Jimat Warisan

Jimat Warisan
Korupsi Seorang Baim


__ADS_3

Tangan baik terlihat sudah begitu gatal, sebab hari ini Baim akan menerima sejumlah uang dari Lutfhi. Uang itu sendiri akan Baim gunakan untuk membeli peralatan dan perlengkapan untuk membangun proyek perumahan dari seorang Lutfhi.


Baim yang sudah duduk di ruang tamu rumah Tini dan Lutfhi. Terlihat sudah tidak sabar menerima uang dengan nominal yang cukup besar dari Lutfhi. Sehingga ada sedikit rasa tak karuan dari seorang Baim ketika akan menerima uang dari Lutfhi tersebut.


Tak lama kemudian, Lutfhi yang berjalan bergandengan dengan Tini. Datang menghampiri Baim yang telah begitu lama menunggu kedatangan dari Lutfhi di kamar. Baim benar-benar senang bisa menjadi mandor proyek di kali ini. Sebab dengan begitu, Baim bisa memanfaatkan fasilitas yang di berikan oleh Lutfhi untuk kepentingan pribadi seorang Baim juga.

__ADS_1


Lutfhi kembali menatap mata Baim yang terlihat begitu hijau ketika melihat sekoper uang yang di bawa oleh Lutfhi. Kedua mata Baim tak henti memperhatikan uang dalam koper tersebut. Hingga Lutfhi langsung mengejutkan Baim dengan sebuah kalimat menohok.


"Awas mata kamu jatuh, ijo banget lihat duit."


Baim langsung tersipu malu saat Lutfhi mengejutkan dirinya. Dia merasa apa yang Lutfhi katakan pada dirinya tidak begitu benar. Baim yang memang seorang mata duitan, terlihat begitu bernafsu saat melihat ada sekoper uang di hadapannya. Sehingga Baim merasa sedikit malu dengan ucapan dari Lutfhi tersebut.

__ADS_1


Baim makin salah tingkah dengan ucapan seorang Tini. Iya, Baim memang seorang mantan koruptor. Tapi tidak hanya Baim yang akan napsu melihat uang dengan nominal yang banyak tersebut. Semua orang, selain Baim pun akan menyukai uang dari Lutfhi yang memang banyak tersebut.


Lutfhi tidak langsung menyerahkan uang miliknya tersebut. Lutfhi harus melihat dulu daftar belanja yang akan di lakukan oleh Baim. Dia tidak ingin Baim sampai melakukan korupsi di proyek miliknya tersebut. Sebab Lutfhi tahu Baim sering menilap uang proyek. Sehingga Lutfhi harus benar-benar berhati-hati dengan sosok Baim yang terkenal licik tersebut.


Baim mengeluarkan sebuah buku kecil yang menjadi daftar belanja dari dirinya. Lutfhi dan Tini pun dengan seksama melihat daftar belanja seorang Baim. Keduanya melihat dengan begitu detail, sehingga keduanya tidak akan khawatir terjadi manipulasi harga yang mungkin saja di lakukan oleh seorang Baim.

__ADS_1


Begitu melihat tidak ada manipulasi harga yang di lakukan oleh Baim. Lutfhi pun kembali memberikan buku kecil itu pada seorang Baim. Lutfhi rasa semuanya sesuai dengan harga barang yang ada. Jadi tidak ada kekhawatiran dari seorang Lutfhi akan Baim yang mungkin saja akan melakukan korupsi pada proyek miliknya tersebut.


Baim pun lalu menerima uang satu koper tersebut. Dia tersenyum saat melihat begitu banyaknya uang yang di berikan oleh Lutfhi. Pikiran seorang Baim langsung pergi entah kemana. Dia memikirkan apapun bisa dia lakukan dengan uang yang ada di hadapannya. Dengan uang satu koper tersebut, Baim bisa belanja keperluan rumah. Hingga Baim bisa menikah kembali mungkin, itu yang ada di pikiran seorang Baim. Pikiran kotor Baim yang tidak pernah lepas dari hal-hal yang merugikan dirinya sendiri. Pikiran yang mungkin saja akan membunuh Baim di masa depan.


__ADS_2