
Nur mungkin sosok yang bisa Lukas jadikan sebagai salah satu orang yang akan menjadi guru di sekolah yang akan di buka olehnya. Selain Nur memiliki ilmu agama yang mumpuni. Nur yang merupakan mantan ketua OSIS semasa sekolah dulu. Memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam bidang mengajar. Tak heran jika Lukas meminta Nur menjadi salah satu orang yang akan mengajar di sekolah barunya tersebut.
Sebelum adzan dzuhur berkumandang, Lukas mendatangi kediaman rumah Nur. Dia membawa beberapa dokumen yang akan di tawarkan oleh Lukas untuk Nur. Beberapa lembar kertas itu berisi kontrak yang akan di tandatangani oleh Nur. Jika dia bersedia untuk menjadi guru di sekolah baru Lukas tersebut.
Nur pun menyambut kedatangan dari Lukas dengan penuh kebahagiaan. Dia menghidangkan beberapa cemilan serta teh yang dapat di makan oleh Lukas. Sehingga Lukas begitu senang dengan apa yang di hidangkan oleh Nur pada dirinya.
__ADS_1
Tak berselang lama, pak Ustadz yang merupakan ayah dari Nur. Turut dalam obrolan yang akan di buat oleh Nur dan Lukas. Tidak baik jika dua orang dewasa lawan jenis mengobrol berdua saja. Tentu harus ada orang lain yang menemaninya. Di khawatirkan akan menjadi fitnah tersendiri bagi keduanya. Oleh dari itu pak ustadz datang untuk larut dalam obrolan yang akan di lakukan oleh Nur dan Lukas.
Lukas langsung menyalami tangan pak ustadz yang nampak begitu basah oleh air wudhu. Lukas senang dengan apa yang di lakukan oleh pak ustadz. Dia merasa seperti di pedulikan oleh pak ustadz. Sehingga Lukas dan Nur tidak akan menjadi korban fitnah dari orang lain, dengan obrolan yang akan mereka lakukan bersama.
"Ada keperluan apa de Lukas datang ke rumah bapak?" tanya pak ustadz.
__ADS_1
"Jika seperti itu, saya serahkan semuanya pada Nur. Apakah dia bersedia untuk menjadi tenaga pengajar di sekolah kamu." balas pak ustadz.
"Nur bersedia Abi. Nur senang bisa mengakar di sekolah Lukas. Mengamalkan sedikit ilmu yang Nur punya di sekolah itu nantinya." ucap Nur dengan penuh keyakinan.
Semuanya mengucapkan alhamdulilah dengan keputusan dari Nur. Apalagi Lukas yang begitu senang dengan apa yang di setujui oleh Nur. Ini seperti mimpi bagi Lukas, dia akhirnya memiliki tenaga pengajar yang akan menjadi guru di sekolah tersebut. Tak heran Lukas terus tersenyum dengan keputusan dari Nur tersebut. Lukas pun berharap Nur akan senang dengan keputusan yang telah di ambil oleh dirinya. Menjadi bagian dalam upaya mensyiarkan agama islam pada seluruh penduduk kampungnya. Itu merupakan cita-cita dari Lukas akan Nur. Di mana penduduk kampung akan senang dengan apa yang Lukas buat nantinya. Mereka akan kembali ke jalan yang lurus, di mana jalan itu adalah jalan yang di kehendak oleh Allah SWT.
__ADS_1
Lukas juga berharap keinginan dari Nur yang besar akan mengajar ini. Akan mengisnpirasi orang lain untuk mengamalkan ilmu agama yang di milikinya. Sehingga mereka tidak akan membiarkan hal buruk terjadi di kampung tersebut. Semuanya harus segera di lakukan perbaikan secara struktural. Itu yang seharusnya di lakukan oleh seluruh warga kampung. Sehingga kampung itu akan kembali menjadi kampung yang sehat secara agama.
Lukas juga meminta doa pada pak ustadz dalam masa depan sekolah. Dia berharap akan ada masa depan cerah di sekolah yang baru di bangun oleh dirinya tersebut. Doa orang sholeh tentu manjur untuk mereka yang mempercayainya. Sehingga Lukas berharap bisa mendapatkan banyak doa dari orang-orang sholeh yang dia kenal.