
Baru sadar dari pingsannya, Ima langsung ingin bertemu dengan Tini. Dia ingin berbicara empat mata dengan Tini dalam membicarakan hal pesugihan yang di lakukan oleh Lutfhi dan Tini. Ima ingin memberikan sedikit nasehat pada Tini dan Lutfhi dalam hal pesugihan yang telah mereka lakukan. Sudah seharusnya mereka tidak melakukan hal itu. Sebab pesugihan adalah tindakan yang paling menyesatkan. Itu harus di hindari oleh Lutfhi dan Tini, sebab akan membawa pada kemurkaan dari Allah SWT.
Ima juga mengajak Lukas untuk meyakinkan Tini dan Lutfhi agar segera bertobat akan dosa yang mereka lakukan. Harapan dari Ima tentu Tini dan Lutfhi akan benar-benar insyaf dengan perbuatannya tersebut.
Lukas pun tidak keberatan untuk membantu Ima dalam menyadarkan Tini dan Lutfhi. Sebab Lukas merasa ini akan membahayakan semua anggota keluarga dari Lukas. Tini dan Lutfhi menggunakan keluarga besar Tini sebagai tumbalnya. Itu harus di lakukan oleh Tini dan Lutfhi untuk bisa terlihat lebih maju lagi dari orang lain.
Tiba di rumah Tini dan Lutfhi, kedatangan dari Ima dan Lukas kurang mendapat sambutan baik dari pemilik rumah. Baik Tini dan Lutfhi tentu merasa kedatangan dari Lukas dan Ima untuk memberikan mereka tausiyah yang tidak penting sama sekali. Itu yang membuat mereka berdua tidak pernah suka pada Lukas dan Ima.
Lukas sendiri menyadari kedatangan dari dirinya dan Iman kurang mendapat sambutan yang Baim dari Lutfhi dan Tini. Oleh sebab itu dia tidak langsung mengatakan maksud dan tujuan dari kedatangannya tersebut. Dia hanya mengatakan jika mereka berdua datang untuk bersilaturahmi dengan keduanya.
__ADS_1
Namun Lutfhi dan Tini yang sudah tahu ujung dari obrolan mereka. Tetap tidak menerima Lukas dan Ima untuk masuk ke dalam rumah. Bagi keduanya, tidak ada ruang untuk Ima dan Lutfhi dalam berdakwah di rumah mereka. Kuping mereka sudah tidak masuk apapun lagi. Sebab mereka tidak ingin mendapatkan nasehat sedikit pun dari Ima dan Lukas. Jadi keduanya meminta pada Ima dan Lukas untuk berhenti menasehati Lutfhi dan Tini lagi.
Melihat respon yang buruk dari Tini dan Lutfhi. Tentu Ima semakin sedih akan sikap yang di tunjukkan oleh keduanya. Mereka terlihat seperti seseorang yang sudah tidak memiliki hati. Perasaan mereka sudah tertutup oleh rasa tamak. Begitu juga dengan hatinya yang sudah mengeras layaknya batu. Ini menjadi sebuah kesedihan tersendiri bagi Ima dan Lutfhi. Apalagi mereka berdua ingin Melihat Tini dan Lutfhi berubah.
Akhirnya Lukas yang sudah tidak tahan dengan semua ucapan dari Tini dan Lutfhi, langsung mengutarakan maksud dari kedatangan dirinya dan Ima. Lukas pun mengatakan jika dirinya hanya meminta pada Tini dan Lutfhi untuk tidak melakukan tindakan yang tidak seharusnya di lakukan oleh mereka berdua. Tindakan pesugihan yang membahayakan nyawa mereka dan keluarga besar Tini itu sendiri. Sebab jika mereka melakukan tindakan itu, sudah pasti akan banyak orang yang di rugikan oleh tindakan yang di lakukan oleh Tini dan Lutfhi.
