
Teror yang benar-benar membuat Lutfhi dan keluarganya ketakutan. Membawa Lutfhi pada dukun kancil. Tujuan Lutfhi menemui dukun kancil tersebut, tak lain dan tak bukan adalah untuk menanyakan kedatangan dari genderuwo yang meneror Lutfhi dan keluarganya. Dia benar-benar ketakutan dengan kedatangan genderuwo yang menyeramkan tersebut.
Tanpa di temani oleh Tini yang takut untuk masuk kedalam rumah dukun kancil. Lutfhi yang sebenarnya masih di selimuti ketakutan yang sama seperti Tini. Mencoba masuk kedalam rumah dukun kancil dengan penuh percaya diri. Mungkin dengan cara itu, Lutfhi bisa membunuh rasa takutnya. Mengingat rumah dukun kancil yang di penuhi dengan ornamen serba hitam yang menyeramkan.
Tiba di depan rumah dukun kancil, Lutfhi langsung terkejut saat seekor burung gagak besar menghampirinya. Apalagi burung gagak tersebut mencoba mendekati Lutfhi. Dengan segera, Lutfhi bertindak atas burung gagak tersebut. Lutfhi menghalau burung gagak tersebut menjauh dari dirinya.
Bukannya menghindari Lutfhi, burung gagak yang telah di usir oleh Lutfhi tersebut. Justru mencoba kembali mendekati Lutfhi. Burung itu nampak memang ingin mengganggu Lutfhi. Sehingga Lutfhi memilih pergi menjauh dari burung gagak besar tersebut.
Di dalam rumah dukun kancil. Lutfhi kembali di kejutkan dengan keberadaan seekor kucing berwarna hitam dengan matanya yang menyala. Lutfhi langsung terkejut saat melihat kucing hitam tersebut mendekat ke arah dirinya. Sontak dengan spontan Lutfhi berlari menghindari kucing hitam yang memiliki wajah seram tersebut.
Lutfhi yang berlari dari arah pintu menuju ruang praktek dari dukun kancil. Hampir saja menabrak dukun kancil yang baru keluar dari ruangannya. Baik Lutfhi sendiri, maupun dukun kancil. Keduanya sama-sama terkejut saat keduanya berpapasan.
Dukun kancil yang nampak kesal dengan Lutfhi, nyaris memukul Lutfhi. Untung Lutfhi langsung meminta maaf atas apa yang telah di lakukan oleh dirinya. Hingga dukun kancil pun memaafkan apa yang telah Lutfhi lakukan.
"Kenapa lari seperti itu?" Tanya dukun kancil sambil menggerutu.
"Saya takut Mbah. Tadi saya lihat kucing seram sekali. Apa itu ada penunggunya juga?" Jawab Lutfhi terus merinding.
"Kamu mau bersekutu dengan setan. Tapi kamu sendiri malah takut dengan hal-hal ghaib. Kamu serius tidak ingin kaya!" Tegas dukun kancil.
__ADS_1
"Ma-ma-mau Mbah. Tapi..." Balas Lutfhi gemetaran.
"Tapi apa?" Tanya dukun kancil nampak kesal.
"Tidak Mbah." Ucap Lutfhi tetap terlihat ketakutan.
Melihat tubuh Lutfhi yang semakin gemetar dengan suasana rumah dukun kancil yang di penuhi aura mistis. Dukun kancil sedikit meragukan keseriusan seorang Lutfhi dalam bersekutu dengan setan. Baginya sangat aneh, jika Lutfhi menginginkan untuk bersekutu dengan setan. Tapi Lutfhi masih terlihat penakut.
"Setan itu, kalau kita takut. Mereka justru tambah senang pada kita. Beda kalau kita berani, mereka tidak akan pernah mendekati kita. Apalagi sampai menakuti kita." Ujar dukun kancil.
Lutfhi nampak terlihat malu, dengan ketakutan dirinya pada suasana yang ada di rumah dukun kancil. Benar seperti yang dukun kancil katakan, dia seharusnya tidak takut pada setan yang akan bersekutu dengan dirinya.
"Maafkan saya Mbah. Saya janji, akan mengubah sikap penakut saya ini." Ucap Lutfhi dengan meyakinkan.
