Jimat Warisan

Jimat Warisan
Teror Untuk Agung


__ADS_3

Santet yang pernah Agung kirimkan pada Lutfhi, telah memberikan kesan tersendiri bagi seorang Lutfhi. Dia merasa Agung telah bermain-main dengan dirinya. Sehingga Lutfhi siap melakukan hal yang lebih kejam pada seorang Agung. Mengingat Agung melakukan hal tersebut dengan sangat sengaja. Lutfhi pun siap membalas perbuatan Agung yang menurutnya begitu kurang ajar.


Dengan mantra yang telah di berikan oleh dukun kancil. Lutfhi yakin bisa mengambil kesempatan untuk memberikan pelajaran yang terbaik bagi seorang Agung. Lutfhi siap memanggil genderuwo peliharaan miliknya tersebut.


Beberapa benda sudah di siapkan oleh Lutfhi di dalam kamar. Di mulai dari kembang 7 rupa, dupa hingga peralatan sihir lainnya. Dengan membaca mantra sederhana yang di berikan oleh dukun kancil itu. Lutfhi siap memanggil genderuwo yang bersemayam di dalam keris sakti miliknya tersebut.


Dengan posisi duduk di atas sebuah bantal kecil, serta kaki yang di silangkan. Lutfhi mulai membaca mantra sederhana untuk memanggil genderuwo yang akan ia perintahkan untuk menyerang Agung.


Mulut Lutfhi terlihat komat-kamit membaca mantra. Perlahan suasana di ruangan khusus yang Lutfhi gunakan untuk memanggil genderuwo tersebut, menjadi mencekam. Lampu yang awalnya menyala dengan begitu terangnya. Perlahan berubah menjadi remang-remang. Beberapa hiasan photo yang ada di ruangan tersebut juga turut berjatuhan. Semuanya terlihat begitu mencekam dengan kedatangan genderuwo peliharaan Lutfhi tersebut.


Lutfhi yang baru selesai membaca mantra. Begitu terkejut saat melihat sosok genderuwo berbadan besar berada di hadapannya. Lutfhi sedikit ketakutan dengan keberadaan dari genderuwo dengan wajah menyeramkan tersebut. Namun Lutfhi perlahan mulai membuang rasa takut yang ada di pikirannya. Dua ingat pesan dukun kancil akan genderuwo tersebut. Dukun kancil meminta Lutfhi untuk tidak pernah takut pada sosok genderuwo yang sebenarnya adalah peliharaan miliknya sendiri.


Lutfhi dengan wajah liciknya, lantas meminta genderuwo miliknya tersebut untuk menyerang mantan bosnya. Lutfhi begitu dendam pada sosok Agung yang pernah menyantet dirinya beberapa waktu yang lalu.


Genderuwo menyeramkan itu lantas segera pergi dari rumah Lutfhi. Genderuwo itu siap menjalankan tugasnya untuk melakukan teror yang menyeramkan pada sosok Agung.


"Dulu kamu bisa menyantet aku dengan begitu kejinya. Sekarang rasakan pembalasan aku. Ini pembalasan yang paling setimpal untuk kamu rasakan Agung ha ha ha." Ujar Lutfhi dengan senyum sinisnya.

__ADS_1


Malam yang dingin terasa begitu menusuk tulang. Agung yang masih berselimutkan terbaring tidur dengan pulasnya. Sampai sebuah nyamuk menyengat pipi kirinya. Tangan Agung refleks memukul nyamuk yang hinggap di pipinya tersebut. Hingga Agung yang tertidur pulas pun akhirnya terbangun.


Begitu mata Agung sudah terbuka dengan begitu lebarnya. Agung sudah tidak dapat tidur kembali. Dia justru kini kebelet kencing. Hingga Agung bergegas pergi menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar mewahnya.


Agung membuka celananya, mulai mengarahkan kencingnya menuju kloset rumahnya. Tangan kanannya mulai merayap menapaki bak besar yang memang sengaja untuk menampung air. Agung mengambil segayung penuh air dari bak besarnya tersebut. Kemudian dengan segera menyiram air kencing yang Agung buang ke klosetnya tersebut dengan segayung air tadi.


Namun saat Agung melihat ke arah kloset duduk miliknya. Agung langsung terkejut. Dia menyiram air kencingnya tersebut dengan cairan berwarna merah yang mirip dengan darah. Agung yang terkejut lantas melihat isi di dalam bak besar tersebut.


