KETEGUHAN CINTA

KETEGUHAN CINTA
Cinta itu Rasa Nyaman


__ADS_3

Setelah berita gembira semalam. Sejak pagi Rafa sudah sibuk melarang Hana melakukan apapun. Rafa seolah takut terjadi sesuatu pada Hana. Sebaliknya Hana seolah mengacuhkan perhatian Rafa yang cenderung mengekang. Hana seolah menganggap angin lalu semua perhatian Rafa. Bukan menuruti atau menolak, Hana lebih memilih diam dan melakukan semua yang Hana suka.


Pagi ini sengaja Hana menghubungi Diana. Dia berencana mengajak Diana pergi. Hana berencana mengajak Diana membeli perlengkapan pertunangan Salsa. Sengaja Hana tidak mengatakan pada Rafa. Agar dia tidak cerewet. Perlindungan Rafa malah terkesan mengekang. Itulah yang membuat Hana meras risih dan enggan mengatakan pada Rafa.


Diana datang bersama Adrian, hubungan keduanya semakin membaik. Hanya tinggal menunggu pertemuan keluarga yang belum terwujud. Keluarga Adrian belum bisa datang Kondisi nenek Adrian yang tiba-tiba menurun membuat orang tua Adrian menunda kedatangannya. Salsa dan Naufal memutuskan akan segera melakukan pertunangan. Keluarga Naufal tidak melarang, juga tidak mengizinkan. Mereka sudah memberikan kebebasan pada Naufal. Bahkan mereka tidak berjanji akan menghadirinya. Alasan kebencian mereka tak lain, Hubungan Salsa dengan Hana. Mereka masih menyalahkan Hana. Atas berpindah tangannya perusahaan Wirawan ke tangan Rafa.


"Diana, kamu sudah datang. Sekalian sarapan saja. Setelah itu kita berangkat!" ujar Hana santai, Diana mengangguk pelan mengiyakan perkataan Hana. Adrian sudah mengetahui rencana kepergian Hana dan Diana. Sebaliknya Salsa tidak bisa ikut. Dia harus pergi kuliah. Jadi Hana dan Diana akan pergi berdua. Rafa yang baru saja turun sempat mendengar perkataan Hana. Dengan raut wajah heran, Rafa bertanya pada Hana. Namun Hana tidak menjawab, alhasil Rafa bertanya pada Diana. Hasilnya tetap sama, baik Hana dan Salsa diam seribu bahasa.


"Adrian, mereka berdua kompak diam. Katakan sejujurnya mereka akan pergi kemana? Kenapa Hana seolah menyembuyikan dariku? Aku yakin Diana sudah mengatakannya padamu. Kemana dia akan pergi bersama Hana?" cerocos Rafa, Adrian menoleh pada Diana dan Hana. Keduanya memberikan isyarat pada Adrian untuk diam tak bersuara. Akhrinya Adrian mengangkat kedua bahunya, tanda dia tidak mengetahui apapun!


"Daripada kita mengurusi urusan perempuan. Lebih baik kita sarapan, lalu segera berangkat. Pagi ini kita akan mengadakan rapat dengan pihak asing. Rapat ini penting untuk pengadaan alat kesehatan di rumah sakit yang dikelola Naufal!" ujar Adrian mengalihkan pembicaraan, Rafa menggeleng lemah. Dengan penuh wibawa, Rafa melepas jas dan dasinya. Lalu menggulung kemejanya ke atas siku.

__ADS_1


"Jika Hana tidak mengatakan, kemana mereka akan pergi? Aku juga tidak akan pergi ke kantor. Jadi aku bisa menemani dia seharian. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Hana!" ujar Rafa santai, Hana menepuk jidatnya pelan. Dia tidak percaya Rafa bisa semudah itu memutuskan, untuk tidak pergi ke kantor. Demi bisa menemani Hana pergi. Diana terkekeh melihat Hana yang kebingungan. Awalnya ingin pergi diam-diam, sekarang malah harus pergi di kawal. Rafa sendiri yang akan menemani Hana belanja. Perlindungan Rafa benar-benar membuat Hana tidak berkutik. Adrian menepuk bahu Rafa. Dia tidak terima bila Rafa memutuskan libur kerja.


"Jangan macam-macam kamu Rafa. Mereka rekan kita yang paling penting. Jika kamu tidak datang ke kantor. Kita bisa mengalami kerugian. Mereka bisa membatalkan kontrak kerja dengan perusahaan kita!" ujar Adrian kesal, Rafa menoleh sekilas. Hana tersenyum mendengar perkataan Adrian. Dengan begini Rafa akan tetap ke kantor. Sedangkan Hana dan Diana akan pergi berbelanja keperluan pertunangan Salsa.


"Aku lebih baik kehilangan kontrak kerja itu. Daripada aku harus membiarkan Hana pergi sendiri. Kondisi Hana belum stabil, kehamilannya kali ini berbeda dengan Fathan. Aku tidak ingin kehilangan moment kehamilan Hana yang kedua. Sebab saat kehamilan Fathan, aku tidak ada di samping Hana!" ujar Rafa tegas, Adrian mengangguk kalah. Dia sudah tidak mungkin menang berdebat dengan Rafa. Cintanya pada Hana, mampu merubah dunia sesuai keinginannya. Rafa tidak akan peduli, jika harus kehilangan satu kontrak kerja demi Hana.


