
Sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit, Baim semakin tak tahan dengan rasa sakit yang dirasakan oleh dirinya. Dia benar-benar sudah tidak kuat dengan rasa sakitnya tersebut. Hingga beberapa orang yang membawa Baim menuju ke rumah sakit, terus menenangkan Baim.
Salah seorang warga mulai menghubungi Kinasih. Namun Kinasih tak urung mengangkat panggilan telepon dari warga tersebut. Atas inisiatif dari warga lainnya, panggilan telepon itu pun di alihkan pada ibu Baim. Mungkin dia harus tahu dengan kondisi dari Baim. Sebab ibu Baim adalah bagian dari keluarga Baim juga.
Beruntung bagi warga yang menghubungi ibu Baim, dia langsung mengangkat panggilan telepon dari salah seorang warga tersebut. Namun ibu Baim langsung histeris saat mendengar kabar Baim yang kecelakaan. Dia panik bukan main, hingga hampir jatuh pingsan. Apalagi dia mendengar suara Baim yang meringis kesakitan di dalam perjalanan menuju rumah sakit.
__ADS_1
Ibu Baim langsung memanggil adik Baim untuk datang menjenguk Baim. Dia tak mungkin datang ke rumah sakit dengan sendiri. Tubuhnya masih cukup rentan, jadi harus ada seseorang yang membantu dirinya dalam melakukan perjalanan menuju rumah sakit tersebut.
Tak kalah histeris dari sang ibu, adik Baim juga turut bersedih atas apa yang terjadi pada seorang Baim. Dia tak bisa membayangkan rasa sakit yang di alami oleh kakaknya tersebut. Rasa sakit yang tentunya begitu besar.
Mereka berdua segera pergi menuju rumah sakit. Tak sabar untuk melihat apa yang terjadi pada seorang Baim. Menentukan tindakan yang akan di ambil untuk Baim selanjutnya.
__ADS_1
Kepanikan dari ibu Baim dan adiknya, tidak akan sama di rasakan oleh seorang Kinasih. Maka dari itu, adik Baim meminta ibunya untuk tidak mengubungi seorang Kinasih. Itu adalah tindakan yang sia-sia.
Apa yang di katakan oleh adik Baim ada benarnya juga. Mungkin Kinasih sudah tidak peduli lagi dengan sosok Baim. Dia tak menjawab panggilan telepon dari ibu mertuanya sendiri. Padahal dahulu saat masih dalam masa kejayaan dari seorang Baim, dia begitu dekat dengan sosok ibu mertuanya. Namun kini Kinasih mulai menjauh, bahkan dia tak ingin memiliki urusan dengan ibu mertuanya sendiri. Hal yang cukup menyedihkan bagi seorang Kinasih.
"Aku pikir Kinasih sudah tidak memiliki rasa sayang lagi pada Kak Baim. Dia tak peduli dengan Kak Baim. Begitu juga dengan ibu. Jadi aku lihat dia sudah tidak mencintai Kak Baim lagi." ucap adik Baim dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
"Ibu tidak tahu akan hal itu. Mungkin Baim lebih mengerti dengan semua itu. Apakah istrinya masih mencintai seorang Baim, atau sudah tidak. Itu jadi pertanyaan tersendiri bagi seorang Baim." ujar ibu Baim dengan raut wajah sedihnya.
Perjalanan itu bukan lagi membahas kemungkinan yang akan terjadi pada seorang Baim. Melainkan pembahasan akan Kinasih yang sudah tidak memiliki rasa lagi pada seorang Baim. Rasa cinta yang seharusnya di miliki oleh seorang istri pada suaminya sendiri.