
Suara kumandang adzan magrib berbunyi dengan begitu kerasnya. Firman pun mengajak kedua anaknya untuk shalat berjamaah. Firman ingin hari ini, Sandi yang akan bertugas sebagai imam shalat. Sehingga Firman bisa mendengar bagaimana Sandi membaca bacaan shalat dengan begitu indahnya. Sebuah hal yang begitu Firman rindukan.
Firman mengawali wudhu tersebut, sebelum di susul oleh Sandra dan kemudian Sandi. Mereka begitu menikmati setiap gerakan wudhu yang di lakukan. Apalagi air di rumah Firman yang segar. Sedikit memberikan sensasi yang cukup berbeda dari air biasanya. Proses wudhu yang di lakukan oleh Firman dan kedua anaknya itu berlangsung dengan begitu baiknya.
Firman terlihat sudah tidak sabar untuk shalat berjamaah dengan kedua anaknya. Dia menggelar beberapa sejadah yang akan di gunakan untuk shalat. Apalagi sejadah yang Firman letakkan memiliki ukuran yang besar. Sehingga sejadah itu begitu nyaman saat Firman dan kedua anaknya jadikan tempat shalat. Apalagi saat Firman sujud di sajadah itu. Rasanya begitu nyaman untuk di jadikan alas shalat bagi seseorang.
Firman dan kedua anaknya begitu senang dengan shalat maghrib berjamaah yang di lakukan oleh mereka bertiga. Namun saat Firman akan mengumandangkan iqomaah. Sebuah insiden terjadi, tiba-tiba beberapa benda yang ada di kamar Sandi berjatuhan dengan sendirinya.
__ADS_1
Sontak Sandra yang melihat benda-benda itu jatuh secara tiba-tiba. Langsung memeluk tubuh Firman. Sandra ketakutan dengan peristiwa ghaib yang terjadi tersebut. Apalagi dia pernah di teror langsung oleh Kuntilanak yang dahulunya adalah sosok yang di jadikan oleh Firman sebagai mahluk pesugihannya.
"Jangan pernah ganggu keluargaku lagi. Aku sudah tidak ingin bersekutu dengan kamu. Nyai." ucap Firman dengan tegasnya.
Tiba-tiba kuntilanak itu langsung menampakkan wujudnya di hadapan Firman dan kedua anaknya. Sandra dan Sandi langsung ketakutan saat sosok Kuntilanak itu mulai mendekat ke arah mereka. Keduanya memeluk erat tubuh Firman dengan begitu kuatnya. Mereka tidak ingin melepaskan pelukannya dari tubuh Firman. Apalagi kuntilanak itu terlihat begitu penasaran dengan kedua anak Firman tersebut. Tentu itu semakin membuat Sandi dan Sandra semakin takut pada sosok kuntilanak itu. Mereka tidak berani untuk melihat wajah kuntilanak yang di penuh oleh darah dan nanah tersebut.
"Kamu dulu yang meminta aku untuk memberikan segalanya padamu. Sekarang kamu malah campakkan aku seperti ini Firman. Dasar manusia tamak, egois dan tidak tahu diri. Aku akan buat hidup kamu menderita selamanya Firman." ucap Kuntilanak dengan wajah marahnya.
__ADS_1
Firman dan kedua anaknya semakin kuat dalam membaca Al-Qur'an. Hingga Kuntilanak itu semakin tidak nyaman berada di hadapan Firman dan kedua anaknya tersebut. Perlahan Kuntilanak itu mulai pergi meninggalkan Firman dan kedua anaknya. Kuntilanak itu pun secara perlahan menghilang dari hadapan Firman. Tidak ada lagi kuntilanak di hadapan Firman. Kuntilanak itu menghilang dengan sendirinya. Meninggalkan Firman yang begitu yakin bisa menjauh dari kuntilanak itu.
Begitu kuntilanak itu sudah pergi. Firman dan kedua anaknya langsung mengucapkan rasa syukurnya. Mereka akhirnya bisa terbebas dari teror Kuntilanak yang selama ini menyerang keluarga mereka. Firman juga berpesan pada kedua anaknya untuk tidak takut saat berhadapan dengan kuntilanak itu.
"Jika kalian bertemu dengan kuntilanak itu lagi. Kalian jangan lupa buat baca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Insyallah itu bisa membuat kita terlindung dari kuntilanak terkutuk tersebut." ucap Firman.
"Baik Ayah. Sandra akan selalu membaca ayat suci Al-Qur'an saat bertemu dengan kuntilanak atau mahluk halus lainnya. Sebab hanya berlindung pada Allah, kita akan terhindar dari gangguan mahluk halus seperti kuntilanak tadi." jawab Sandra dengan bijaksana.
__ADS_1
Firman tersenyum dengan jawaban yang di berikan oleh Sandra. Dia merasa Sandra semakin cerdas saat ini. Sehingga dia bisa melihat fenomena yang terjadi sebagai sebuah runutan peristiwa yang memang terjadi dalam kehidupan yang akan di alaminya. Sandra juga semakin yakin dengan apa yang di milikinya. Ketika Sandra kesusahan, dia hanya meminta pertolongan pada Allah SWT. Sebab dengan pertolongan Allah SWT Sandra bisa melewati kesulitan yang di hadapi oleh dirinya.
Begitu juga dengan Sandra. Dia juga tak kalah dewasa. Sandi yang sempat marah saat mengetahui Firman dan ibunya melakukan pesugihan. Kini mulai menerima pilihan Firman tersebut. Sandi tidak marah lagi dengan apa yang terjadi. Hanya saja Sandi sudah tidak akan mempersoalkan dengan apa yang terjadi di masa lalu. Sebab godaan kuntilanak itu begitu kuat. Itu mungkin yang buat Firman saat itu tidak sadar telah masuk ke dalam perangkap kuntilanak. Sehingga tanpa sadar, Firman melakukan pesugihan pada kuntilanak itu.