
Malam semakin larut, semua tamu undangan satu per satu pulang. Keluarga Prawira telah mengenal calon menantu mereka. Sedangkan keluarga Wirawan sudah menemukan calon menantunya. Kedua adik Rafa sudah menemukan jodoh yang terbaik. Rafa menjadi seorang kakak yang terbaik untuk Salsa dan Kiara. Dia memenuhi tanggungjawabnya sebagai kakak yang selalu didambakan oleh seoran adik perempuan.
Meski Sabrina masih belum sepenuhnya setuju, tapi Rizal sudah mendengar isi hati Kiara yang paling dalam. Semua itu sudah cukup membuat Rizal bahagia. Dalam hati Rizal berkeyakinan akan memperjuangkan Kiara dengan cara apapun. Rizal akan mengatakan pada dunia jika diperlukan. Bahwa Kiara makmum dunia akhiratnya, dia akan membahagiakan Kiara dengan cara apapun.
Jika di meja keluarga Prawira terjadi perdebatan akan kedatangan Rizal. Di malam yang sama dan acara yang sama. Namun di meja yang berbeda, wanita terhormat yang lain. Sedang sibuk mencari kesalahan Salsa dan keluarganya. Mungkin Naufal belum sepenuhnya mencintai Salsa, tapi membiarkan dia terus diam terhina. Sebagai seorang laki-laki Naufal tidak akan pernah diam membiarkan semua itu terjadi. Jika hati sudah menolak, sekuat atau sebaik apapun diri kita. Hanya akan tetap salah dan terhina. Kebencian Mira akan Hana, kini berimbas pada Salsa sang adik.
"Salsa, apa Hana sudah menyadari? Jika dia wanita kampung yang tak pantas berada diantara kami keluarga terhormat. Lihatlah saja sendiri, dia meninggalkan adiknya sendiri di tengah keluarga terhormat seperti kami. Tanpa berpikir dirimu akan tertekan di tengah-tengah kami!" ujar Mira ketus, Salsa tersenyum sinis. Nuafal menatap Mira yang seakan ingin menunjukkan pada dunia. Bahwa dia satu-satunya wanita terhormat.
"Anda tidak melihat nyonya. Aku dan Rafa ada di sini, Salsa tidak akan pernah sendiri. Mungkin darah yang mengalir di nadi kami tidak sama. Namun hatiku dan Rafa telah sepenuhnya menganggap Salsa sebagai adikku. Dia memiliki dua kakak laki-laki yang siap membela dan mengalirkan darah untuk membelanya. Jangan terlalu mudah menghina Salsa dengan mulut anda. Kupastikan semua tidak akan baik untuk anda!" ujar Adrian, seketika Mira menunduk. Salsa mengangguk menatap ke arah Adrian. Sebaliknya Naufal menoleh ke arah Adrian yang dengan tegas membela Salsa. Sebuah kasih sayang tulus yang terjalin tanpa berpikir akan sebuah balasan.
__ADS_1
"Aku heran melihat semua yang terjadi. Dua wanita kampung ini. Dapat mengusai kalian para laki-laki. Seolah mereka menyihir kalian tanpa ampun. Seorang Rafa Akbar Prawira, pengusaha ternama bertekuk lutut pada Hana wanita sebatang kara. Bahkan demi dia, Rafa meninggalkan keluarga yang membesarkannya. Demi wanita itu pula, Rafa pernah membenci orang tuanya. Jika memang Hana wanita yang baik. Seharusnya dia pergi menjauh dari Rafa demi keutuhan keluarga Prawira. Sekarang kalian lihat sendiri, keluarga Prawira tercerai berai hanya karena satu wanita!" ujar Mira sinis, Salsa mendongak menatap tajam ke arah Mira. Naufal menoleh ke arah Salsa seraya mengangguk. Seakan dia menyetujui apapun yang akan dilakukan Salsa. Naufal mengajak Annisa menjauh, sejak awal Salsa diam hanya demi Annisa. Dia terlalu kecil untuk melihat perdebatan orang-orang dewasa.
