
Ricky dan dua temannya terlihat begitu asyik bermain PS di kamar miliknya. Di temani dengan sebotol jus semangka segar yang di buat oleh ibunya. Ricky dan dua temannya itu begitu menikmati permainan yang mereka mainkan. Apalagi Ricky bermain dengan penuh determinasi. Itu yang membuat Ricky semakin percaya diri untuk bermain.
Rick yang tak mau kalah dari temannya, terlihat mengganggu temannya saat bermain. Dengan begitu, Ricky bisa dengan mudah mengalahkan temannya tersebut. Ricky pun menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut. Pertandingan yang akan membuat seorang Ricky menjadi lebih baik lagi.
Suasana yang awalnya penuh kehangatan di kamar Ricky yang cukup luas. Perlahan berubah menjadi suasana yang cukup mencekam. Ada sedikit angin yang berhembus dari luar, tapi gorden di kamar Rini melayang dengan begitu kuatnya. Awalnya Ricky dan kedua temannya tidak peduli dengan apa yang terjadi.
Namun saat tiba-tiba lampu di kamar Ricky mati. Baru ketiganya langsung mencoba kabur dari dalam kamar Ricky. Ketiga begitu ketakutan dengan apa yang terjadi. Sehingga ketiganya pun mencoba kabur dari kamar Ricky.
Tapi apalah daya, pintu kamar Ricky terkunci dari luar. Sehingga ketiga orang itu pun terkurung di kamar Ricky yang berada di lantai atas. Mereka terus menggedor pintu kamar Ricky, berharap ada orang dari luar yang akan membukakan pintu kamar mereka. Sehingga mereka bisa segera keluar dari kamar Ricky yang mulai menyeramkan.
Akhirnya apa yang mereka bertiga harapkan pun terjadi. Sinta yang mendengar suara dari kamar Ricky, akhirnya datang ke kamar Ricky yang terdengar sebuah keributan. Sinta pun langsung datang ke kamar Ricky untuk melihat apa yang terjadi pada seorang Ricky.
Begitu Sinta membuka pintu kamar Ricky, secara tiba-tiba lampu di kamar Ricky kembali menyala. Suasana mencekam yang sempat terjadi di kamar Ricky pun sirna dengan begitunya. Tidak ada lagi ketakutan yang di rasakan oleh Ricky dan kedua temannya. Mereka yang awalnya begitu takut dengan apa yang terjadi, kini sudah bisa lebih tenang lagi.
"Kalian kenapa?" tanya Sinta.
__ADS_1
"Tadi Mah, tiba-tiba lampu di sini mati semua. Termasuk PS Ricky juga mati. Tapi tiba-tiba sekarang lampunya nyala lagi. Ricky gak tahu itu kenapa." jawab Ricky dengan wajah penuh ketakutan.
Sinta tidak langsung percaya pada Ricky. Dia masih tidak yakin dengan apa yang di sebutkan oleh Ricky. Dia masuk ke dalam kamar Ricky. Mengecek apa yang terjadi di dalam kamar Ricky. Tapi Sinta tidak menemukan hal aneh seperti yang di katakan oleh Ricky. Hal yang membuat Ricky begitu ketakutan.
"Apa yang seram, tidak ada yang seram di sini. Ini cuman ilusi kamu saja Ricky." ucap Sinta sedikit kesal.
Ricky dan ketiga temannya masuk ke dalam kamar Ricky. Mereka berjalan dengan begitu ketakutan. Saling bersembunyi di antara tubuh yang lainnya. Namun benar apa yang di ucapkan oleh Sinta. Sudah tidak ada hal yang perlu di takuti oleh ketiganya. Semuanya telah baik-baik saja, tidak ada hal menyeramkan seperti yang di ucapkan oleh Ricky dan kedua temannya.
Masih ada sedikit ketakutan dari ketiganya. Tapi tidak seperti di awal-awal, sehingga mereka kini lebih berani dengan semua yang ada. Mereka pun bisa kembali bermain PS dengan nyamannya.