Saat Agung melihat isi yang ada di bak tersebut. Agung semakin terkejut, sosok kepala buntung dari genderuwo Lutfhi mengambang di dalam bak besar miliknya.


Heh.. Heh... Heh.. Napas ngos-ngosan Agung yang terdengar begitu tidak beraturan. Napas tak beraturan tersebut, sontak terdengar ke telinga istri yang akhirnya terbangun.


"Kamu kenapa ketakutan seperti itu?" Tanya istri Agung.


"Tadi aku pas di kamar mandi melihat sosok genderuwo besar ada di dalam bak. Kepalanya mengambang di atas air. Pokoknya seram banget tuh sosok genderuwo." Ucap Agung yang semakin ketakutan.


"Kamu tadi mimpi kali mas, mana ada genderuwo disini."

__ADS_1


"Aku serius, tadi pas aku kencing. Ada genderuwo berwajah seram berada di dalam bak mandi. Rambutnya acak-acakan. Wajahnya hitam lebam, genderuwo itu nampak begitu seram." Ucap Agung yang semakin merinding.


Istri Agung masih tidak percaya dengan ucapan suaminya tersebut. Sosok genderuwo tersebut, dia rasa tidak ada. Sepengetahuan dari dirinya, tidak pernah ada mahluk ghaib yang berada di rumahnya tersebut. Hingga ucapan dari Agung di anggap omong kosong belaka saja.


Istrinya meminta Agung untuk tidur kembali. Mengingat waktu malam yang masih panjang. Hingga akan sangat rugi bagi Agung, jika harus melewatkan waktu tidurnya tersebut. Agung harus kembali tertidur.


Agung yang ketakutan, tidak mampu untuk kembali tertidur. Dia menarik selimut yang dia kenakan. Menutup seluruh bagian tubuhnya, termasuk bagian wajah seorang Agung. Namun baru menutupi bagian wajahnya tersebut. Agung kembali di kejutkan dengan sosok genderuwo yang kembali menampakkan wajahnya di hadapan Agung. Hingga Agung kembali ketakutan dengan sosok genderuwo milik Lutfhi tersebut. Agung dengan segera bangun dari tempat tidurnya tersebut.


Istrinya yang mulai risih dengan Agung. Meminta Agung untuk tidak berisik. Mengingat dia begitu mengantuk. Suara teriakan dari Agung sangatlah mengganggu waktu tidurnya yang berharga tersebut. Hingga Agung di minta untuk tidur sama seperti dirinya. Bukan malah menjerit tidak jelas meneriaki adanya genderuwo.


Agung yang tetap ketakutan dengan sosok genderuwo tersebut. Terus menempel istrinya. Sekalipun istri Agung tidak nyaman dengan keberadaan Agung yang begitu dekat dengan dirinya. Agung tidak peduli dengan ocehan yang di lontarkan oleh istrinya tersebut. Terpenting Agung bisa lebih aman saat berdekatan dengan istrinya tersebut..


Agung dengan sengaja membuat istrinya tersebut tidak tidur. Sebab Agung ingin istrinya juga bisa melihat sosok mahluk yang mirip genderuwo seperti yang Agung lihat. Namun saat mata istrinya terbuka dengan lebarnya, sosok genderuwo tersebut sudah tidak menampakkan dirinya kembali. Hingga Agung begitu heran dengan mahluk seram tersebut. Mengapa sosok genderuwo tersebut menyerang Agung saja. Tidak dengan istrinya. Genderuwo itu hanya meneror seorang Agung saja.


Agung pun meminta istrinya untuk tidak tidur kembali. Agung khawatir genderuwo tersebut akan kembali datang untuk menyerang seorang Agung. Sehingga Agung perlu pertolongan dari istrinya tersebut. Istri Agung yang sebenarnya sudah sangat mengantuk tersebut, terpaksa menemani Agung untuk begadang. Demi membuat Agung tidak di teror lagi oleh sosok genderuwo tersebut.


Demi membuat istrinya mau begadang dengan dirinya. Agung pun siap memberikan mobil baru untuk istrinya tersebut. Hingga istri Agung tersebut bersedia untuk menemani Agung begadang semalaman.

__ADS_1


__ADS_2