
Malam jum'at adalah malam yang cukup keramat bagi seorang Lutfhi. Di mana di malam itu, Lutfhi harus bisa memandikan jimat yang selama ini di miliki oleh Lutfhi.
Lutfhi justru di malam ini fokus bermesraan dengan Tini. Dia semalaman bermadu kasih dengan istrinya tersebut. Maklum saja, Lutfhi dan Tini memang senang memadu kasih di malam Jum'at yang di percaya sebagian orang sebagai malam yang di anjurkan untuk berhubungan suami-istri.
Lutfhi yang tidak paham agama sama sekali, tetap menganggap hal itu layak untuk di yakini. Sehingga Lutfhi dan Tini sering memanfaatkan malam Jum'at sebagai malam untuk melakukan hubungan badan.
Lutfhi terlihat begitu puas melampiaskan hasrat seksual yang ada di dirinya. Dia tak mau melepaskan pelukannya pada seorang Tini. Hingga Tini pun hanya bisa berbaring di samping seorang Lutfhi.
Sekalipun sudah sangat mengantuk, Lutfhi tetap tidak bisa tidur dengan keadaan terlentang. Hingga untuk membuat Lutfhi bisa tertidur, dia hanya menyandarkan punggungnya pada tembok. Sementara kedua tangannya di lipat oleh Lutfhi di atas perut. Gaya tidur ala Genderuwo itu memang sangat di anjurkan, jika Lutfhi ingin tertidur dengan begitu lelapnya.
Tanpa perlu berlama-lama lagi, Lutfhi pun segera tidur. Dia tak kuat lagi menahan rasa kantuknya. Padahal dia telah berusaha tertidur dengan posisi terlentang dengan memeluk tubuh Tini yang tak mengenakan sehelai pakaian pun. Tapi tetap saja Lutfhi tidak bisa tertidur dengan pulas, menggunakan posisi tidur terlentang tersebut.
Tini pun menjadikan paha Lutfhi sebagai bantalan kepalanya. Dia begitu nyaman menyandarkan kepalanya di paha seorang Lutfhi. Hingga perlahan, Tini pun langsung tertidur di paha Lutfhi tersebut.
Malam berganti menjadi siang, suara kokok ayam yang terdengar dengan begitu nyaring. Langsung membangunkan seluruh penduduk kampung yang masih terlelap tidur. Termasuk Tini dan Lutfhi yang juga masih tertidur dengan begitu lelapnya.
__ADS_1
Lutfhi bangun lebih awal dari pada Lutfhi, terlebih sinar matahari langsung menyorot ke arah mata Lutfhi. Dia pun langsung terbangun dengan sorot sinar matahari yang menyorot langsung ke wajahnya tersebut.
Tak berselang lama, Tini juga mulai terbangun dari tidur pulasnya tersebut. Dia langsung bangun dari posisinya yang terlentang tanpa pakaian. Dia mengambil segelas air, kemudian langsung meminumnya hingga habis. Tini begitu kehausan.
Lutfhi meminta pada Tini untuk membawakan dirinya segelas air juga. Dia ingin minum sama seperti Tini. Tanpa keberatan, Tini langsung membawa segelas air putih yang di minta oleh Lutfhi.
Lutfhi langsung meminum segelas air putih yang di bawa oleh Tini tersebut. Namun saat Lutfhi menghabiskan air itu, dia langsung teringat. Jika dirinya lupa memandikan keris miliknya. Sontak Lutfhi langsung bergegas lari ke ruangan yang biasa di gunakan oleh dirinya untuk melakukan ritual perdukunan.
Lutfhi yang berlari keluar kamar tanpa busana, langsung membuat pembantu di rumahnya terkejut. Belalai milik Luthfi yang di penuhi rambut ikal, terlihat dengan jelas oleh pembantunya tersebut. Sontak Lutfhi pun kembali masuk ke dalam kamarnya untuk kembali mengenakan pakaiannya.
Tidak ada sesuatu yang terjadi. Keris itu masih berada di dalam tempatnya dengan aman. Lutfhi sempat meras lega, terlebih saat Lutfhi melihat kondisi keris yang masih cukup aman. Dia langsung kembali menaruh keris itu secara hati-hati.
