
Sebuah pabrik baso di di dirikan oleh Kosim tak jauh dari kediaman rumahnya. Di dalam pabrik, ada puluhan pekerja yang menggantung hidup dari usaha Kosim tersebut. Sebagian besar pekerja di pabrik baso milik Kosim adalah pemuda yang ada di kampung Kosim itu sendiri. Sehingga keberadaan pabrik baso milik Kosim, sangat membantu bagi sebagian warga di sekitar rumah Kosim.
Lutfhi sadar jika dia membuat usaha Kosim bangkrut, dia akan segera mendapatkan tanah milik Kosim yang selama ini begitu sulit Lutfhi dapat. Makanya Lutfhi berusaha membuat usaha Kosim tersebut bangkrut.
Hal pertama yang di lakukan oleh Lutfhi pada Kosim adalah dengan membuat seluruh pekerja di pabrik Kosim itu kesurupan masal. Dengan begitu, akan banyak pekerja Kosim yang tidak betah untuk bekerja di pabrik Kosim. Dengan bantuan genderuwo miliknya, Lutfhi sudah siap membuat beberapa pekerja di pabrik Kosim kesurupan masal.
Suasana pabrik yang awalnya begitu tenang, secara tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Di awali dari salah seorang pemuda yang tiba-tiba melempar sebuah adonan besar di buatnya. Kemudian pekerja berteriak mengancam pegawai lain yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
Sontak beberapa pekerja yang ada di sekitar pemuda itu ketakutan dengan sikap aneh yang di tunjukkan oleh pemuda itu. Mereka tidak menyangka apa yang terjadi pada pemuda tersebut. Hingga mereka sontak menjauh dari pemuda itu yang semakin agresif menghancurkan barang-barang yang ada di bagian produksi.
Semuanya berlari menjauh dari pemuda itu. Mereka tidak ingin terjadi masalah dengan berada di dekat pemuda itu. Mengingat pemuda itu pun semakin agresif menyerang orang-orang yang ada di sekitarnya. Itu yang menjadi ketakutan tersendiri.
Kosim yang kebetulan sedang ada di pabrik, turut panik dengan kondisi salah satu pekerjanya tersebut. Hingga Kosim meminta pada pekerja lain untuk bisa lebih tenang lagi. Demi membuat suasana mencekam itu hilang segera.
Pak ustadz Rudi yang kerap membantu orang-orang dari gangguan mahluk tak kasat mata. Mencoba menolong Kosim dengan masalah yang di hadapi olehnya. Dia pun mulai membacakan doa-doa yang bisa membuat pegawai di pabrik Kosim kembali normal. Mereka tidak akan kesurupan kembali, sesuai dengan harapan dari seorang Kosim.
__ADS_1
Beberapa pegawai di pabrik Kosim mulai sadarkan diri. Namun sebagian masih ada yang terus menangis. Bahkan ada juga yang mencoba menyerang Kosim dan Rudi. Untung Rudi dengan sigap menangkal mereka yang berusaha menyerang Kosim. Sehingga Kosim bisa selamat dari serangan pekerjanya sendiri.
Rudi pun melihat sosok Genderuwo Lutfhi yang berdiri di salah satu sudut pabrik Kosim. Mata merah menyala di tunjukkan oleh Genderuwo itu pada Rudi. Tapi Rudi tetap tidak gentar, dia justru menghampiri Genderuwo yang mulai mengeluarkan aroma tak sedap itu.
Saat sudah berada di hadapan Genderuwo tadi. Rudi dengan sedikit doa-doa yang di panjatkan, langsung menampar Genderuwo milik Lutfhi itu dengan begitu kerasnya. Hingga Genderuwo itu berusaha menyerang Rudi. Tapi Genderuwo itu tak mampu berbuat banyak, saat Rudi langsung membacakan ayat suci untuk membuatnya menyerah. Dengan segera, Genderuwo Lutfhi pun menghilang begitu saja. Meninggalkan pabrik milik Kosim.
Menghilangnya Genderuwo itu dari pabrik Kosim, membuat karyawan Kosim yang sempat kesurupan. Kembali menjadi normal seperti sediakala. Walaupun mereka sempat bingung dengan apa yang terjadi pada mereka. Mengingat ketika mereka kesurupan oleh Genderuwo Itu, mereka tidak mengingat apapun. Tidak ada bayangan apapun dari mereka semua. Selain bayangan
__ADS_1