
Baim mendatangi rumah adiknya, kedatangan dari seorang Baim tentunya untuk mengajak sang adik berdiskusi. Mungkin dengan berdiskusi dengan adiknya, tidak akan ada lagi kesalahpahaman yang mungkin akan terjadi antara Baim dengan adiknya tersebut. Ini menjadi hal yang harus di lakukan oleh Baim. Dia tak bisa memutuskan semuanya sendiri, perlu pertimbangan dari adiknya dalam memutuskan apa yang akan dia ambil.
Baim duduk di teras rumah adiknya. Salah seorang keponakan Baim yang bernama Mira mulai datang menghampiri Baim dengan wajah sumringah. Dia senang dengan kedatangan dari seorang Baim ke rumahnya. Mengingat Baim yang kerap memberikan seorang Mira hadiah.
Baim pun menyempatkan diri untuk bermain bersama dengan Mira terlebih dahulu. Sebelum dia meminta Mira untuk memanggil ibunya menemui Baim. Mira pun langsung melaksanakan tugas yang di berikan oleh Baim pada dirinya. Dia segera masuk kedalam rumah, untuk memanggil ibunya yang sebenarnya sedang masak makan siang.
Mira menarik tangan ibunya dengan begitu kuat. Dia tak ingin Baim terlalu lama menunggu ibunya. Hingga Baim pun akan segera bertemu dengan ibunya tersebut. Baim tidak akan menunggu terlalu lama ibunya tersebut.
__ADS_1
Baim begitu bahagia dengan kedatangan adiknya. Namun adiknya merasa tak enak pada seorang Baim. Sebab Baim menunggu dirinya di luar rumah. Padahal dia berharap Baim akan masuk ke dalam rumahnya untuk mengobrol di dalam rumah.
Baim tetap tak bergeming. Dia merasa obrolan ini tidak harus di lakukan di dalam rumah. Di luar rumah pun di rasa cukup bagi seorang Baim. Sehingga dia tidak harus pergi ke dalam rumah. Sebab dia sendiri ingin juga merasakan hembusan angin yang langsung menyapa tubuhnya.
Akhirnya adik Baim pun duduk di samping Baim. Dia mengatakan jika dirinya begitu penasaran dengan kedatangan dari Baim ke rumahnya. Harapan terbesar dari adiknya, tentu adalah kabar baik dari ibu mereka. Sehingga adiknya bisa merasakan sebuah perasa lega yang teramat.
"Lukas menawarkan pengobatan non medis untuk Ibu. Aku setuju dengan tawaran dari Lukas. Aku hanya menunggu jawaban dari kamu. Apakah kamu setuju untuk membawa Ibu ke pengobatan non medis tersebut?"
__ADS_1
Adik Baim terlihat sumringah dengan tawaran dari Baim tersebut. Tidak ada keraguan dari dirinya untuk menolak ide dari seorang Lukas. Hingga Baim pun begitu senang dengan gesture yang di tunjukkan oleh adiknya tersebut.
Namun Baim harus berpikir juga untuk biaya pengambilan ibunya di rumah sakit. Itu juga butuh biaya yang besar. Biaya administrasi yang harus di bayarkan oleh Baim untuk membawa ibunya keluar dari rumah sakit.
Baim sempat ingin menjual harta yang di miliki oleh dirinya. Namun Baim ragu untuk melakukan itu. Kinasih tentu tidak akan setuju dengan ide dari Baim. Apalagi Kinasih di kenal sebagai seseorang yang gila harta. Dia tidak akan mau untuk mengizinkan Baim menjual hartanya tersebut. Semua hartanya itu tentu adalah harta yang ingin di jadikan oleh Kinasih untuk sombong pada orang lain. Baim pun masih ragu untuk membujuk seorang Kinasih agar mau menjual semua harta yang di miliki oleh Baim.
Adik Baim pun siap membantu Baim dalam merayu Kinasih. Dia dekat dengan kakak iparnya tersebut. Sehingga Baim akan mendapatkan dukungan penuh dari adiknya dalam merayu Kinasih menjual semua harta yang di miliki oleh Baim saat ini.
__ADS_1