
Mega proyek itu bukan di danai oleh perusahaan besar. Bukan pula di danau oleh pemerintah. Proyek pembangunan perumahan yang akan di bangun oleh Lutfhi, sepenuhnya di biayai oleh Genderuwo milik Lutfhi.
Untuk menyukseskan program yang akan di bangun oleh Lutfhi. Dia pun di minta untuk memberikan tumbal baru bagi Genderuwo itu. Hingga proyek yang akan di bangun oleh Lutfhi itu akan semakin baik lagi.
Lutfhi sebenarnya ingin menjadikan salah satu pekerja bangunannya menjadi salah satu tumbal yang akan di persembahkan pada Genderuwo itu. Tapi Genderuwo itu meminta tumbal terlebih dahulu dari pihak keluarga Lutfhi. Hingga Lutfhi harus mencari orang dari salah satu keluarga Tini untuk di tumbalkan pada Genderuwo tersebut.
Namun Lutfhi bingung untuk mencari tumbal baru yang akan di berikan pada Genderuwo miliknya tersebut. Seperti akan sangat sulit bagi Lutfhi untuk mendapatkan tumbal baru, mengingat sudah ada kewaspadaan dari setiap anggota keluarga Lutfhi.
__ADS_1
Kematian dari Dena dan Deni telah membuat keluarga Tini menjadi waspada dengan apa yang akan di lakukan oleh Lutfhi. Sehingga barang-barang pemberian dari Lutfhi dan Tini kerap di tolak. Mereka takut hal yang sama akan tetapi jadi pada mereka. Kematian yang akan menjemput mereka.
Sama seperti Lutfhi, Tini juga bingung untuk memilih calon korban yang akan di tumbalkan pada Genderuwo tersebut. Dia tidak menemukan saudaranya yang mungkin saja akan di tumbalkan pada Genderuwo. Tini benar-benar tidak bisa memilih salah satu di antara mereka. Sebab itu adalah pilihan yang cukup sulit bagi seorang Tini. Mengingat ada kewaspadaan dari setiap anggota keluarga dari dirinya.
Lutfhi terus berpikir di atas kasurnya. Begitu juga dengan Tini yang duduk di kursi riasnya. Kedua mencari orang yang bisa di tumbalkan, demi menyukseskan proyek pembangunan perumahan yang akan di buat oleh Lutfhi.
"Bagaimana kalau si Adi kita jadikan tumbal berikutnya?" tanya Tini dengan wajah tengilnya.
__ADS_1
"Tapi bagaimana caranya?" tanya balik Lutfhi.
"Aku lihat dia sedang di mabuk cinta berat. Mungkin dengan posisi dia yang seperti itu, kita bisa memanfaatkan Adi. Kita berikan dia motor kita. Mungkin dia akan kecelakaan dengan motor tersebut. Mungkin kita akan mendapatkan dua tumbal sekaligus. Bagaimana menurut kamu?" ujar Tini dengan cerdasnya.
Lutfhi menghampiri Tini. Dia langsung memberikan dua jempol miliknya pada seorang Tini. Ide dari Tini tersebut cukup baik, sehingga Lutfhi langsung setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Tini pada dirinya. Lutfhi pun siap menyusun rencana yang akan membuat Adi kecelakaan dengan motor miliknya.
Mungkin untuk membuang rasa curiga dari anggota keluarga Tini yang lain. Lutfhi bisa meminta salah satu teman dari Adi untuk membawa motor dari Tini tersebut. Hingga tidak akan ada orang yang curiga, jika Adi menjadi korban Tini dan Lutfhi berikutnya. Sama seperti kejadian yang menimpa Dena dan Deni. Di mana banyak orang yang mampu menebak Tini dan Lutfhi telah menggunakan sihir untuk menjadikan dua keponakannya tersebut sebagai tumbal.
__ADS_1