
Kematian Baim yang tragis, menjadi sebuah kesedihan tersendiri bagi seluruh keluarganya. Kesedihan paling di rasakan oleh ibu Baim sendiri. Dia masih belum ikhlas dengan kepergian dari anaknya yang di rasa begitu cepat tersebut. Masih ada sedikit rasa kesedihan yang terus melanda hatinya. Hingga dia berharap akan ada keadilan bagi siapa pun yang terlibat kematian anaknya tersebut.
Sambil menangisi sebuah photo bergambar dirinya dengan Baim yang terlihat begitu bahagia. Ibu Baim terus mengelus photo itu dengan penuh kenangan. Di mana dia merasa hanya kenangan itu saja yang di milikinya saat ini dengan Baim. Tidak ada hal lain yang bisa membuat dirinya bertemu dengan Baim. Selain beberapa kenangan indah yang pernah terjalin di antara keduanya.
__ADS_1
Melihat ibunya yang masih belum begitu ikhlas dengan kepergian dari Baim. Adik Baim berusaha menghibur sang ibu. Dia menenangkan ibunya untuk bisa lebih ikhlas lagi dalam melepas kepergian dari Baim. Di mana mungkin Baim sudah bahagia berada di alam sana. Sehingga adik Baik meminta ibunya untuk ikhlas dengan kepergian dari Baim yang begitu mendadak tersebut.
Ini terasa berat bagi ibu Baim, tapi apalah daya. Ini adalah jalan yang harus di lalui. Menjadi seorang yang lebih baik lagi di masa mendatang tentu adalah hal yang harus di capai. Walaupun kini sudah tidak ada Baim yang akan menggenggam tangan ibunya.
__ADS_1
Berat, tetap saja ibu Baim masih merasa berat dengan kepergian dari Baim yang di sebabkan oleh kecelakaan tunggal tersebut. Masih ada rasa bersalah yang besar dari ibunya. Dia tidak mampu menahan Baim untuk pergi bekerja saat itu. Hingga Baim mengalami kecelakaan tunggal yang merenggut nyawanya sendiri.
Adik Baim memahami semua itu, mungkin ada rasa yang berat untuk ikhlas itu. Tapi apakah rasa itu harus di jadikan berlarut seperti ini. Rasanya tidak juga, sebab ibu Baim harus benar-benar bisa melepaskan semuanya. Melepaskan apa yang seharusnya di lepaskan olehnya. Sehingga ibu Baim benar-benar menjadi seorang yang jauh bisa dewasa lagi.
__ADS_1
Untuk membuat dirinya bisa tenang, adik Baim memeluk ibunya tersebut. Dia memberikan aura positif yang besar pada ibunya. Apa pun yang menjadi sebuah ketakutan dari dalam diri ibunya, coba di singkirkan olehnya. Semua keraguan yang ada, ingin segera di hilangkan. Sebab keraguan itu yang membuat ibunya nampak tak mampu melepaskan kepergian dari Baim.
Adik Baim mencoba membuang sedikit demi sedikit keraguan yang ada di hati ibunya. Sebab dari keraguan yang ada itu, adik Baim mulai merasa ibunya tak mampu ikhlas dengan semua yang ada. Padahal ikhlas adalah salah satu cara yang harus di lakukan oleh ibunya. Sebab ikhlas selalu menjadi kunci dari melepaskan semua yang masih terasa berat dalam hati seorang manusia. Dengan ikhlas mungkin semuanya akan menjadi ringan seperti apa adanya. Tidak ada hal yang lebih baik, selain ikhlas. Mungkin dengan seperti itu, semuanya menjadi jauh lebih baik lagi. Jauh lebih sempurna lagi bagi ibu Baim.
__ADS_1