
Entah datang dari mana, tiba-tiba angin kencang berputar mengarah menuju lokasi yang Lukas jadikan tempat pembangunan sekolahnya. Beberapa warga yang menyaksikan putaran angin itu terlihat begitu panik. Mereka terlihat tidak mampu menahan rasa takut yang ada. Sehingga mereka memilih untuk menghindar dari putaran angin tersebut.
Seorang yang biasa mengumandangkan adzan di mushola dengan segera mengumandangkan adzan untuk mengusir angin ribut tersebut. Dia berharap dengan adzan yang di kumandangkan olehnya, bisa mengusir angin ribut yang datang ke kampungnya tersebut.
Angin ribut itu tak berhenti berputar dengan membawa seluruh material yang di terbangkan olehnya. Hingga angin itu sudah hampir tiba di dekat bangunan sekolah Lukas. Beberapa warga yang melihat putaran angin yang begitu kencang, terlihat panik melatih semua yang ada. Mereka berlari menjauhi putaran angin yang semakin tak karuan tersebut.
__ADS_1
Seorang warga melihat sosok mahluk yang menyerupai kuntilanak berada di tengah-tengah pusaran angin tersebut. Pusaran angin itu semakin kuat saat sudah berada di dekat bangunan sekolah seorang Lukas. Satu persatu bangunan sekolah itu mulai berterbangan dengan angin yang terus mengarah pada bangunan tersebut.
Bangunan yang terlihat begitu kokoh tersebut, dengan segera rubuh ke atas tanah. Semua orang yang menyaksikan peristiwa itu langsung mengabadikan rubuhnya bangunan sekolah milik Lukas. Mereka pun merasa ada sesuatu yang janggal dari tubuhnya bangunan sekolah milik Lukas.
Angin yang awalnya berhembus dengan begitu kencangnya. Perlahan kembali mulai berhembus dengan pelan, setelah menghancurkan bangunan sekolah milik Lukas. Apa mungkin angin itu hanya di tugaskan menghancurkan bangunan sekolah Lukas saja. Jika itu yang terjadi, tujuannya untuk apa. Semua orang bingung dengan hembusan angin yang tiba-tiba tersebut. Mereka hanya bisa terdiam dengan peristiwa yang menimpa bangunan sekolah milik Lukas tersebut.
__ADS_1
Lukas yang masih dalam perjalanan menuju rumah sakit jiwa. Tidak sempat melihat handphone miliknya. Hingga Lukas pun belum sadar, jika ada sebuah angin ****** beliung yang menghancurkan seluruh bangunan sekolah miliknya.
Sementara Ima yang menyaksikan bangunan sekolah milik anaknya hancur berantakan, terlihat begitu sedih. Dia tahu betul, bagaimana seorang Lukas yang berusaha menjadikan bangunan itu sebagai tempat untuk dirinya mengajarkan ilmu agama pada seluruh anak di kampungnya. Namun bangunan itu kini sudah hancur lebur di buat oleh angin ****** beliung.
Ini menjadi sebuah tamparan yang cukup keras bagi seorang Lukas dan Ima pastinya. Dia merasakan bagaimana sedihnya kehilangan sesuatu yang telah di bangun dengan perjuangan yang penuh dengan keringat. Namun harus hancur oleh satu tiupan angin kencang.
__ADS_1
Ima berharap Lukas tidak akan bersedih dengan semua itu. Mungkin Lukas akan lebih ikhlas dengan apa yang terjadi pada dirinya. Sehingga Lukas akan bisa semakin dewasa dalam menerima sebuah musibah yang menyerangnya.
Ima pun terus mengubungi Lukas dan Darwis. Dia ingin mengabarkan ambruknya bangunan sekolah yang mereka berdua bangun. Mungkin Lukas yang akan paling terpukul, sehingga Lukas akan bersedih dengan semuanya. Dia akan menjadi sangat sedih dengan apa yang ada. Menerima kenyataan yang mungkin saja tidak terduga dalam hidupnya.