Jimat Warisan

Jimat Warisan
Keracunan Bakso Kosim


__ADS_3

Mujarab, satu kata untuk menggambarkan bagaimana obat pencahar yang di campur oleh Lutfhi itu bereaksi. Obat pencahar itu begitu manjur dalam menjalankan tugasnya. Hingga banyak pelanggan bakso Kosim yang akhirnya keracunan masal.


Mereka merasakan mual, sakit di bagian perut. Juga merasa pusing yang teramat. Hingga mereka merasa begitu lemas, usai menyantap bakso yang di beli dari Kosim.


Beberapa pedagang yang membeli bakso dari Kosim, juga merasakan hal yang sama. Bakso mereka di protes oleh pelanggan setianya. Sebab bakso itu telah membuat mereka diare hebat. Hingga ada beberapa pihak yang menuntut ganti rugi pada pedagang bakso tersebut.


Banyaknya keluhan yang datang pada seorang Kosim. Lantas membuat Kosim begitu panik. Dia tak menyangka bakso miliknya akan membuat banyak orang diare. Apalagi Kosim tidak mencampur bahan-bahan berbahaya kedalam bakso yang di buatnya. Hanya bahan biasa yang memang menjadi bahan utama pembuatan bakso miliknya tersebut.


Kosim terlihat begitu stress dengan banyaknya keluhan yang datang dari para pelanggannya. Kosim pun mengecek proses pembuatan bakso. Semua berjalan sesuai dengan standar yang telah di buat oleh Kosim. Sehingga sangat mengherankan, jika bakso dari Kosim menyebabkan keracunan masal.


Seorang pelanggan Kosim yang bernama Cika datang dengan penuh amarah. Wanita berusia 32 tahun itu meminta kompensasi atas apa yang terjadi pada kedua anaknya. Kedua anak Chika di larikan ke rumah sakit, setelah memakan bakso yang berasal dari Kosim. Hingga Chika pun meminta Kosim untuk membayar biaya perawatan kedua anaknya yang di rawat di rumah sakit.

__ADS_1


Tak hanya Chika saja yang meminta ganti rugi pada Kosim. Tapi banyak orang yang telah menjadi korban bakso Kosim, juga meminta hal yang sama. Mereka meminta Kosim untuk membayar biaya perawatan mereka selama di rumah sakit. Itu sesuai dengan apa yang mereka hadapi. Kosim pun berjanji akan melakukan ganti rugi pada setiap orang. Sehingga mereka di minta untuk tidak takut akan Kosim yang lari dari tanggung jawabnya.


Beberapa orang yang paham hukum, cukup membawa kasus keracunan yang di sebabkan oleh Kosim itu ke jalur hukum. Mereka siap menyeret Kosim ke dalam penjara, tempat di mana Kosim nantinya akan merasakan dinginnya tembok penjara.


Kosim benar-benar di buat pusing dengan kasus keracunan yang menimpa usaha bakso miliknya. Banyak orang yang akhirnya memutuskan untuk tidak bekerjasama kembali dengan Kosim. Mereka menganggap Kosim telah lalai, sehingga membuat banyak pelanggan Kosim yang tidak percaya lagi pada bakso produksi Kosim.


Selain kehilangan pelanggan setianya, serta terancam kurungan penjara. Biaya besar juga harus di keluarkan oleh Kosim untuk mengganti rugi pada setiap korban keracunan baksonya. Dengan begitu, Kosim tidak akan di tuntut lebih besar lagi oleh mereka yang di rugikan. Kosim harus bisa mengatur strategi, tentunya untuk membuat usahanya tetap bisa bertahan dengan masalah besar yang sedang di hadapi oleh dirinya.


Kosim benar-benar bingung dengan kondisi dari dirinya sekarang. Dia tidak bisa melakukan apapun lagi, selain hanya bisa berpasrah diri. Usahanya terancam bangkrut, belum lagi dengan biaya yang harus di bayar oleh Kosim untuk membayar kerugian dari setiap pelanggan Kosim yang terserang diare. Kosim harus memutar otak untuk menutup semua kerugian yang ada.


Laporan polisi yang mungkin saja di lakukan oleh mereka yang paham dengan hukum. Harus bisa di selesaikan oleh Kosim dengan segera. Dia harus menyewa seorang pengacara kompeten yang akan membuat Kosim bisa melawan gugatan yang datang pada dirinya.

__ADS_1


Kosim kini benar-benar habis, hidupnya sudah mendekati kehancuran. Mungkin ini adalah ujian yang harus Kosim lewati. Sehingga Kosim bisa lebih dewasa di kemudian hari. Ujian yang tentunya berat, tapi ini adalah salah satu hal yang akan membuat Kosim naik level menjadi lebih baik lagi.


Kosim pun siap kehilangan semua harta bendanya yang di miliki oleh dirinya saat ini. Mungkin dengan begitu Kosim tidak akan kabur dari tanggung jawab yang ada. Kosim harus melakukan itu sebagai bagian dari upaya dirinya dalam memperbaiki citra yang ada.


Dukungan dari istri dan anak Kosim juga begitu besar. Hingga Kosim bisa lebih tabah dalam menghadapi ujian yang datang pada dirinya. Bahkan di saat Kosim sedang berada dalam titik paling lemah sekali pun. Anak dan istri Kosim masih begitu setia mendukung Kosim. Itu yang membuat Kosim begitu bahagia dengan apa yang ada pada hidupnya. Kosim pun bersyukur istrinya bisa tetap mendampingi seorang Kosim yang hampir kolaps tersebut. Hampir kolaps dengan keracunan yang menyerang usahanya.


"Usaha itu akan selalu seperti ini. Tapi kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap semangat untuk mulai usaha lagi. Kita pasti bisa." ujar istri Kosim.


Kosim tersenyum dengan dukungan yang di berikan oleh istrinya tersebut. Dia merasa tak sendiri menghadapi ujian yang datang padanya tersebut. Hingga Kosim merasa jauh lebih kuat lagi dengan apa yang ada. Kosim pun sangat berterima kasih atas dukungan yang di berikan oleh istrinya tersebut.


Berbeda dengan Kosim yang sedang dalam keadaan payah. Lutfhi dan Tini, justru sedang dalam posisi bahagia. Mereka berdua begitu bahagia dengan apa yang terjadi pada seorang Kosim. Keduanya pun tak sabar melihat Kosim memohon pertolongan dari Lutfhi untuk membeli lahan miliknya. Padahal Lutfhi tempo hari sudah menawar tanah Dati Kosim tersebut. Tapi Kosim menolak untuk menjual lahan itu dengan alasan tak jelas.

__ADS_1


__ADS_2