Ricky dan kedua temannya kembali bermain PS. Mereka mulai bermain seperti biasanya. Tertawa, saling mengumpat satu sama lain. Hingga mengusili satu sama di lakukan oleh Ricky dan teman-temannya. Ketiganya begitu asyik bermain PS kembali.
Tapi suasana mencekam kembali terjadi. Angin yang awalnya berhembus dengan begitu pelannya tiba-tiba berubah dengan seketika. Angin itu berhembus dengan begitu kencang, menerbangkan gorden kamar Ricky yang begitu tipis. Gorden itu pun menari layaknya seorang penari profesional.
Pintu kamar Ricky yang awalnya terbuka dengan lebarnya. Tiba-tiba tertutup dengan begitu kerasnya. Semua lampu di kamar Ricky kembali mati. Begitu pun dengan PS dan TV yang juga mati. Suasana mencekam kembali terjadi di kamar Ricky.
__ADS_1
Ketakutan kembali menyerang Ricky dan kedua temannya. Apalagi kini ada sosok Genderuwo yang mulai menampakkan wajahnya. Dua teman Ricky langsung pingsan dengan spontan saat melihat wajah Genderuwo seram milik Lutfhi tersebut. Keduanya tak kuat melihat wajah Genderuwo Lutfhi yang memiliki taring yang cukup panjang.
Ricky yang masih dalam keadaan sadar, mencoba mengusir Genderuwo milik Lutfhi itu dengan beberapa benda yang ada di kamarnya. Bantal di lemparkan pada Genderuwo itu. Begitu juga dengan guling dan stik PS yang di lemparkan oleh Ricky sebagai alat pelindung diri bagi seorang Ricky.
Namun semua itu tida ada artinya, saat mulut Ricky langsung di cengkram dengan begitu kuatnya oleh tangan kanan Genderuwo itu. Sontak Ricky yang tak bisa bernapas dengan cengkraman Genderuwo itu seketika pingsan. Dia pun tergeletak di bawah TV besar yang menempel di dinding kamarnya.
Sinta yang mendengar suara pintu yang tertutup dengan kerasnya. Langsung menghampiri kamar Ricky. Dia ingin tahu apa yang terjadi dengan anaknya tersebut. Tapi pintu kamar Ricky terkunci dengan begitu rapatnya.
Sinta terus memanggil Ricky dan kedua temannya yang berada di dalam kamar. Dia begitu khawatir dengan kondisi anaknya tersebut. Hingga Sinta langsung memanggil Iman yang merupakan sopir pribadinya untuk membuka pintu kamar Ricky. Dia khawatir akan terjadi hal yang buruk pada anaknya tersebut.
iman dengan sekuat tenaga mendongkrak pintu kamar Ricky yang terkunci dari dalam tersebut. Di dorongan pertama Imam gagal, tapi di dorongan kedua. Akhirnya Iman sukses mendobrak pintu kamar Ricky yang terkunci rapat.
Sinta pun terkejut melihat apa yang terjadi pada Ricky dan kedua temannya. Sinta panik melihat Ricky yang tergeletak di atas lantai dengan wajah yang begitu lemas. Sinta mencoba membangunkan Ricky, tapi Ricky tak kunjung bangun juga.
Berbeda dengan Ricky, kedua teman Ricky sudah bisa terbangun saat Sinta menyalakan lampu di kamar Ricky. Hingga mereka pun sudah bisa kembali bangun dari pingsannya.
__ADS_1
Ricky yang tak kunjung bangun, akhirnya langsung di bawa oleh Sinta menuju rumah sakit. Iman pun langsung membawa tubuh Ricky menuju mobil. Sementara Sinta terlihat begitu panik dengan apa yang terjadi pada Ricky. Dia khawatir akan terjadi hal buruk yang akan menimpa anaknya tersebut. Hingga Sinta harus bisa memastikan Ricky tidak mengalami hal yang tidak di inginkan tersebut. Sinta harus bisa membuat Ricky kembali tersadar.