
Satu teriakan salah satu pekerja, berhasil menyelamatkan nyawa seorang Baim. Sebuah kayu besar jatuh dari atas bangunan secara tiba-tiba. Padahal kayu itu sudah terpasang dengan rapi.
Baim merasa bersyukur, dia masih bisa selamat dengan musibah yang hampir merenggut nyawanya tersebut. Dia tidak bisa membayangkan apa yang mungkin terjadi pada dirinya saat seorang pekerja itu tidak segera meneriaki seorang Baim. Mungkin dia akan tertimpa reruntuhan kayu tersebut.
Baim menghampiri pekerja itu, dia mengucapkan terima kasih pada pekerja itu. Sekali lagi dia mengatakan hal yang begitu baik pada pekerja itu. Baim sangat tertolong dengan apa yang di lakukan oleh pekerja itu terhadap dirinya.
"Terima kasih kamu sudah meneriaki saya tadi. Tidak terbayang apabila kamu tidak meneriaki saya. Mungkin saya akan tertimpa reruntuhan kayu tersebut." ujar Baim menepuk pundak anak buahnya.
"Iya Mas Baim sama-sama. Padahal itu kayu posisinya kuat banget. Tapi anehnya bisa jatuh seperti itu. Apa tertiup angin yah." ucap pekerja itu.
"Tidak ada angin Bay. Mungkin penunggu tempat ini lagi usil." sahut pekerja lainnya.
__ADS_1
Baim sempat terdiam, dia belum pernah merasakan hal yang aneh seperti ini. Kejadian yang baru pertama kali terjadi pada dirinya ini. Menjadi kejadian yang sangat membingungkan bagi seorang Baim. Sehingga Baim pun sempat terdiam dengan peristiwa buruk yang hampir merenggut nyawanya tersebut.
"Benar juga, tidak ada angin atau apa. Tapi kenapa bisa jatuh seperti itu yah. Ini harus di selidiki lebih lanjut lagi." ujar Baim di dalam hati dengan wajah heran.
Baim coba melihat kembali ke arah bangunan itu. Sepertinya tidak ada masalah yang ada, tidak ada bangunan yang tidak sesuai dengan standar. Semuanya di bangun dengan rapi dan benar. Tapi kenapa ada sedikit masalah yang datang. Ini menjadi pertanyaan besar bagi seorang Baim.
Baim yang semakin penasaran, mencoba menyentuh tembok bangunan itu. Namun saat akan menyentuhnya, Baim di kejutkan dengan kehadiran ular berbisa yang hampir mematuk tangannya. Dengan refleks yang cepat, Baim berhasil menghindar dari serangan ulat tersebut.
Dengan dua kali pukulan. Ular jenis king kobra itu pun akhirnya segera pergi meninggalkan seorang Baim. Dia yang terlanjur kesal dengan ular tersebut, mencoba membunuh ular tersebut dengan sebilah kayu yang di pegang oleh dirinya. Mungkin dengan membunuh ular tersebut, dia akan merasakan hal yang puas. Sebab dia sudah membunuh ular berbisa yang hampir membahayakan nyawanya tersebut.
Melihat Baim yang mengejar seekor ular, para pekerja lainnya pun turut melakukan pemburuan terhadap ular tersebut. Namun ular itu terlalu cepat untuk pergi. Hingga ular itu tidak sempat di bunuh oleh mereka.
__ADS_1
Cipratan air liur ular itu mulai terasa perih di tangan Baim. Dia merasakan hal yang kurang nyaman terjadi di tangannya. Mungkin Baim harus segera mengobati tangannya tersebut. Hingga dia tidak akan mengalami infeksi yang cukup berat di bagian tangannya.
Saat Baim mulai mengobati tangannya, dia mulai terpikir beberapa hal buruk. Kejadian yang hampir membahayakan nyawanya tersebut, mulai Baim kaitkan dengan sedikit cerita buruk akan Lutfhi dan Tini yang melakukan pesugihan. Dia pun khawatir menjadi salah satu tumbal yang Lutfhi dan Tini persembahkan.
Namun Baim dengan cepat membuang prasangka buruk terhadap Tini dan dan Lutfhi. Dia mengatakan jika Tini dan Lutfhi tidak akan tega melakukan hal yang buruk tersebut pada Baim. Mengingat Baim adalah kakak ipar dari Tini. Jadi Tini tidak mungkin melakukan hal keji tersebut pada seorang Baim.
Baim mulai fokus mengobati lukanya tersebut. Dia berharap tidak akan ada hal buruk yang akan menimpa dirinya. Hingga Baim bisa kembali bekerja seperti sediakala. Ini yang di harapkan oleh seorang Baim. Dia akan baik-baik saja seperti sebelumnya. Hingga Baim tidak akan merasakan sakit atau efek samping dari apa yang akan terjadi pada dirinya tersebut.
Seorang pekerja lainnya meminta Baim untuk pergi ke rumah sakit. Dia harus mengobati lukanya tersebut. Ada kemungkinan infeksi yang akan terjadi dengan luka dari Baim tersebut. Lukas itu jika tidak di tangani dengan baik, mungkin saja akan menimbulkan dampak panjang pada tangan Baim. Tetapi Baim tidak menghiraukan apa yang di katakan oleh anak buahnya. Dia percaya dengan peralatan seadanya yang dia gunakan untuk di jadikan obat dalam mengobati tangannya tersebut. Baim merasa ini sudah jauh cukup untuk tangannya. Sehingga tidak harus di bawa ke dokter untuk tindakan yang lebih lanjut lagi.
Bahkan Baim menunjukkan pada anak buahnya tersebut. Dia sudah tidak merasakan sakit seperti awal-awal. Kini Baim sudah mulai merasa jauh lebih baik lagi. Itu yang di rasakan oleh Baim kini.
__ADS_1