Jimat Warisan

Jimat Warisan
Baim Membeli Motor Baru


__ADS_3

Besarnya dana yang di berikan oleh Lutfhi pada seorang Baim, telah membuat keuangan Baim menjadi jauh lebih stabil. Dia pun bisa membeli sebuah motor matic baru yang saat ini sedang di gandrungi oleh banyak kalangan muda. Mungkin Baim akan merasa lebih nyaman menggunakan motor matic baru tersebut.


Baim pun langsung memamerkan motor matic barunya kepada seluruh warga. Dia sengaja mengendarai motor itu dengan berkeliling kampung. Tentu dengan senyuman manis yang tak pernah hilang dari wajah Baim. Dia terlihat begitu bahagia bisa memiliki motor matic baru tersebut.


Beberapa warga mulai memuji Baim dengan motor barunya. Sebagian lainnya mulai mempertanyakan motor baru Baim tersebut. Mengingat Baim yang selama ini tidak bekerja. Mereka pun curiga dengan motor yang di beli oleh seorang Baim.


Baim pun mengatakan jika motor itu di beli oleh uang tabungannya sendiri. Bukan uang hasil dari korupsi atau menipu yang sering di lakukan oleh Baim. Motor itu di dapat oleh Baim dari hasil uang yang halal, bukan uang haram.


Salah seorang anak Baim yang bernama Ari, terlihat memamerkan motor baru yang di miliki oleh ayahnya. Dia terlihat begitu bangga dengan apa yang di miliki oleh ayahnya tersebut. Ari sangat menyukai motor matic berwarna hitam dan merah itu saat mengantar dirinya pergi ke sekolah. Ari menyukai motor itu.

__ADS_1


Istri Baim juga begitu bahagia dengan motor baru yang di miliki oleh suaminya tersebut. Dia langsung pamer juga pada beberapa warga yang berkumpul di sebuah warung. Dengan gaya merendah, tapi meninggi. Istri Baim yang bernama Kinasih itu, terus menceritakan Baim dengan motor matic barunya tersebut.


"Aku seperti mimpi, ternyata tabungan uang suamiku masih ada. Sehingga dia bisa membeli motor matic baru yang memiliki harga yang sama dengan motor matic yang ada di luaran sana." ucap Kinasih dengan wajah sumringahnya.


"Tapi itu duit haram atau halal nih?" celetuk salah seorang warga.


"Sembarangan kamu kalau ngomong, mana pernah suami saya beli sesuatu pakai uang haram." Kinasih emosional.


Kinasih lantas mengancam salah seorang warga itu dengan laporan polisi. Sebab Kinasih merasa nama baik suaminya telah di coreng oleh warga tersebut.

__ADS_1


Bukannya takut, warga itu justru malah tertawa dengan ucapan dari Kinasih. Dia merasa apa yang di ucapkan oleh Kinasih sama sekali tidak beralasan. Sehingga dia tidak takut dengan ancaman yang di berikan oleh Kinasih pada dirinya.


"Apa aku harus takut dengan ancaman dari kamu, aku pikir tidak ada yang harus aku takuti. Semuanya akan baik-baik saja buat aku." ujar warga tersebut.


Kinasih yang sudah mulai geram dengan ucapan dari salah satu warga itu, langsung menampar wajah warga itu dengan begitu kerasnya. Dia begitu marah dengan apa yang di ucapkan oleh warga tersebut pada dirinya. Dia benar-benar tak terima.


Warga itu pun sama tak terima dengan apa yang di lakukan oleh Kinasih. Dia pun langsung membalas apa yang di lakukan oleh Kinasih dengan sebuah tamparan yang tak kalah kerasnya. Keduanya pun akhirnya saling jambak-jambakan.


Beberapa warga membiarkan mereka berdua bertengkar hebat. Sementara warga lain yang panik, merasa iba dengan apa yang terjadi. Hingga mereka pun berusaha melerai pertikaian antara Kinasih dengan warga tersebut.

__ADS_1


Keduanya berhenti bertengkar, saat pak RT datang menghampirinya. Keduanya pun akhirnya bisa di pisahkan, usai bertengkar dengan begitu hebatnya. Warga itu yang masih begitu marah pada Kinasih, mengaku siap membalas apa yang telah di lakukan oleh Kinasih pada dirinya. Dia siap membuat Kinasih akan menyesal telah melakukan tindakan anarkis padanya. Hingga warga itu begitu di buat emosi oleh tingkah seorang Kinasih.


__ADS_2