Namun secara tiba-tiba, terdengar suara teriakan dari dalam kamar kedua anak Lutfhi. Kedua anak Lutfhi itu berteriak dengan begitu kerasnya. Apalagi Fajar yang langsung melemparkan beberapa benda yang ada di dalam kamarnya itu ke lantai. Hingga di dalam kamar terlihat seperti kapal pecah.
Tak hanya Lutfhi saja, Tini pun langsung melihat apa yang terjadi pada kedua anaknya tersebut. Keduanya menyaksikan bagaimana anak-anak kesurupan oleh ulah Genderuwo peliharaannya sendiri. Lutfhi mencoba menenangkan kedua anaknya tersebut, tapi Lutfhi justru mendapat cakaran yang cukup keras dari salah satu anaknya. Hingga Lutfhi pun harus merasakan sakit di bagian wajah.
__ADS_1
Tak hanya Lutfhi saja, Tini juga harus merasakan benjol di bagian dahi kirinya. Fajar melempar Tini dengan sebuah kelereng besar yang ada di kamarnya. Keduanya begitu merasakan sakit dengan apa yang di lakukan oleh kedua anaknya. Hingga Tini dan Lutfhi pun langsung kembali keluar dari dalam kamar kedua anaknya tersebut.
Lutfhi pun menyadari apa yang terjadi pada kedua anaknya adalah ulah dari Lutfhi sendiri. Dia lupa memandikan keris yang seharusnya setiap malam Jum'at dia mandikan. Tapi hari ini Lutfhi lupa, sehingga dia harus menanggung resikonya atas apa yang telah di lakukan oleh dirinya sendiri.
Lutfhi dan Tini yang bingung untuk menyembuhkan apa yang terjadi pada kedua anaknya, akhirnya memohon di hadapan keris saktinya atas kesembuhan dari kedua anaknya. Lutfhi berharap Genderuwo itu bisa memaafkan Lutfhi yang telah lupa memandikan keris itu di malam tadi. Sehingga Lutfhi harus menanggung sendiri akibatnya.
Sebuah suara tanpa wujud muncul. Kemungkinan suara itu berasal dari Genderuwo milik Lutfhi. Dia mempertanyakan konsistensi seorang Lutfhi. Pasalnya Lutfhi dua kali lupa memandikan kerisnya sendiri. Sehingga Lutfhi sudah membuat Genderuwo itu merasa kecewa. Dia begitu kecewa dengan apa yang telah di lakukan oleh seorang Lutfhi. Lupa memandikan keris sakti tersebut.
Lutfhi pun memohon maaf atas rasa khilafnya tersebut. Dia berjanji tidak akan lupa lagi untuk memandikan keris tersebut. Lutfhi akan selalu memandikan keris itu ketika malam jumat tiba. Dia tidak akan lupa seperti malam Jum'at sebelum-sebelumnya. Lutfhi berjanji pada Genderuwo itu.
Genderuwo itu pun memaafkan Lutfhi. Namun ini adalah terakhir kalinya bagi seorang Lutfhi untuk lupa. Esok hari Lutfhi tidak boleh lupa lagi. Dia harus selalu bisa memandikan keris itu setiap malam jumat. Tidak ada kata lupa sama sekali. Jika Luthfi sampai melewatkan proses pemandian keris tersebut. Mungkin salah satu anak Lutfhi akan di jadikan tumbal oleh Genderuwo tersebut.
Lutfhi dan Tini seketika terkejut mendengar apa yang di utarakan oleh Genderuwo itu. Mereka pun tentu tidak ingin salah satu anak mereka menjadi tumbal dari Genderuwo peliharaannya sendiri. Sehingga Lutfhi dan Tini tidak boleh lupa lagi untuk memandikan keris sakti tersebut.
Seketika teriakan kedua anak Lutfhi dan Tini pun reda. Mereka berdua telah kembali sadarkan diri. Hingga Lutfhi dan Tini begitu lega melihat kedua anaknya telah kembali sadar.
__ADS_1