"Baikah hari ini kita cuti menjadi pegawai kantor. Kita akan menjadi pengawal dua bidadari cantik dan satu pangeran tampan. Jika kamu cuti akupun cuti. Kapan lagi bisa jalan berdua dengan Diana pujaan hatiku?" ujar Adrian, Hana dan Diana menoleh hampir bersamaan. Mereka menggeleng tidak percaya mendengar ide konyol Adrian. Sebaliknya Rafa mengacungkan jempol ke arah Adrian. Seolah dia setuju dengan ide dari Adrian.


...☆☆☆☆☆...


"Salsa, kita harus bicara sebelum semua semakin jauh. Ada yang harus kamu ketahui tentang diriku. Termasuk watak keluargaku yang menganggap harta segalanya!" ujar Naufal, Salsa mengangguk mengerti. Sebenarnya Salsa sudah mengetahui siapa sebenarnya Naufal dan bagaimana keluarganya memperlakukan Hana? Namun Salsa diam menunggu kejujuran dan kesiapan Naufal mengatakan kebenaran pada Salsa.

__ADS_1


"Katakanlah, setidaknya jauh lebih baik terluka sekarang. Agar tak ada lagi air mata setelah pernikahan!" ujar Salsa, Naufal mengangguk mengerti. Naufal menyeruput kopi yang dipesannya. Sengaja Naufal mencari Salsa di kampus. Dia ingin mengatakan isi hatinya pada Salsa.


"Aku bukan seorang laki-laki yang pandai merayu. Aku juga bukan laki-laki lajang. Aku telah memiliki Annisa. Sejujurnya aku menikah denganmu semua demi Annisa. Kasih sayangmu membuat Annisa nyaman dan bahagia. Selama ini hanya senyum Annisa alasanku tetap berdiri tegak. Sekarang hadirnya dirimu membuat senyum itu selalu terlihat. Jika kamu bertanya, adakah cinta itu untukmu? Aku masih bimbang, yang pasti kurasakan sekarang. Aku mengagumi sikap lembutmu pada putriku. Kini hadirmu dalam keluargaku, layaknya sinar matahari yang selalu menghangatkan. Terima kasih telah menerima Annisa layaknya putrimu. Maaf jika aku tetap Naufal yang dulu. Bukan ingin larut dalam masa lalu. Namun aku masih belajar menatap masa depan bersamamu dan Annisa!" tutur Naufal lirih, Salsa diam mendengarkan. Naufal menghembuskan napas panjang. Seakan ingin mengatakan, dia telah lepas dari beban yang berat.


"Kak Naufal, aku menerimamu juga bukan ingin mengemis cinta, yang sedari awal bukan milikku. Aku menikah denganmu demi putri kecilmu. Aku terlalu takut kehilangannya, aku menyayangi Annisa layaknya putri yang terlahir dari rahimku. Jika kelak setelah menikah, cinta itu tidak pernah ada. Aku tidak akan menyesal, sebab cinta Annisa ada untuk menggantikannya. Ada tidaknya cinta itu, aku akan tetap berada di sampingmu. Menjadi makmum yang baik. Teguhnya cinta kak Naufal pada kak Hana, membuatku yakin kak Naufal imam yang baik untukku. Aku akan menunggu rasa itu ada. Pernikahan ini bukan hanya demi sebuah cinta semu, tapi kujadikan pernikahan ini sebagai ibadahku dan kesempurnaan agamaku. Terima kasih telah menerimaku menjadi makmum dunia akhiratmu!" ujar Salsa, Naufal mengangguk seraya menunduk. Dia tidak berani menatap kedua mata indah Salsa. Naufal merasa bersalah, karena dia berniat menikah dengan Salsa hanya demi Annisa.


"Maaf!"


" Kak Naufal tidak perlu minta maaf. Keteguhan cintamu pada kak Hana tidak salah. Cinta yang kamu tunjukkan itu suci tak bernoda. Kesucian cintamu terbukti nyata. Meski cinta itu menyiksamu, sedikitpun kamu tidak berpikir ingin merebut kak Hana. Aku percaya kak Naufal berusaha melupakan cinta itu. Aku tidak keberatan dijadikan alasan untuk melupakan rasa cinta itu. Sama halnya dengan cinta sucimu pada kak Hana. Sesuci itu pula rasaku padamu, tanpa paksaan dan tanpa hasrat untuk menghancurkan. Cinta diantara kita kelak akan hadir. Di saat hati kita sudah mulai nyaman satu dengan yang lain. Sejatinya nyaman dan cinta akan berdampingan. Sebab awal cinta itu perasaan nyaman. Perjalanan kisah cinta demi kenyamanan dan akhir sebuah cinta, untuk merasakan arti hidup bersama dengan nyaman. Kita awali pernikahan kita dengan perasaan nyaman, agar cinta hadir seiring rasa nyaman yang tercipta!" tutur Salsa bijak, Naufal mengangguk pelan.


"Terima kasih telah mengajarkanku arti cinta yang sesungguhnya!"

__ADS_1


__ADS_2