
Lelah membantu beberapa pekerja yang harus merapikan semua bahan material yang baru di belinya. Lukas kini harus menumpang sebuah angkutan yang membawa dirinya menuju rumah Firman.
Ketika adzan maghrib berkumandang, Lukas memilih untuk menepi sejenak. Dia ingin menunaikan shalat magrib terlebih dahulu. Mungkin itu lebih baik, daripada Lukas harus menggabungkan shalat magrib dan Isya secara bersamaan.
Lukas masuk ke dalam sebuah masjid yang berada tepat di jalan raya. Dia terlihat begitu antusias saat kumandang adzan dia bisa dengar. Ini adalah sebuah pengalaman yang baik bagi seorang Lukas. Hingga dia tak ingin melewatkan waktu shalat tersebut.
Kumandang adzan magrib usai. Kini Lukas melaksanakan sebuah ibadah sunah yang tentunya memiliki banyak pahala. Shalat sunah masjid menjadi ibadah lainnya yang di lakukan oleh Lukas. Dia terlihat begitu khusyuk melakukan ibadah shalat tersebut. Hingga Lukas sangat menikmati shalat tersebut.
Shalat sunah yang berjumlah 2 raka'at tersebut usai di lakukan oleh Lukas. Kini kumandang Iqamah terdengar. Waktu shalat magrib pun hampir tiba. Lukas pun harus segera siap untuk melaksanakan shalat magrib yang akan di lakukan.
Lukas berada di shaf paling depan. Dia menyukai berada di shaf paling depan. Sebab dia merasa ini adalah shaf yang paling baik. Lukas bisa mendengar suara imam dengan begitu jelas. Suara imam ketika membaca surat suci Al-Qur'an. Dia selalu merindukan hal tersebut, ketika shalat berjamaah berlangsung.
Total 30 menit sudah di lakukan oleh Lukas dalam melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Dia kembali menaiki angkutan umum untuk menuju rumah Firman. Dia yang di bekali satu rantang penuh makanan oleh Ima. Terlihat sudah tidak sabar untuk makan malam bersama dengan Sandi dan Sandra yang telah menunggu kedatangan dari dirinya menuju rumah.
__ADS_1
Perjalanan itu di manfaatkan oleh Lukas dengan bersholawat. Dia membaca banyak sholawat untuk membuat perjalanan yang di lakukan oleh Lukas berjalan dengan baik. Ini adalah cara terbaik untuk mengusir rasa kantuk serta bosan dalam perjalanan yang sudah biasa di lakukan oleh Lukas tersebut.
Beberapa orang terlihat begitu nyaman saat mendengar Lukas bersholawat. Namun ada juga yang mencemooh apa yang di lakukan oleh Lukas. Mereka yang mencemooh apa yang Lukas lakukan adalah mereka yang sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan namanya agama. Sehingga mereka kira g nyaman saat Lukas mempraktekkan sebuah perintah agama.
Melihat banyaknya orang yang tertarik dengan suara merdu dari Lukas dalam melantunkan sholawat. Para penumpang lain pun mulai mengikuti Lukas untuk bersholawat. Ini adalah perjalanan yang menyenangkan, sebab di isi oleh sholawat yang di lantunkan oleh seluruh penumpang.
Sang sopir pun merasa senang saat Lukas menjadi salah satu penumpangnya. Dia merasa keberadaan dari seorang Lukas menjadi pembeda untuk dirinya. Dia mendengar Lukas mengumandangkan suara sholawat dengan begitu indahnya. Itu cukup menyejukkan hati dan pikiran.
Lukas akhirnya tiba di depan rumah Firman. Di hendak turun, namun salah seorang penumpang yang kurang suka dengan keberadaan dari Lukas. Sengaja menyodorkan kali, Lukas yang tak melihat ada kaki penumpang lain. Akhirnya langsung tersandung oleh kaki penumpang tersebut.
Lukas segera membuka pintu gerbang rumah Firman. Dia merasa harus melakukan hal tersebut. Sebab Lukas mendengar Sandra yang begitu ketakutan. Lukas pun langsung berlari masuk ke dalam rumah. Dia ingin tahu apa yang terjadi jadi pada seorang Sandra. Sehingga Sandra menangis dengan begitu hebatnya.
Saat Lukas membuka pintu. Lukas melihat bagaimana Sandi mencambuk Sandra dengan sebuah sabuk. Hingga Sandra yang kesakitan dengan apa yang di lakukan oleh Sandi, hanya bisa menangis.
__ADS_1
Lukas menarik Sandra. Dia meminta Sandi untuk menghentikan aksinya tersebut. Lukas juga meminta Sandi untuk beristighfar. Namun Sandi yang sedang kerasukan kuntilanak peliharaan Firman. Tidak memperdulikan apa yang di ucapkan oleh seorang Lukas. Sandi justru semakin brutal. Dia menjatuhkan benda-benda yang ada di rumahnya.
Lukas langsung membaca beberapa ayat suci Al-Qur'an untuk membuat Sandi bisa kembali normal. Itu adalah cara yang harus di lakukan oleh Lukas untuk membuat kuntilanak yang ada di tubuh Sandi keluar. Kuntilanak itu adalah kuntilanak yang membuat Sandi menjadi seperti orang gila. Hingga Sandi kerasukan dengan begitu menyeramkan.
Ayat-ayat suci yang di baca oleh seorang Lukas, perlahan membuat kuntilanak yang ada di tubuh Sandi kepanasan. Kuntilanak itu benar-benar tak kuat dengan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang di baca oleh Sandi. Akhirnya kuntilanak itu perlahan mulai keluar dari tubuh Sandi.
Namun sebelum keluar, kuntilanak itu mengatakan pada Lukas. Dia tidak akan pernah berhenti untuk menganggu keluarga Firman. Sampai Firman menjadi tumbal terakhir untuk dirinya. Dia ingin Firman menjadi tumbal untuk dirinya sendiri.
Tentu ucapan dari Kuntilanak itu langsung di balas dengan tegas oleh Lukas. Dia mengatakan jika kuntilanak itu tidak akan pernah mendapatkan Firman untuk menjadi tumbal terakhirnya. Lukas akan terus melindungi Firman dari serangan kuntilanak terkutuk tersebut.
Suara tertawa khas yang biasa di lakukan oleh Kuntilanak itu, menjadi akhir darinya. Dia pun pergi dari rumah Firman. Namun Kuntilanak itu tentu akan kembali lagi. Dia akan kembali mengganggu keluarga Firman dengan berbagai cara. Cara yang akan membuat keluarga Firman bertekuk lutut pada dirinya.
"Aku takut paman Lukas." ujar Sandra terus memeluk Lukas.
__ADS_1
Lukas pun terus memeluk seorang Sandra dengan eratnya. Dia mencoba menenangkan Sandra yang masih ketakutan dengan apa yang di lakukan oleh kuntilanak tersebut. Lukas semakin tidak menyangka, Kuntilanak itu akan meneror keluarga Firman dengan begitu hebatnya. Ini di luar dugaan seorang Lukas. Hingga Lukas harus menemukan cara agar Kuntilanak itu tidak akan menggangu anak-anak Firman lagi di kemudian hari.