Jimat Warisan

Jimat Warisan
Pendaftaran Sekolah


__ADS_3

Ada 3 kelas yang di buka oleh Lukas untuk menampung anak-anak yang ingin belajar di sekolahnya. Kelas Pratama di tunjukkan untuk anak-anak yang sama sekali belum mengenal ilmu Al-Qur'an. Mereka buta huruf, sehingga mereka akan belajar untuk mengenal huruf hijaiyah sebagaimana merupakan huruf yang ada di Al-Qur'an.


Kelas kedua Lukas namai kelas menengah. Di mana kelas ini diperuntukkan bagi mereka yang sudah mengenal huruf hijaiyah. Namun belum fasih dalam membaca Al-Qur'an. Kelas ini akan di ajar oleh Nur sebagai guru pembimbingnya. Nur akan mengajar setiap anak untuk lebih lancar lagi dalam memahami huruf serta cara membaca yang lebih baik lagi.


Sementara kelas ketiga adalah kelas senior yang akan di ajar oleh Lukas. Di kelas ini anak-anak yang ingin menghapal Al-Qur'an, bisa masuk. Mereka akan di bimbing oleh Lukas untuk lebih pandai lagi dalam menghapal Al-Qur'an. Sehingga mereka bisa menjadi seorang hafidz maupun Hafidzah.

__ADS_1


Banyaknya anak yang sama sekali tidak mengenal huruf hijaiyah. Membuat kelas Pratama jauh lebih di minati oleh warga. Mereka banyak memasukkan anak mereka ke kelas Pratama. Sebab di kelas ini, anak-anak mereka akan di perkenalkan huruf hijaiyah.


Melihat banyaknya minat orangtua yang memasukkan anak mereka ke kelas Pratama. Akhirnya Lukas memutuskan untuk membuat kelas Pratama menjadi dua. Di mana nantinya kelas Pratama akan di ajar oleh Nur dan Rosmitha. Sementara Lukas akan mengajar di kelas menengah.


Tak hanya Lukas yang senang dengan antusias para warga dalam menyekolahkan anak mereka. Rosmitha dan Nur juga turut antusias untuk mengajarkan anak-anak tersebut. Mereka berdua sudah tidak sabar untuk mengajar di sekolah tersebut. Bersama-sama dalam mendidik anak-anak di kampungnya dalam ilmu agama. Mengingat banyak warga kampung yang selama ini jauh dari ilmu agama. Bahkan dari mereka yang tak mengenal sama sekali ilmu agama. Padahal ilmu agama adalah salah satu hal yang penting di miliki oleh setiap individu. Namun banyak warga kampung yang tak memiliki ilmu agama yang akan jadi bekal di akhirat kelak.

__ADS_1


Lukas pun berharap Rosmitha dan Nur akan iklhas dalam menjalankan amanah sebagai seorang guru. Walaupun bayaran yang mereka dapatkan tidak sebesar mengajar di sekolah lainnya. Namun Lukas berharap mereka berdua akan ikhlas dan tulus dalam mengajar di sekolah tersebut.


Rosmitha yang memiliki perasaan lebih terhadap seorang Lukas. Tentu tidak keberatan untuk mengajar di sekolah Lukas. Baginya ini adalah sebuah cara yang harus di lakukan oleh Rosmitha dalam menarik perhatian dari Lukas. Tentu akan ada nilai lebih dari Lukas, saat Rosmitha bersedia untuk menjadi guru di sekolah Lukas. Nilai lebih yang akan membuat nama Rosmitha di hati Lukas semakin baik.


Nur yang mulai tertarik akan Lukas, juga memiliki misi yang sama dengan Rosmitha. Dia merasa ini adalah kesempatan yang paling baik dari dirinya untuk bisa menarik perhatian dari Lukas. Selama ini Nur masih belum bisa berbuat banyak dalam menarik perhatian Lukas. Sehingga dengan momen yang ada saat ini. Nur bisa menarik perhatian Lukas lebih dalam lagi. Apalagi Lukas terkenal memiliki selera perempuan yang taat beribadah serta seorang yang pandai dalam mengamalkan ilmu agama. Itu sudah pasti di miliki oleh Nur. Tinggal bagaimana respon Lukas terhadap Nur. Apakah Lukas memiliki perasaan yang sama pada Nur, atau justru sebaliknya. Lukas tidak memiliki perasaan yang sama seperti yang Nur miliki.

__ADS_1


__ADS_2