"Nyonya Mira Wirawan, anda wanita terhormat. Namun sepertinya kehormatan anda, membuat anda tak pantas dihormati. Maafkan aku, dengan sangat terpaksa anda harus mendengar kebenaran ini. Mungkin kami berdua wanita kampung yang tak berpendidikan. Status kami yang berbeda dengan kak Rafa atau kak Naufal. Tidak ada hubungannya dengan cinta yang ada diantara kami. Kak Rafa mencintai kak Hana dengan cara yang sangat sederhana. Aku mencintai kak naufal dengan penuh kasih sayang pada Annisa. Jika anda ingin mengatakan kami menghiba cinta laki-laki hebat ini. Anda sepenuhnya benar, kami menghiba cinta mereka demi buah hati yang terlanjur ada diantara kami. Kebahagian mereka jauh lebih penting, daripada luka hati kami. Namun anda salah, jika berpikir kak Hana yang merusak keutuhan keluarga Prawira. Kak Rafa yang seharusnya bertanggungjawab akan hidup sepi kak Hana. Dia dan keluarga anda, orang yang tanpa sengaja membuat luka di hati kakakku Hana. Kalian orang-orang yang menjadikan kakakku hidup sebatang kara!" tutur Salsa emosi, Mira meradang mendengar perkataan Salsa. Namun Ilham langsung menghentikan Mira. Sebab terlihat Rafa datang bersama Lisa. Ilham tidak ingin melihat amarah Rafa, yang pastinya akan membuat semua semakin sulit untuk keluarganya.
"Permisi aku ingin mengenalkan Lisa. Dia adikku angkatku, dia dokter spesialis kandungan yang akan bergabung dengan rumah sakitmu!" tutur Rafa lirih, Salsa berdiri mengulurkan tangan. Mereka saling berjabat tangan.
"Lisa, dia Salsa adik Hana sekaligus pemilik rumah sakit tempatmu mengabdi. Naufal direktur utama rumah sakit, tak lain calon suaminya!" ujar Rafa mengenalkan, Lisa dan Salsa saling tersenyum. Sabrina menghampiri Mira, dia melihat Mira yang sedang tertekan.
"Aku menikah bukan mencari wanita yang berkelas. Aku menikah dengan Hana, karena dia wanita yang aku cintai. Mungkin diamku membuatmu lupa. Apa yang mampu aku lakukan? Jika perkataanmu barusan, bisa membuat Hana marah dan membenciku. Kalian berdua bersiaplah, untuk tinggal di jalan!" ujar Rafa marah, Salsa mengangguk setuju. Dalam hati dia tertawa melihat Sabrina dan Mira tertunduk malu.
__ADS_1
"Tapi yang dikatakannya memang benar. Aku tidak pantas untukmu, tidak berpendidikan dan kampungan. Aku juga tidak cantik dan berkelas layaknya adik angkatmu. Kenapa kamu tidak bertemu Lisa? Malah kamu bertemu wanita hina seperti aku!" ujar Hana lirih, Rafa menoleh dengan wajah terkejut. Dia melihat Hana berdiri tepat di belakangnya. Sedangkan Fathan berada dalam gendongan Diana. Dengan santai Diana mengangkat kedua bahunya. Adrian menghampiri Diana, ingin bertanya pada Diana apa yang terjadi?
"Sayang, kamu salah paham. Dia bicara melantur, jangan dihiraukan. Aku sudah mengatakan dengan jelas. Bahwa kamu satu-satunya wanita yang aku cintai!" bujuk Rafa sembari merangkul Hana. Sebaliknya Hana meronta, dia sangat kesal. Sejak di rumah Hana marah-marah tidak jelas. Pikiran Hana hanya dipenuhi rasa cemburu yang tidak jelas.
"Lepaskan pelukanmu, jika kamu tidak ingin menikah dengan Lisa. Kenapa tidak mengatakan padaku? Jika Lisa ada di kota ini. Jangan-jangan kamu dan Lisa akan menikah diam-diam!" ujar Hana kesal, Rafa menepuk jidatnya pelan. Dia tidak akan mampu menenangkan Hana dengan mudah. Apalagi setelah mendengar perkataan Sabrina.
"Sayang, kamu bercanda untuk apa aku menikah dengan Lisa? Jika aku sudah mempunyai bidadari di rumah!" ujar Rafa memelas, Hana mengacuhkan Rafa. Dia berjalan menjauh dari Rafa. Hana sangat marah melihat kedatangan Lisa. Apalagi setelah mendengar perkataan Sabrina. Saat Rafa sibuk merayu Hana dan membuat semua orang heran melihat sosok Rafa yang lain.
"Apa kabar dokter Lisa? Aku Zyan pengelola restoran ini. Jika tidak keberatan, bisa tidak kita saling mengenal. Mungkin kita bisa bertunangan seperti mereka!" ujar Zyan pada Lisa, bukan menjawab Lisa meninggalkan Zyan.
__ADS_1
"Lebih baik ditolak di awal, daripad saat rasa itu dalam. Lihat temanmu Rafa, dia sedang berjuang keras meluluhkan hati bumil yang cemburu!" ujar Adrian menggoda Zyan.
...☆☆☆☆☆...