Jimat Warisan

Jimat Warisan
Pergi Ke Dukun


__ADS_3

Membawa keris wasiat, Lutfhi dan Tini datang pada seorang dukun yang selama ini di kenal memiliki reputasi yang cukup bagus. Jarak yang jauh dari rumah mereka, tidak pernah di pedulikan oleh Lutfhi dan Tini. Terpenting keduanya bisa segera menemukan solusi untuk menghancurkan keris wasiat yang membuat hidup mereka tidak tenang selama ini. Keris itu memang tidak baik, tapi keris yang bisa baik saat di gunakan untuk hal kebaikan. Namun Lutfhi memilih untuk menggunakan keris itu ke dalam sebuah tindakan yang tidak baik. Sehingga Lutfhi dan Tini mendapatkan banyak masalah ketika memiliki keris tersebut.


Lutfhi terdiam saat berada di dalam ruang dukun tersebut. Dia tidak bisa berkata-kata melihat ruangan dukun yang di penuhi dengan benda-benda antik tersebut. Banyak benda antik yang menghiasi ruangan tersebut. Tidak hanya antik saja, namun beberapa benda memiliki visual yang begitu seram. Hingga Lutfhi dan Tini sempat ketakutan berada di dalam ruangan tersebut.


Sebenarnya tidak hanya Lutfhi saja yang takut berada di dalam ruangan tersebut. Tini juga takut berada di ruangan tersebut. Dia tidak henti memegang tangan Lutfhi, mereka merasa apa yang ada di ruangan itu cukup menyeramkan. Sehingga mereka tidak sedikit panik melihat setiap benda yang terpajang di ruang dukun tersebut.


Tini dan Lutfhi semakin tidak berdaya dengan apa yang ada. Mereka berdua semakin terkejut saat melihat bagaimana kelelawar yang leluasa melintasi wajah mereka. Entah itu kelelawar yang memang dari alam. Namun bisa juga itu adalah kelelawar jelmaan dari hantu peliharaan dukun tersebut.


Lutfhi dan Tini juga sempat tidak bisa menatap lama wajah dukun yang mereka datangi. Apalagi wajah dukun itu terlihat begitu seram, dengan gigi di bagian depan yang sudah tidak ada. Itu jadi hal yang cukup membuat Lutfhi dan Tini panik dengan kondisi dari dukun tersebut. Tini dan Lutfhi pun berusaha tenang dengan apa yang ada.

__ADS_1


"Apa tujuan kalian datang ke rumah saya?" tanya dukun tersebut dengan wajah serius.


Lutfhi langsung mengeluarkan keris warisan yang di bawanya. Kemudian Lutfhi menyerahkan keris itu pada sang dukun. Mengingat keris itu cukup membuat Lutfhi kerepotan dengan apa yang ada.


"Saya ingin meminta bantuan dari Mbah. Di mana saya memiliki sebuah keris yang mana keris ini merupakan keris warisan dari mertua saya. Saya ingin Mbah memusnahkan keris serta mahluk yang ada di keris ini." ucap Lutfhi dengan penuh harap.


Dukun itu pun tidak langsung mengiyakan permintaan dari Lutfhi. Dia memperhatikan bagaimana bentuk dari keris yang di bawa oleh Lutfhi tersebut. Keris sakti itu terlihat memiliki aura yang begitu besar. Hingga Keris itu akan sulit untuk di musnahkan oleh dukun tersebut. Mungkin dukun itu butuh kekuatan yang lebih untuk bisa menghancurkan keris sakti tersebut. Keris yang akan membuat dukun itu bekerja dengan penuh tenaga.


Ini adalah keris yang cukup kuat, sehingga buruh waktu untuk bisa menghancurkan keris tersebut. Belum lagi kekuatan yang ada di keris itu. Akan menjadi kesan tersendiri bagi dukun itu dalam menghancurkan keris tersebut. Namun dukun itu tetap mencoba menghancurkan keris warisan tersebut. Sebab Lutfhi dan Tini siap membayar mahal untuk dukun tersebut. Mereka akan membayar berapa saja yang di inginkan oleh dukun tersebut. Dengan catatan keris tersebut bisa hancur. Sehingga keris itu tidak akan meneror Tini dan Lutfhi lagi.

__ADS_1


Dukun itu langsung mengambil keris itu dari tangan Lutfhi. Meletakkan keris itu di atas tumpukan mawar yang telah dia persiapkan. Dia sudah siap untuk membaca beberapa ajian yang akan membuat keris itu hancur.


Beberapa ajian itu pun langsung di baca oleh keris tersebut. Seketika keris itu mulai bergetar hebat memancar sebuah cahaya yang cukup terang. Tidak berselang lama, muncul sosok Genderuwo dari keris tersebut. Lutfhi dan Tini pun langsung ketakutan saat Genderuwo itu muncul di hadapannya. Namun mereka yakin, dukun yang mereka bayar akan sukses mengalahkan Genderuwo tersebut. Sehingga mereka bisa aman dari serangan yang mungkin akan menyerang mereka.


Genderuwo itu pun langsung mencekik leher dukun itu. Namun dukun itu masih bisa melepaskan cekikan dari Genderuwo itu dengan sebuah ajian sakti. Sehingga dukun itu bisa bebas dari tangan berdarah Genderuwo tersebut.


Namun dukun itu tidak mampu melawan saat Genderuwo itu mulai menyerang dirinya dengan sebuah serangan bertubi-tubi. Dia hanya bisa bertahan dengan seorang Dati Genderuwo tersebut. Hingga pada akhirnya dukun itu pun tumbang dengan serangan yang di lakukan oleh Genderuwo. Dia terjatuh, hingga akhirnya darah muncul dari mulutnya.


Melihat tanda-tanda dukun itu akan mati oleh Genderuwo tersebut. Tini dan Lutfhi pun langsung berinisiatif untuk kabur dari pertarungan antara dukun dan Genderuwo miliknya. Mereka berdua tidak ingin menjadi korban dari amukan Genderuwo tersebut. Sebab mereka sudah melihat tanda-tanda akan kekalahan dari dukun yang mereka sewa tersebut.

__ADS_1


Lutfhi dan Tini segera menaiki mobil mereka. Meninggalkan keris sakti yang selalu di bawa oleh mereka berdua. Keduanya begitu ketakutan dengan apa yang mungkin akan di lakukan oleh Genderuwo tersebut. Ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi Tini dan Lutfhi agar bisa terhindar dari Genderuwo yang begitu seram tersebut.


Tini dan Lutfhi tetap saja harus waspada selama di.perjalanan pulang. Sebab bukan tidak mungkin mereka akan di cegat oleh Genderuwo itu. Mereka pun harus tetap hati-hati dengan serangan yang bisa saja di lakukan secara tiba-tiba oleh Genderuwo.


__ADS_2