Jimat Warisan

Jimat Warisan
Teror Di Sekolah


__ADS_3

Langit tiba-tiba menjadi gelap gulita. Petir menyambar dengan suar yang menggelegar. Semu orang ketakutan dengan suara petir yang menggelegar tersebut. Begitu juga murid yang sedang belajar di kelas. Mereka begitu ketakutan saat suara petir itu berbunyi dengan begitu kerasnya.


Mereka saling memeluk satu sama lain dengan suara petir yang terus terdengar begitu kerasnya. Mereka takut hal buruk akan terjadi pada mereka semua, hingga mereka saling berpelukan untuk menguatkan satu sama lainnya.


Lukas yang sedang mengajar di dalam kelas meminta setiap murid untuk tidak gaduh. Pelajaran harus tetap di lanjutkan, mengingat mereka ada di dalam sebuah ruangan. Sehingga petir tidak akan menyambar ruangan tempat mereka belajar. Lukas pun berharap setiap siswa untuk kembali fokus kembali ke pelajaran yang sedang mereka ikuti.


Murid-murid itu pun kembali fokus pada pelajaran yang sedang mereka ikuti. Mereka kembali menghapal beberapa juz Al-Qur'an seperti yang di perintahkan oleh Lukas. Mengingat pelajaran yang di bawakan oleh Lukas adalah pelajaran menghapal. Di mana setiap siswa di tuntut untuk bisa menghapal setiap pelajaran yang di ajarkan oleh Lukas. Sehingga mereka tidak akan lupa dengan apa yang telah Lukas ajarkan.


Ketika semua siswa begitu fokus menghapal apa yang Lukas perintahkan. Tiba-tiba para siswa mulai panik, saat ada seorang siswa yang duduk di bangku paling pojok berteriak dengan begitu kuatnya. Teriakannya terdengar begitu jelas, hingga menciptakan kepanikan di dalam kelas.


Lukas meminta semua siswa untuk tenang. Mereka harus bisa tenang agar tidak ada yang kesurupan lagi. Sebab jika tidak tenang, mungkin akan banyak siswa yang mengalami kesurupan yang sama seperti siswa yang duduk di bangku paling pojok.


Lukas mulai menghampiri siswa yang mengalami kesurupan tersebut. Dengan sebuah tasbih yang di berikan oleh guru ngajinya. Lukas berusaha untuk menyembuhkan siswa tersebut. Dia pun langsung membaca ayat kursi di hadapan siswa itu, sebelum dia mulai menempelkan tasbih yang di bawanya di tangan siswa tersebut.

__ADS_1


Saat Lukas menempelkan tasbih itu, sontak siswa itu langsung mengerang kesakitan yang sangat fatal. Dia tidak bisa menahan ras sakit yang teramat akan kekuatan yang ada di tasbih tersebut. Belum lagi ayat Al-Qur'an yang di bacakan oleh Lukas. Semakin menambah kekuatan yang ada.


Sontak sosok yang merasuki siswa itu pergi dari tubuhnya. Namun sosok mahluk halus itu kini berpindah tempat ke orang lain. Mahluk tidak berakhlak itu kini mulai masuk ke dalam seorang siswi perempuan. Sontak siswi itu langsung berteriak dengan begitu kencangnya. Hingga menghebohkan kelas lainnya.


Kepanikan semakin bertambah dengan hembusan angin yang kuat. Orang-orang benar penuh ketakutan dengan apa yang ada. Hingga mereka merasa ini adalah teror yang paling seram yang pernah mereka alami.


Semua siswa pun di minta untuk membaca shalawat untuk segera meredakan ketegangan yang terjadi. Mudah-mudahan dengan shalawat itu, sosok mahluk yang meneror sekolah akan segera pergi. Sehingga tidak ada lagi ketakutan yang akan melanda setiap siswa.


Nur dan Rosmitha kompak memimpin shalawat untuk anak perempuan. Sementara Lukas meminta Sandi untuk memimpin shalawat siswa laki-laki. Lukas sendiri harus bertarung dengan sosok mahluk yang sedang bersemayam di salah satu tubuh tubuh siswa lainnya.


