
Mendengar kabar Baim yang akan kembali bekerja di proyek miliknya. Lutfhi kini sudah tidak harus mengirimkan santet lagi pada ibu Baim. Mungkin apa yang di lakukan oleh Lutfhi sudah tidak ada gunanya lagi. Sebab Baim esok hari sudah akan kembali ke proyek sebagai seorang mandor.
Lutfhi yang sejak awal terus mengirimkan santet yang membuat ibu Baim tak berdaya. Kini sudah mulai menarik semua santet pada ibu Baim. Hingga ibu Baim pun mulai terlihat sudah sehat serta tidak merasakan sakit yang teramat kembali.
Baim terlihat begitu senang melihat kondisi ibunya yang sudah jauh lebih baik lagi. Namun sebenarnya dia agak sedikit kurang menyukai harus kembali ke proyek seorang Lutfhi. Ini akan jadi pekerjaan yang paling di benci oleh seorang Lutfhi. Hingga Baim merasa dia harus lebih banyak melakukan hal lain yang akan membuat hidupnya jauh lebih baik lagi.
__ADS_1
Lutfhi dan Tini sendiri sudah tidak sabar untuk menjadikan Baim sebagai seorang tumbal yang akan di persembahkan pada Genderuwo milik mereka. Ini akan jadi kabar yang menggembirakan pada Genderuwo itu. Dia sudah cukup lama menunggu sosok yang akan di tumbalkan oleh seorang Lutfhi pada Genderuwo tersebut. Hingga akhirnya Genderuwo itu sudah memiliki sosok yang akan di tumbalkan pada nya. Ini menjadi kabar yang cukup menggembirakan bagi Genderuwo tersebut.
Lutfhi dan Tini sendiri tak henti tersenyum dengan apa yang di putuskan oleh seorang Baim. Dia kembali ke proyek Lutfhi, itu artinya Baim akan di jadikan tumbal proyek yang mematikan. Baim hanya tinggal menunggu waktu saja, mungkin dalam beberapa hari ke depan, nama seorang Baim akan tinggal kenangan saja. Ini adalah bagian dari rencana Tini dan Lutfhi yang berhasil di jalankan dengan baik oleh keduanya.
"Aku hanya merayu Kakak aku untuk membuat suaminya takluk pada dirinya. Sehingga dengan begitu, dia mau untuk kembali ke proyek. Walaupun sedikit alot. Namun itu pasti. Akhirnya si Baim itu mau menerima pekerjaan di proyek tersebut. Aku menyukai kabar ini." balas Tini dengan tinggi hati.
__ADS_1
Lutfhi pun memeluk dan mencium seorang Tini. Ini menjadi penghargaan tertinggi bagi seorang Tini. Dia benar-benar bisa menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Tini benar-benar bisa di andalkan sebagai seorang istri. Hingga setiap rencana yang di buat oleh seorang Baim, bisa berjalan sesuai dengan rencana yang ada. Semuanya menjadi hal yang mudah bagi seorang Tini.
Tini lagi dan lagi meninggi seperti tak pernah menginjak bumi. Dia mengatakan jika apa yang terjadi, merupakan bagian dari kecerdasan dari seorang Tini dalam melakukan apapun. Dia adalah seorang yang tahu betul akan rencana dan taktik. Hingga Lutfhi tidak harus meragukan kualitas seorang Tini dalam melakukan apapun. Ini sudah di jelaskan oleh Tini secara gamblang. Dia pun kembali mengulangi apa yang menjadi ucapan dari dirinya sebelumnya.
Tini yang sudah semakin tinggi hati, semakin tidak ingin menginjak bumi kembali. Hingga Tini sudah tidak lagi bisa mengeluarkan kata yang baik. Semua kata yang keluar dari mulut Tini adalah kesombongan yang memang di sukai oleh sosok iblis. Dia mengatakan hal yang buruk pada Baim dan ibunya. Namun dia mengatakan hal yang baik pada dirinya. Hal baik yang sama sekali tidak sesuai dengan apa yang ada di dirinya. Hanya perkataan sombong yang keluar dari mulutnya tersebut. Perkataan yang membuat dirinya seperti sudah berada di langit ke tujuh sebagai seorang yang memiliki kemampuan yang tinggi serta kekuatan yang besar..
__ADS_1