Jimat Warisan

Jimat Warisan
Firman Membuang Jasad Sarman


__ADS_3

Firman membungkus jasad Sarman dengan sebuah selimut milik Sarman. Dengan selimut itu, darah yang mengalir dari perut Sarman pun tidak nampak. Sehingga Firman bisa dengan mudah membawa jasad Sarman menuju ke dalam mobilnya. Kondisi lingkungan rumah Sarman yang sepi, membuat Firman bisa dengan mudah membawa jasad Sarman itu menuju dalam mobilnya.


Firman terlihat begitu gugup, keringat juga mengucur deras dari bagian wajahnya. Ini menjadi sebuah ketakutan tersendiri bagi seorang Firman. Bahkan dia merasa menjadi seorang pembunuh besar yang telah melakukan pembunuhan hebat terhadap seseorang.


Firman tak bisa menahan kesedihan atas apa yang di lakukan oleh dirinya. Dia bersedih atas apa yang dia lakukan. Di sepanjang perjalanan yang tak menentu arahnya tersebut, Firman hanya bisa menangis membawa mobil miliknya. Itu menjadi titik paling rendah bagi seorang Firman.


Firman terus berpikir keras untuk menemukan tempat yang bisa di gunakan untuk membuang jasad seorang Sarman. Ini akan jadi ujian yang cukup berat bagi seorang Firman. Pasalnya jika ada seseorang yang tahu, bukan tidak mungkin Firman akan di jebloskan ke dalam jeruji besi penjara. Itu resiko terbesar yang mungkin saja akan datang pada seorang Firman.


Firman terus memacu mobilnya tanpa tujuan yang jelas. Sampai akhirnya dia melihat sebuah sungai panjang yang dia lalui. Mungkin Firman bisa membuang jasad seorang Sarman ke dalam sumur yang berair. Tapi tentu itu beresiko bagi seorang Firman, sebab bau busuk yang menyengat akan mudah tercium oleh orang lain. Tapi mungkin jasad Firman akan mati, jika dia membuang jasad Firman itu ke tengah-tengah lautan lepas. Mungkin tidak akan ada orang yang tahu akan jasad Firman tersebut.


Tapi setelah Firman kembali berpikir, lautan lepas pun bukan tempat yang aman bagi seorang Firman. Mungkin dia harus mencari tempat lain yang bisa di gunakan oleh Firman. Tempat yang akan membuat dia benar-benar aman dari kecurigaan banyak orang. Itu yang harus di lakukan oleh Firman.

__ADS_1


Akhirnya Firman menemukan ide lainnya. Ide yang jauh lebih efektif yang bisa dia lakukan dengan jasad seorang Sarman. Bau bangkai Sarman tidak akan tercium, jika jasad Sarman di kremasi untuk di bakar. Itu ide yang menarik, sehingga Firman hanya perlu membuang abu dari Sarman saja. Dia tidak harus berpikir bau busuk dan sebagainya. Sehingga Firman akan tetap bisa aman untuk menyembunyikan kejahatan yang telah di lakukan oleh dirinya.


Firman pun langsung membawa jasad Sarman ke rumahnya. Dengan bermodalkan video dari salah satu aplikasi di handphone miliknya. Firman mencari cara untuk membakar jasad Sarman, untuk menjadi abu. Hingga Firman hanya tinggal melarung abu dari seorang Sarman ke lautan lepas saja.


Begitu mendapat sebuah langkah dalam membakar jasad seorang Sarman. Firman langsung membeli peralatan yang akan di gunakan untuk membakar jasad dari Sarman. Dia begitu antusias untuk segera membakar jasad dari seorang Sarman. Sudah tidak sabar untuk segera terbebas dari masalah yang sedang di hadapi oleh dirinya tersebut.


Proses pembakaran di lakukan oleh Firman di belakang rumahnya. Begitu api itu sudah cukup besar, Firman langsung melempar jasad seorang Sarman ke kobaran api yang ada. Hingga jasad seorang Sarman langsung terbakar hangus.


Sekalipun telah berhasil menghilangkan jejak seorang Sarman. Namun perasaan bersalah masih terus menyelimuti hati seorang Firman. Dia tak bisa membayangkan betapa jahat dirinya sendiri. Dia membunuh, kemudian membakar seorang Sarman. Firman merasakan dirinya telah menjadi seorang psikopat yang melakukan aksi kejahatan yang brutal pada korbannya. Firman tidak memberikan ampun pada korban yang di habisi oleh olehnya. Sehingga Firman merasa dirinya benar-benar menjadi seorang psikopat yang kejam.


Firman menangis di hadapan abu dari seorang Sarman. Dia tidak bisa membayangkan betapa kejamnya dirinya sendiri. Sehingga Firman terus memukuli dirinya sendiri. Dia memukul wajah, perut hingga paling ekstrim dia mencoba membunuh dirinya sendiri dengan beling yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


Namun saat Firman akan menusukkan beling itu, dia kembali sadar. Ada dua anak yang harus Firman lindungi. Sehingga Firman tidak bisa melakukan hal tersebut. Siapa yang akan melindungi dan menyayangi kedua anaknya. Jika Firman sudah tidak ada, sebab istrinya berpesan pada Firman untuk selalu menjaga kedua anaknya.


Firman kembali bersemangat, dia membawa abu jenazah dari seorang Sarman ke dalam sebuah box kecil. Dia siap membuang abu jenazah itu ke lautan lepas. Mungkin ini cara terbaik bagi seorang Firman untuk menghindari dari arwah penasaran yang mungkin saja akan menimpa dirinya suatu saat nanti.


Firman kembali membawa mobilnya menuju laut, namun sebelum pergi ke laut. Firman juga harus membuat jejaknya benar-benar tidak di ketahui oleh pihak berwajib. Mungkin salah satu dengan membuat area sekitar rumah Sarman bersih. Mungkin orang-orang tidak harus datang ke rumah Sarman, sebab jika mereka datang. Sudah pasti mereka akan tahu apa yang terjadi pada seorang Sarman.


Dengan kelihaiannya, Firman pun menutup tempat praktek seorang Sarman. Dengan tulisan rumah ini di jual, Firman yakin tidak akan ada orang yang datang ke rumah praktek seorang Sarman. Sebab mereka mengira Sarma sudah tidak ada di rumahnya. Sarman sudah pergi ke kampung halamannya. Sehingga mereka tidak akan datang ke rumah Sarman lagi.


Begitu urusan akan rumah Sarman telah berakhir. Kini fokus seorang Firman kembali pada abu jenazah dari seorang Sarman itu sendiri. Dengan begitu, Firman bisa dengan mudah membuang abu jenazah dari seorang Sarman. Sehingga jejak pembunuhan dari seorang Firman tidak akan terendus oleh polisi.


Kembali perasaan bersalah menghampiri seorang Firman. Dia kembali menangis saat menatap wajahnya dari spion mobil. Dia tak bisa menyembunyikan raut wajah kekecewaan yang membuat Firman di hinggapi rasa bersalah yang cukup besar. Bagi seorang Firman ini adalah titik paling rendah dalam hidupnya. Hingga Firman hanya bisa menangis dengan semua yang ada.

__ADS_1


Firman pun berharap ini akan menjadi kejahatan terakhir dalam hidupnya.Tidak ada lagi kejahatan setelah ini, menjadikan seorang Firman lebih baik lagi dalam melakukan tindakan apapun. Firman berharap itu terjadi pada dirinya sendiri. Dia yang masih di selimuti perasaan bersalah begitu kecewa dengan semuanya.


__ADS_2