
Akan sangat sulit bagi seorang Tini untuk merayu ibunya menyerahkan tanah miliknya yang telah di berikan pada Lukas untuk membangun sebuah sekolah. Kini satu-satunya cara yang bisa di lakukan oleh Tini dan Lutfhi adalah meminta bantuan genderuwo peliharaannya dalam mengubah keputusan ibunya tersebut. Dengan cara itu mungkin bisa di lakukan oleh Lutfhi dan Tini.
Seperti biasanya, Lutfhi memasuki ruang praktek yang sering di gunakan untuk melakukan ritual. Ruangan yang di penuhi oleh benda mistis itu, terlihat menyeramkan. Tapi Lutfhi begitu menyukai berada di ruangan itu. Sebab dia merasa ruangan itu begitu cocok untuk di jadikan tempat meditasi. Merenung, sekaligus melakukan praktek guna-guna untuk seseorang yang akan di tuju.
Lutfhi pun mulai dengan duduk di posisi kedua kaki menyilang satu sama lain. Kedua tangan Lutfhi di letakan di masing-masing kaki. Beberapa ajian mulai dibaca oleh Lutfhi untuk memanggil genderuwo yang masih bersemayam di dalam keris itu.
Tak butuh waktu lama bagi Lutfhi untuk menunggu genderuwo peliharaannya datang. Genderuwo itu pun segera menampakkan wajahnya di hadapan Lutfhi. Dengan gigi yang semakin panjang serta sedikit mengeluarkan aroma busuk. Penampilan genderuwo itu membuat Lutfhi sempat terkejut. Aroma bau busuk yang keluar dari tubuh genderuwo itu, semakin membuat Lutfhi tidak begitu nyaman. Dia pun sempat ingin muntah mencium aroma bau yang di keluarkan oleh genderuwo miliknya sendiri.
Menahan aroma kurang sedap yang keluar dari genderuwo itu. Lutfhi mulai berkomunikasi dengan genderuwo seram itu. Mengatakan keinginannya dari dirinya yang menginginkan mertuanya itu mendapat pelajaran dari apa yang telah di lakukan oleh dirinya. Mungkin sedikit pelajaran berharga layak di berikan oleh genderuwo itu terhadap mertua Lutfhi.
__ADS_1
Genderuwo itu sempat menolak. Dia meminta tumbal pada seorang Lutfhi. Bukan lagi tumbal seekor kerbau atau hewan besar lainnya. Tapi tumbal sesosok anggota keluarga dari Tini dan Lutfhi. Di situ Lutfhi mulai bingung untuk menumbalkan salah satu anggota keluarga besarnya.
Lutfhi sempat menemui Tini untuk mencari nama orang yang akan di tumbalkan pada sosok genderuwo itu. Lutfhi masih bingung untuk mencari orang yang bisa di jadikan tumbal. Sehingga dia perlu berkonsultasi dengan Tini dalam mencari sosok manusia yang harus di tumbalkan oleh Lutfhi pada genderuwo tersebut.
"Siapa yang akan kita tumbalkan?" tanya Lutfhi dengan wajah bingung.
"Apa kita tumbalkan saja ibu kamu sendiri. Aku pikir dia memiliki sedikit masalah dengan kita. Sehingga dia layak untuk kita jadikan tumbal pada genderuwo itu." ujar Lutfhi.
Tini sempat terdiam mendengar permintaan dari Lutfhi. Mungkin Tini sempat kesal terhadap ibunya yang lebih memilih memberikan tanah itu pada kakaknya. Daripada memberikan tanah itu pada Tini. Tapi apakah Tini tega untuk menumbalkan ibunya sendiri. Sebuah dilema berat yang membelenggu pikiran seorang Tini.
__ADS_1
Namun tidak ada lagi orang yang bisa Tini jadikan tumbal. Sehingga satu-satunya orang yang mungkin bisa di jadikan tumbal adalah sosok ibunya. Tini harus menjadikan ibunya tersebut sebagai tumbal yang akan membuat genderuwo itu semakin takluk pada seorang Lutfhi.
Akhirnya setelah berpikir cukup panjang, Tini setuju dengan keputusan dari seorang Lutfhi. Dia merelakan ibunya untuk di jadikan tumbal pada genderuwo berbadan besar itu. Dengan begitu genderuwo itu akan sedikit lebih menurut lagi pada Lutfhi.
Lutfhi pun mulai mengganti ritual yang di jalani. Dari menguna-guna mertuanya sendiri. Menjadi ritual menumbalkan sosok mertuanya sebagai sebuah tumbal pada genderuwonya sendiri. Lutfhi begitu antusias untuk melakukan hal tersebut.
Ajian-ajian super mujarab mulai diucapkan oleh Lutfhi. Seketika segumpal asap muncul dari keris sakti miliknya tersebut. Asap kematian yang akan merenggut nyawa ibu mertuanya itu mulai bergerak keluar dari ruangan tempat Lutfhi melakukan praktek. Asap itu terlihat begitu cepat, hingga Lutfhi tidak menyadari asap pekat itu mulai menjalankan tugas.
Kini Lutfhi hanya menunggu kabar kematian dari ibu mertuanya tersebut. Mungkin untuk urusan tanah, Lutfhi bisa menggangu Lukas dengan genderuwo peliharaannya. Sehingga Lukas akan segera membatalkan pembangunan sekolah yang hendak di lakukan.
__ADS_1