiah yang paling besar bagi seorang Lukas. Sepiring gorengan yang akan menjadi pahala bagi perempuan renta tersebut.

__ADS_1


Lukas bukan bagian dari para warga yang mudah terhasut. Lukas harus membuktikan sendiri apa yang menjadi pembicaraan orang akan kebenaran. Sebab di zaman yang sudah semakin tua ini. Fitnah sudah menjadi hal yang lumrah. Belajar dari situ, Lukas selalu melakukan pencarian informasi yang benar. Sehingga Lukas tidak akan langsung termakan oleh fitnah seseorang.


Perempuan renta itu pun merasakan hal yang sama. Dia banyak mendapat fitnah dari para warga. Perempuan renta itu yang hidup sendiri itu memang menjadi sasaran fitnah yang paling empuk. Dia tak mampu melawan, sehingga orang lain bisa melakukan berbagai upaya untuk menjatuhkan dirinya dengan berbagai cara.


Sesering apapun perempuan itu di fitnah. Namun dia mengaku tidak menaruh dendam sama sekali. Justru dia belajar dari setiap fitnah itu. Bahkan dia juga selalu berdoa agar setiap orang yang melakukan fitnah pada dirinya untuk segera mendapatkan hidayah. Sehingga orang itu tidak akan lagi melakukan fitnah terhadap orang lain.

__ADS_1


Lukas benar-benar senang bisa bertemu dengan perempuan renta itu. Dia banyak belajar dari perempuan itu yang begitu sabar. Lukas sering mendengar fitnah tentang perempuan itu. Namun tidak ada satu pun fitnah yang dia terima dengan baiknya. Lukas harus mencari kebenarannya terlebih dahulu. Sebab jika Lukas langsung percaya dengan semua yang di ucapkan orang-orang. Lukas akan menjadi golongan mereka yang sama-sama melakukan fitnah pada orang lain.


__ADS_2