Tini dan Lutfhi terkejut saat Lukas tahu akan pesugihan yang mereka lakukan. Keduanya saling menatap satu sama lain. Menunjukkan wajah terkejut dengan apa yang Lukas ucapkan pada mereka berdua. Mereka belum tahu, jika Genderuwo itu gagal dalam melakukan tugasnya untuk menjadikan Sandra tumbal berikutnya. Genderuwo itu gagal menjadikan Sandra sebagai santapan tumbal lezat selanjutnya.
Lukas dan Ima benar-benar tidak mengerti dengan sikap Tini dan Lutfhi yang seolah tidak takut dengan dosa yang mereka lakukan. Mereka tidak pernah takut akan azab dari Allah SWT yang mungkin saja akan membuat hidup mereka di akhirat kelak menderita.
__ADS_1
Tini dan Lutfhi yang semakin jengah dengan apa yang di katakan oleh Lukas dan Ima. Mengusir keras keduanya untuk menjauh dari rumah mereka. Mereka tidak ingin keduanya kembali ke rumahnya untuk selamanya. Sebab mereka tidak butuh nasehat busuk dari Lukas dan Ima yang tidak ada gunanya untuk mereka. Mereka hanya butuh uang, jika Ima dan Lukas tidak bisa memberikan mereka uang. Mereka tidak boleh datang ke rumah Lutfhi dan Tini.
Lukas dan Tini sudah tidak mengerti lagi dengan apa yang di ucapkan oleh Tini dan suaminya tersebut. Mereka sudah tidak memiliki hati lagi dengan agama. Hingga mereka sudah tidak takut dengan apa yang mungkin terjadi pada mereka di masa mendatang. Keduanya justru bangga dengan dosa yang di lakukan oleh mereka berdua. Padahal dosa yang mereka berdua lakukan adalah dosa besar yang minim pengampunan dari Allah SWT. Mereka menduakan Allah SWT demi kesenangan semata. Tidak memperdulikan apa yang mungkin Allah SWT berikan pada mereka berdua.
Lukas pun akhirnya mengajak Ima untuk pergi dari kediaman bibinya tersebut. Lukas sudah tidak bisa memberikan nasehat yang akan di berikan pada Tini dan Lutfhi. Sebab hati keduanya seperti batu yang sudah mengeras. Tidak bisa di ubah, layaknya sebuah kertas yang bisa di gores menggunakan tinta. Hati Lutfhi dan Tini sudah benar-benar tertutup dari apapun.
Ima sendiri sebenarnya mesin ingin memberikan nasehat yang baik untuk Tini dan Lutfhi. Namun benar apa yang di ucapkan oleh Lukas. Sepertinya Tini dan Lutfhi sudah tidak bisa di nasehati lagi oleh mereka. Sebab keduanya sudah tertutup hatinya. Sehingga tidak ada lagi kata-kata yang bisa masuk ke telinga mereka. Semuanya telah mati begitu saja.
Lukas dan Ima pun pergi dari hadapan Tini dan Lutfhi. Kepergian keduanya langsung di rayakan Tini dan Lutfhi dengan sebuah kebahagiaan yang begitu hebat. Mereka tertawa membuat Ima terlihat bersedih atas nasehat yang di berikan pada Tini dan Lutfhi yang tidak di dengar oleh keduanya. Padahal Tini dan Lutfhi seharusnya mendengar apa yang di sampaikan oleh Lukas dan Ima. Namun mereka justru malah menolak mentah-mentah apa yang Ima sampaikan pada mereka.
__ADS_1
Namun mereka juga sedikit khawatir, sebab Sandra yang di targetkan menjadi tumbal oleh mereka berdua gagal. Mereka pun harus berhati-hati dengan apa yang mungkin di lakukan oleh Genderuwo itu. Bisa saja Genderuwo itu akan mengincar salah satu anak Lutfhi dan Tini. Mengingat itu adalah perjanjian yang telah di sepakati. Jika keduanya gagal memenuhi tumbal dari keluarga besarnya. Maka anak mereka yang akan menjadi tumbal dari Genderuwo tersebut. Lutfhi dan Tini harus benar-benar menjaga kedua anaknya dari sergapan Genderuwo tersebut.