Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lukas Kaget


__ADS_3

Beberapa video akhirnya masuk ke dalam handphone milik Lukas. Dengan segera Lukas melihat kiriman video dari beberapa tetangganya tersebut. Dia begitu terkejut melihat bagaimana angin besar menghancurkan bangunan sekolah milik Lukas.


Air mata Lukas seketika menetes deras melihat apa yang tejadi pada sekolah yang di bangun olehnya. Hingga Lukas pun berusaha untuk menahan rasa sedihnya tersebut. Kakinya juga seolah tak dapat berdiri dengan tegap lagi. Dia merasakan bagaimana hancurnya perasaan dia ketika melihat sekolah yang di bangun oleh dirinya sendiri menjadi hancur. Perasaan Lukas seketika hancur berkeping-keping.


Darwis yang melihat sesuatu hal yang aneh pada Lukas, langsung menghampirinya. Dia bertanya sesuatu hal yang membuat Lukas terlihat begitu bersedih. Kemudian Lukas hanya meminta Darwis untuk melihat apa yang ada di handphone miliknya.

__ADS_1


Darwis mengambil handphone miliknya tersebut. Dia membuka handphone tersebut, melihat ratusan pesan berisi putaran angin yang menghancurkan sekolah yang di bangun oleh Lukas tak bersisa. Ini menjadi sebuah tamparan keras bagi seorang Darwis. Dia merasakan perjuangan Lukas yang begitu besar dalam membangun sekolah tersebut. Hingga sekolah tersebut bisa berdiri menjadi sebuah bangunan yang bagus.


Darwis terus menenangkan Lukas yang tak henti menangis dengan begitu hebatnya. Ini menjadi sebuah titik paling rendah bagi seorang Lukas, dia tak menyangka akan mengalami hal buruk seperti itu. Dia kehilangan bangunan sekolah yang telah di bangun olehnya secara susah payah.


Darwis meminta Lukas untuk tetap bersabar, mungkin suatu hal yang baik akan menimpa Lukas di kemudian hari. Tidak ada yang harus Lukas khawatirkan. Semuanya akan terlihat baik-baik saja, apalagi Lukas adalah seorang yang paham ilmu agama, cobaan tentu akan menjadi sebuah cambuk bagi Lukas untuk tetap semangat dalam memperjuangkan keinginan dari dirinya.

__ADS_1


Lukas berharap bisa terus berjuang bersama dengan Darwis. Sebab Darwis adalah satu-satunya sayap yang Lukas miliki dalam mempertahankan sebuah keinginannya. Lukas sangat berterima kasih pada sosok Darwis yang tak pernah hilang dalam setiap perjuangan seorang Lukas. Hingga Lukas bisa melewati setiap permasalahan dengan begitu baiknya.


Darwis pun merasa apa yang telah di perjuangkan oleh dirinya adalah bagian dari kewajiban seorang Darwis sebagai seorang ayah. Dia merasa itu sudah menjadi sebuah hal yang harus Darwis lakukan. Sehingga Lukas tidak harus berterima kasih dengan secara berlebihan. Darwis berjanji siap membantu Lukas dalam pembangunan gedung sekolah yang akan di bangun oleh Lukas. Dia siap menjual salah satu tanah miliknya pada Lutfhi, demi membiayai pembangunan sekolah milik Lukas tersebut.


Lukas sempat menolak ide dari seorang Darwis. Bagi Lukas, itu bukan jadi tugas seorang Darwis. Melainkan tugas seorang Lukas yang memang menginginkan sebuah bangunan sekolah untuk dia mengajar. Sehingga Lukas bisa menyebarkan kebaikan bagi anak-anak di kampungnya. Itu yang di harapkan oleh Lukas, hal yang begitu Lukas harapkan.

__ADS_1


Darwis akan tetap menjual tanah miliknya itu untuk biaya pembangunan sekolah milik Lukas. Sehingga Lukas tidak akan khawatir lagi perihal biaya. Sebab Darwis akan membiayai sepenuhnya pembangunan sekolah tersebut.


__ADS_2