Jimat Warisan

Jimat Warisan
Firman Rindu Kedua Anaknya


__ADS_3

Melihat seorang anak yang di gandeng oleh seorang perempuan. Firman langsung teringat akan kedua anaknya. Tentu Sandra dan Sandi akan menjadi sosok yang di ingat oleh seorang Firman. Kedua anak Firman itu menjadi sosok yang sangat di rindukan oleh dirinya.


Firman yang melihat dari celah jendela kamar perawatannya. Seketika langsung tertarik untuk menangkap sosok anak yang di bawa oleh seorang perempuan tersebut.


Pintu ruang perawatan di buka dengan segera, dia pun Firman pun bergegas mendekati perempuan dan anaknya tersebut. Dengan cara mengendap-endap, Firman mulai mendekat pada perempuan dan anaknya tersebut. Begitu dia sudah dekat dengan perempuan itu. Firman langsung menarik anak itu dari perempuan yang membawanya.


Sontak sang anak menangis hebat dengan apa yang di lakukan oleh Firman. Sementara ibu yang membawa anak itu, juga terlihat panik dengan apa yang di lakukan oleh Firman. Ibu itu langsung mengejar Firman yang membawa anak itu ke dalam ruang perawatannya.


Firman langsung mengunci ruang perawatannya dengan begitu rapatnya. Sementara sang anak terus menangis berada di dalam ruang perawatan Firman. Ibu anak itu pun tak henti berteriak meminta tolong pada seluruh penghuni rumah sakit jiwa tersebut. Mungkin akan ada seseorang yang akan menolong dirinya. Sehingga dia bisa membawa anaknya menjauh dari seorang Firman.

__ADS_1


Beberapa perawat mulai mendengar teriakan minta tolong dari ibu tersebut. Mereka pun langsung menghampiri sang ibu yang terlihat begitu panik melihat anaknya berada di ruang perawatan seorang Firman. Mungkin ini adalah pertolongan yang Tuhan berikan pada ibu tersebut. Mengingat anaknya berada dengan seorang Firman yang mengalami gangguan jiwa. Itu adalah sebuah perkara yang begitu sulit bagi sang ibu.


Dua perawat yang mendatangi ibu itu, langsung berusaha menenangkan ibu tersebut yang terus di landa kepanikan. Keduanya berusaha membuat si ibu itu tenang dengan apa yang terjadi. Tidak akan terjadi hal buruk pada anak si ibu. Sehingga keduanya meminta si ibu untuk lebih tenang lagi.


Begitu ibu tersebut telah tenang, mereka langsung membujuk seorang Firman untuk membuka pintu ruang perawatannya. Namun Firman yang rindu pada kedua anaknya, enggan melepaskan anak yang berada dalam dekapannya. Dia tidak akan melepaskan tersebut, sebelum Firman bertemu dengan kedua anaknya.


Tak ingin si ibu itu semakin panik dengan anaknya yang terus menangis di dekapan seorang Firman. Kedua perawat itu langsung mendobrak pintu ruangan Firman.


Akhirnya setelah berulang kali mencoba, pintu ruang perawatan Firman pun langsung terbuka. Kedua perawat itu langsung menghampiri Firman yang terus mendekap anak kecil tersebut. Sementara ibu si anak tak henti menangis hebat melihat anaknya yang di peluk kuat oleh seorang Firman. Dia khawatir, Firman akan melukai anaknya. Itu yang di khawatirkan oleh ibu tersebut.

__ADS_1


Kedua perawat itu tidak langsung merebut anak itu dari tangan Firman. Keduanya mengupayakan negosiasi terlebih dahulu. Itu jauh lebih penting, mengingat Firman adalah seorang yang memiliki gangguan jiwa. Akan sangat khawatir saat kedua perawat itu melakukan hal yang terlalu di paksakan. Sehingga keduanya mengupayakan sebuah upaya yang lebih lembut lagi pada seorang Firman. Sebab jika Firman di perlakukan secara kasar, bukan tidak mungkin dia akan menyakiti anak tersebut. Ini yang di khawatirkan oleh kedua perawat tersebut.


Kedua perawat itu meminta Firman untuk melepaskan Anka itu dari dekapannya. Keduanya merayu Firman untuk melepaskannya dengan cara mengobrol secara lembut. Keduanya tentu berharap Firman akan melepaskan anak itu dari dekapannya.


Dengan cara persuasif yang di lakukan oleh kedua perawat itu, Firman akhirnya sedikit melunak. Dia mulai melepaskan dekapannya dari anak itu. Kemudian dengan segera anak itu melepaskan tangan Firman dari dekapannya.


Anak itu segera berlari menghampiri ibunya yang terus menangis ketakutan akan kondisi dari anaknya itu. Sementara Firman nampak terlihat bersedih saat anak itu lepas dari dekapannya. Firman membayangkan kedua anaknya yang telah lama sudah tak pernah dia temui. Ini akan menjadi hari yang berat bagi seorang Firman. Dia harus merindukan kedua anaknya yang yang sudah lama tak mengunjungi dirinya di rumah sakit jiwa.


"Apakah Bapak rindu dengan anak Bapak?" tanya salah seorang perawat.

__ADS_1


Firman menatap tajam wajah perawat itu. Dia mengatakan jika dirinya begitu rindu pada kedua anaknya. Padahal beberapa minggu yang lalu Sandra yang datang bersama dengan Lukas sudah mengunjungi seorang Firman. Mungkin Firman lupa, jika Sandra sudah datang mengunjungi seorang Firman.


Firman pun menangis dengan terisak-isak. Dia perlahan menceritakan bagaimana rindu dirinya pada kedua anaknya. Firman berharap bisa bertemu dengan kedua anaknya tersebut. Keduanya akan membuat seorang Firman bisa lebih tenang dengan kedatangan mereka berdua. Firman berharap itu akan terjadi pada dirinya.


__ADS_2