Jimat Warisan

Jimat Warisan
Baim Belanja Bahan Bangunan


__ADS_3

Menerima sekoper uang dari seorang Lutfhi, Baim pun sudah tidak sabar untuk membelanjakan material bahan bangunan yang akan di gunakan olehnya dalam pembangunan proyek perumahan seorang Lutfhi. Baim terlihat begitu semangat saat membawa sepeda motornya menuju toko material.


Dia bernyanyi riang sepanjang perjalanan menuju toko material. Baim merasa sudah bisa mengelabui seorang Lutfhi dan Tini yang merupakan adik iparnya sendiri. Dia terlihat begitu bahagia dengan apa yang telah Baim lakukan, sehingga Baim merasa menang atas Lutfhi dan Tini.


Baim pun semakin sumringah saat melihat perempuan cantik yang berdiri di samping toko material. Dengan segera Baim menggoda perempuan cantik itu dengan siulan khas yang di milikinya. Baim terlihat begitu bahagia dengan apa yang di lakukan oleh dirinya. Sehingga Baim pun langsung memberikan salam yang manis pada perempuan muda tersebut.

__ADS_1


Perempuan itu begitu risih dengan suara siulan yang di berikan oleh Baim. Dia pun langsung meninggalkan Baim, saat Baim mulai mendekatinya. Baim yang kecewa dengan sikap perempuan itu. Seketika langsung memaki perempuan itu dengan kata-kata yang cukup kasar. Bagi Baim perempuan itu terlihat munafik, sebab dia meninggalkan Baim yang hendak berkenalan dengan dirinya.


Tak peduli dengan penolakan perempuan cantik yang ada di depan toko material. Kini Baim mulai berjalan masuk ke dalam toko material. Dia terlihat begitu bersemangat untuk membeli setiap peralatan yang mungkin Baim butuhkan.


Baim sengaja menulis beberapa orderan fiktif di buku catatan yang di buat oleh dirinya. Dengan begitu, Lutfhi tidak akan curiga dengan korupsi yang di lakukan oleh Baim pada uang yang di berikan oleh dirinya. Apalagi Lutfhi memberikan uang itu tidak secara cuma-cuma pada seorang Baim. Sehingga Lutfhi pun harus memperhitungkan semuanya.

__ADS_1


Baim di sapa langsung oleh salah pemilik material. Pria bermata sipit itu, langsung menyapa Baim dengan begitu akrabnya. Dia mengatakan pada Baim, siapa lagi yang telah di tipu oleh Baim. Hingga Baim tertawa mendengar ucapan dari pemilik material tersebut.


Baim tersenyum dengan pertanyaan itu, dia hanya menaruh jari telunjuk miliknya di depan bibir. Baim meminta pemilik material itu tidak banyak bicara. Sebab kedatangan dari Baim ke tokonya untuk belanja bahan bangunan. Sehingga dia tidak harus banyak bicara dengan apa yang menjadi urusan Baim.


Pemilik material itu pun menurut saja pada Baim. Dia pun mengaku salut pada seorang Baim yang memang pandai bersilat lidah. Sehingga banyak orang yang tertipu dengan aksinya tersebut. Mungkin orang yang baru pertama kali bertemu dengan Baim, mungkin saja akan tertipu dengan Baim. Mengingat Baim adalah sosok penjilat sekaligus orang yang bisa bermuka dua. Sehingga akan sangat mudah bagi Baim untuk menipu setiap orang yang baru pertama kali dia temui.

__ADS_1


Baim pun mengakui hal tersebut. Dia merasa itu adalah kelebihan dari dirinya. Mungkin tidak semua orang bisa seperti dirinya, seorang penipu yang tidak pernah masuk penjara. Walaupun dia hampir di masukan ke dalam penjara, sebelum dia pura-pura sakit keras saat itu. Sehingga korban dari Baim yang merasa iba, membatalkan tuntutan pada seorang Baim yang berpura-pura sakit tersebut.


__ADS_2