
Sandra yang mulai rindu pada seorang Firman, meminta pada Lukas untuk mempertemukan dirinya dengan sosok ayahnya tersebut. Sandra terus merengek pada seorang Lukas untuk membawa dirinya ke rumah sakit jiwa. Dia ingin melihat bagaimana kondisi dari ayahnya saat ini. Mungkin ini akan menjadi hal yang berat bagi seorang Sandra, tapi Sandra begitu begitu rindu pada Firman yang telah berada di rumah sakit jiwa selama dua minggu terakhir ini.
Lukas sebenarnya bisa saja membawa Sandra dan Sandi untuk bertemu dengan sosok Firman. Namun Lukas merasa khawatir, Firman justru akan menyakiti dua anaknya tersebut. Ini yang di khawatirkan oleh seorang Lukas. Hingga dia belum berani untuk membawa Sandra dan Sandi menuju rumah sakit jiwa.
Lukas terus meyakinkan hatinya untuk berani membawa Sandra dan Sandi bertemu dengan Firman. Dia butuh keberanian lebih untuk membawa dua anak Firman itu ke rumah sakit jiwa. Tempat itu mungkin akan jadi tempat yang sedikit menakutkan bagi kedua anak Firman. Di sana ada banyak hal yang tidak bisa di bayangkan oleh kedua anak Firman tersebut. Keduanya mungkin saja akan ketakutan dengan kondisi rumah sakit jiwa yang di penuhi dengan pasien yang memiliki gangguan jiwa. Itu yang ada di pikiran seorang Lukas saat hendak membawa kedua anak Firman menuju rumah sakit jiwa bertemu dengan Firman.
"Apa kamu yakin ingin bertemu dengan ayah kamu sekarang?" tanya Lukas dengan wajah penuh penasaran.
"Iya Paman, Sandra ingin bertemu dengan Ayah. Sandra kangen Ayah." jawab Sandra dengan wajah sedihnya.
__ADS_1
Melihat wajah sedih yang di tunjukkan oleh Sandra. Lukas mulai berpikir untuk membawa Sandra bertemu dengan seorang Firman. Mungkin tidak ada salahnya bagi seorang Lukas membawa seorang Sandra menuju rumah sakit jiwa. Ini bukan ide yang buruk.
Tak ingi ketinggalan, Lukas juga membawa Sandi yang mungkin ingin bertemu dengan seorang Firman. Sandi juga sudah pasti rindu dengan sosok ayahnya tersebut. Sehingga Lukas pun berniat untuk mengajak Sandi untuk bertemu dengan sosok Firman. Ini harus di lakukan oleh Lukas.
Dia berjalan menuju Sandi yang berada di teras rumah kontrakannya. Lukas begitu yakin, Sandi akan turut pergi bersama dengan dirinya. Mungkin Sandi tidak akan menolak untuk bertemu dengan Firman ayahnya sendiri. Apalagi dia sudah lama tidak bertemu dengan sosok Firman yang selama ini begitu sayang pada dirinya.
Lukas benar-benar tidak menduga dengan apa yang di ucapkan oleh seorang Sandi. Dia mengira Sandi akan menerima ajakan dari seorang Lukas dengan baik. Nyatanya Sandi justru menolak apa yang di tawarkan oleh seorang Lukas. Hingga Lukas begitu bersedih dengan sikap Sandi yang terlihat tidak dewasa tersebut.
Sandi tidak mendengar semua nasehat yang Lukas ucapkan. Bagi Sandi apa yang di ucapkan oleh Lukas, sama sekali tidak benar. Firman tetap sosok ayah yang tidak baik. Dia telah membuat kehidupan dari Sandra dan Sandi menjadi susah. Itu yang membuat Sandi begitu membenci Firman saat ini.
__ADS_1
Lukas kembali mengingatkan Sandi akan Firman yang merupakan ayah kandungnya sendiri. Sehingga Sandi seharusnya bisaa hormat terhadap Firman. Ini sangat tidak baik, Sandi seharusnya tidak melakukan hal tersebut. Mungkin Sandi perlu berpikir ulang untuk melakukan hal jahat tersebut.
Sandi merasa ucapan dari dirinya sama sekali tidak salah. Dia mengucapkan sesuatu hal yang benar. Sandi tidak salah sama sekali, dia mengatakan apa yang seharusnya dia katakan pada seorang Firman. Jika Firman tidak melakukan pesugihan, mungkin sandi tidak akan mengalami celaan dari banyak orang. Namun kenyataannya, kini Sandi menjadi bahan gunjingan dari banyak orang. Itu semua di sebabkan oleh pesugihan yang di lakukan oleh Firman.
Sandi yang sudah tetap dengan keyakinan dari dirinya. Dia memperdulikan lagi semua ucapan Lukas. Sandi memilih masuk ke dalam kamarnya. Mungkin dengan berada di kamar, Sandi bisa menenangkan pikirannya yang begitu kacau. Itu yang harus Sandi lakukan saat ini. Tidak terus beradu argumentasi dengan seorang Lukas yang tetap meyakini jika apa yang di pilih oleh Sandi adalah pilihan yang salah. Jalan yang sesat, sebab Sandi mengatakan hal yang memang dia rasakan saat ini. Perasaan yang begitu sakit dengan apa yang orang bicarakan pada dirinya.
Lukas memberikan waktu pada Sandi. Mungkin benar, Sandi butuh waktu sendiri. Sehingga dia harus benar-benar bisa menenangkan diri dan pikirannya untuk tidak kembali emosi. Sandi harus tenang dengan apa yang terjadi. Tidak harus membuat Sandi semakin marah. Semuanya harus bisa di lakukan dengan kepala dingin. Itu yang harus di lakukan oleh Sandi saat ini.
Melihat Sandi yang terlihat begitu membenci seorang Firman. Sandra terlihat begitu sedih dengan apa yang ada pada kakaknya. Dia terlihat begitu kacau dengan apa yang di tunjukkan oleh seorang Sandi. Bagaimana bisa Sandi yang sejak dahulu begitu mencintai ayahnya, secara tiba-tiba membenci Firman dengan begitu hebatnya. Ini tentu tidak bisa di terima oleh seorang Sandra. Dia begitu sedih akan Sandi yang membenci Firman dengan begitu kuatnya.
__ADS_1