Melihat Lutfhi yang sudah terlihat lebih baik dari segi fisik dan mental. Dukun kancil pun mulai melihat keseriusan dari Lutfhi untuk benar-benar bisa bersekutu dengan setan. Apalagi Lutfhi saat ini memiliki mahluk halus berwujud genderuwo yang bersemayam di dalam keris miliknya. Keris sakti yang bisa mendatangkan kekayaan bagi Lutfhi.
"Kamu itu seharusnya bisa menjadikan peliharaan dalam keris kamu itu teman. Bukan kamu takut sendiri. Jika kamu sudah bisa mengendalikan genderuwo itu. Kamu akan jadi manusia kuat, tidak hanya kaya saja. Tapi kamu juga akan menjadi tuan dari genderuwo tersebut." Ucap dukun kancil.
Lutfhi menganggukan kepalanya, dia siap menuruti saran dari dukun kancil. Lutfhi yang sudah tercebur basah kedalam dunia hitam persetanan. Mungkin akan sangat rugi, jika hanya menyelam dangkal saja. Lutfhi butuh menyelam lebih dalam lagi di dunia perdukunan yang penuh dengan misteri tersebut.
__ADS_1
"Buat apa kamu datang kesini?" Tanya dukun kancil.
"Ini Mbah, semalam keluarga saya di teror sama genderuwo yang ada di keris ini itu Mbah. Anak-anak saya ketakutan, begitu juga dengan Tini istri saya Mbah." Ujar Lutfhi dengan penuh semangat.
"Termasuk kamu? huah haha huah haha..." Potong dukun Kancil sambil tertawa khasnya.
Lutfhi langsung malu secara tiba-tiba. Dia tidak bisa berkata lagi dengan ucapan dari dukun kancil tersebut. Sebab dia memang ketakutan seperti yang di rasakan oleh anggota keluarganya yang lain.
"Semalam apa kamu melakukan ritual mandi kembang untuk keris tersebut?" Tanya dukun kancil.
"Tidak Mbah." Lutfhi terkejut.
Dukun kancil langsung menoyor kepala Lutfhi. Dia mengatakan Lutfhi begitu ceroboh. Pantas saja Lutfhi semalam di teror oleh genderuwo yang ada di dalam keris tersebut. Sebab Lutfhi tidak melakukan ritual mandi rutin seminggu sekali pada keris tersebut.
Keris itu memang harus di mandikan secara rutin di malam jumat. Sehingga Lutfhi dan Tini harus melakukan itu ketika malam jumat tiba. Ritual yang harus di lakukan oleh Lutfhi, di antaranya adalah mandi dengan bunga kembang 7 rupa untuk keris tersebut. Selain itu harus ada kepala kambing dan membakar menyan. Itu harus di lakukan oleh Lutfhi setiap malam jumat tiba. Sebagai persembahan dari Lutfhi pada peliharaannya sendiri yang bersemayam di dalam keris tersebut.
Mbah Prio atau dukun kancil juga memberikan Lutfhi mantra dalam ritual rutin yang harus di jalani oleh Lutfhi untuk memandikan keris sakti tersebut. Mantra itu nantinya harus di ucapkan oleh Lutfhi ketika dia akan membasuh air kembang 7 rupa itu ke keris miliknya tersebut. Dengan begitu, keris itu akan semakin sakti mandraguna.
Lutfhi berterima kasih pada dukun kancil yang telah memberitahukan Lutfhi akan hal tersebut. Lutfhi tidak mengetahui, jika dia harus memandikan keris tersebut di malam jumat. Sebab istrinya pun tidak tahu, jika keris itu memang harus di mandikan rutin.
__ADS_1
Lutfhi yang sekarang sudah menjadi orang kaya baru. Tak pergi begitu saja meninggalkan rumah dukun kancil. Dia memberikan sebuah logam mulia pada dukun kancil. Itu bayaran yang pas bagi dukun kancil yang selalu membantu Lutfhi dalam mendapatkan kekayaan. Lutfhi pun begitu bersyukur dengan bantuan yang di berikan oleh dukun kancil pada dirinya.