Lukas akhirnya bisa menguasai siswa tersebut. Dia mulai memegang tangan siswa itu, sebelum Lukas langsung membacakan ayat suci Al-Qur'an di telinga kanan siswa itu. Bacaan Al-Qur'an itu seketika langsung membuat siswa itu mulai merasa kurang nyaman. Hingga Lukas mulai bisa menguasai siswa itu.


"Kamu dari mana?" tanya Lukas dengan tegas.

__ADS_1


"Kamu tidak harus tahu saya dari mana. Sekolah kamu ini adalah sekolah sampah. Kamu harus menutupnya." ucap sosok hantu yang bersemayam di tubuh siswa tadi.


"Apa hakmu memerintahkan hal itu. Ini adalah hak saya, jadi terserah saya akan melakukan apapun." tegas Lukas dengan penuh emosi.


Siswa itu coba kembali menyerang Lukas. Untung Lukas bisa menghindar dari serangan siswa tersebut. Hingga Lukas bisa selamat dari serangan siswa itu.


Lukas kembali meraih tangan siswa itu, kemudian dia kembali membaca ayat suci Al-Qur'an di telinga kanannya. Lukas pun membaca dengan begitu merdu. Hingga setan yang bersemayam itu langsung merasa tidak nyaman. Dia pun langsung keluar dari tubuh siswa tersebut.


Setan itu tak lain dan bukan adalah sosok Genderuwo yang ada di tubuh Lutfhi. Setan seram itu benar-benar membuat semua orang ketakutan. Di tambah aroma busuk yang di keluarkan olehnya, semakin membuat orang-orang tidak nyaman berada di dekat Genderuwo Lutfhi tersebut. Beberapa siswa pun mulai merasakan mual ketika mencium aroma bau busuk yang di keluarkan oleh Genderuwo tersebut.


Lukas yang sudah terbiasa berhadapan dengan sosok Genderuwo seperti itu. Terlihat begitu santai saat bertemu dengan Genderuwo itu. Dia tahu cara menghadapi Genderuwo itu. Hingga Lukas tidak panik sama sekali saat berhadapan dengan Genderuwo tersebut.


Lukas langsung membaca salah satu ayat panjang yang ada di salah satu surat di Al-Qur'an. Di mana ayat yang di baca oleh Lukas itu, seketika langsung membumi hanguskan Genderuwo itu dari hadapan semuanya. Lukas pun mengancam akan menghancurkan Genderuwo itu, jika Genderuwo itu masih berusaha untuk meneror manusia. Lukas siap melakukan apapun untuk membuat Genderuwo itu tidak lagi usil pada manusia.

__ADS_1


Genderuwo itu berjanji akan membalas perbuatan dari Lukas. Dia siap meneror setiap siswa yang ada di sekolah itu sampai kapan pun. Hingga tidak ada lagi siswa yang mau belajar di sekolah milik Lukas tadi. Itu adalah janji dari Genderuwo itu pada Lukas.


Lukas dengan pertolongan dari Allah SWT yakin bisa menghadapi setiap serangan dari Genderuwo itu. Hingga Lukas harus yakin bisa melindungi setiap siswa yang belajar di sekolahnya untuk tidak takut dengan setiap teror yang akan menyerang mereka. Sebab teror dari Genderuwo itu masih jauh dari keyakinan Lukas pada Allah SWT. Lukas lebih yakin dengan kuasa Allah SWT. Sehingga Lukas menekan pada setiap siswa untuk terus membaca ayat suci Al-Qur'an setiap saat. Sebab dengan begitu, mereka bisa terhindar dari setiap serangan mahluk tak kasat mata seperti itu. Al-Qur'an harus menjadi pegangan setiap siswa untuk terbebas dari serangan mahluk halus seperti Genderuwo maupun kuntilanak yang akan menyerang setiap individu yang ada.


__ADS_2