KETEGUHAN CINTA

KETEGUHAN CINTA
Hanya Dia yang Kucinta


__ADS_3

Setelah kehangatan di pagi hari. Rafa dan Hana harus rela berpisah untuk beberapa hari. Rafa harus segera terbang menuju pulau XX. Ada proyek besar yang harus dikerkajan Rafa di sana. Dia sudah meminta Hana untuk ikut. Namun Hana tetap teguh tidak ingin mengikuti Rafa ke pulau XX. Akhirnya Rafa berangkat bersama Adrian. Kebetulan Diana ikut Hana pergi ke kampung. Jadi Adrian merasa kesepian tanpa Diana. Alasan itulah yang membuat Adrian bersedia ikut dengan Rafa.


Rafa berusaha secepat mungkin mengerjakan peninjauan proyek yang ada di pulau XX. Hari-hari Rafa seakan berjalan sangat lambat. Dia tak pernah sedikitpun jauh dari Hana. Bahkan saat Rafa dan Hana hidup terpisah. Rafa setiap malam tidur di depan rumah Hana. Bagi Rafa keberadaan Hana seolah napas dalam hidupnya. Sekarang dia harus terpisah dari Hana. Bukan sehari atau dua hari, tapi seminggu tanpa suara atau wajah Hana. Sungguh Rafa tersiksa dengan keadaan ini.


Seminggu terasa bagai satu tahun, detik demi detik menyiksa bagi Rafa. Seangaja dia tak pernah menghubungi Hana. Rafa takut lemah bila mendengar suara Hana. Tentunya semua itu akan membuat Rafa semakin sulit bernapas. Adrian melihat jelas kegelisahan Rafa. Dia melihat sahabatnya kembali. Rafa yang gila akan bekerja. Seakan tidak peduli lagi pada kesehatannya. Namun ada yang berbeda darinya kali ini. Dia bekerja tak kenal waktu bukan untuk popularitas, tapi semua demi bertemu dengan Hana Khairunnisa secepat mungkin. Rafa rela melupakan waktu tidurnya. Hanya bekerja yang menjadi prioritasnya.


Mega proyek yang sedang dikerjakan Rafa, tak lain proyek gabungan beberapa perusahaan besar. Salah satunya perusahaan Sesil dan Alfian. Dua sahabat terbaik Rafa saat hidup dalam dunia malam. Sebenarnya ingin Rafa menjauh dari mereka berdua. Namun mega proyek ini harus dikerjakan dengan perusahaan dua sahabatnya itu. Sebagai antisipasi Rafa selalu menghindar, setiap kali Alfian mengajaknya keluar. Sekadar untuk berbicara berdua atau minum secangkir kopi. Rafa terlalu takut tergoda kembali pada dunia malam. Dia tidak ingin mengecewakan Hana.


Langit malam terlihat sangat indah, bulan bersinar sangat terang. Guratan awan yang tertutup gelap, terlihat indah dihiasi bintang-bintang kecil. Rafa berdiri termenung di atas balkon kantor. Rafa menatap indahnya langit, bulan purnama yang begitu sempurna terlihat nyata. Rafa terus menatap langit yang begitu indah dan tak terbantahkan. Kerinduannya akan Hana tak lagi mampu dia bendung. Rafa merasa sesak membayangkan wajah Hana. Seutas senyum yang selalu Hana berikan. Meski Rafa tahu, air mata Hana tersimpan di dalam hatinya.

__ADS_1


Hampir satu jam Rafa berdiri di tepi balkon. Tatapannya menguci langit yang begitu indah. Rafa tidak menyadari, adanya sepasang mata yang mengawasinya. Rafa terlalu larut dalam rasa sepinya. Mengalahkan sepinya malam, kerinduannya pada Hana. Seakan membunuh semangat hidupnya. Rafa benar-benar gelisah.


"Rafa Akbar Prawira, sudah satu jam kamu berdiri mematung. Sebegitu besar kegelisahanmu, sampai kamu tak menyadari keberadaanku!" ujar Alfian, Rafa menoleh terkejut melihat Alfian berdiri tepat di sampingnya. Rafa menatap heran pada Alfian, dia tidak pernah menyangka jika Alfian begitu gigih ingin berbicara dengannya. padahal sejak awal mereka bertemu, Rafa selalu menghindar. Namun kini dia tak mungkin menghindar. Alfian berdiri tepat di sampingnya. Seakan mengatakan pada Rafa. Bahwa ada hal penting yang ingin dikatakannya.


"Alfian, maaf aku tidak menyadari kedatanganmu. Pikiranku benar-benar kalut. Jika ingin bicara mengenai proyek percuma saja. Lebih baik kita bicara besok pagi!" ujar Rafa lirih, secara samar Rafa telah menolak kedatangan Alfian. Sebaliknya Alfian menyadari sikap Rafa yang ingin menghindar darinya. Tetap berdiri di samping Rafa. Sebenarnya banyak yang ingin Alfian katakan. Semua ini tidak ada hubungannya dengan proyek yang mereka kerjakan. Semua ini berhubungan dengan Sesilia Anastsya yang menjadi sahabat sekaligus masa lalu Rafa.


"Memangnya apa hubunganku dengan kegelisahan Sesil. Dia mungkin sedang banyak pikiran. Bukankah kalian berteman, seharusnya jangan pernah tinggalkan dia sendiri. Dia butuh sandaran, setahuku kamu selalu ada buatnya. Lalu untuk apa menemuiku," ujar Rafa, Alfian menggeleng lemah. Meski dia selalu ada untuk Sesil, tapi sebaliknya Sesil selalu berharap Rafa yang ada di sampingnya. Kedatangannya menemui Rafa tidak lain demi Sesil wanita yang dicintainya. Alfian ingin Rafa menemui Sesil, Alfian lebih rela melihat Sesil bersama Rafa daripada mellihat Sesil terluka.


"Sesil tidak membutuhkanku, dia hanya butuh dirimu. Cintamu yang membuat Sesil terpuruk. Sedangkan dirimu terpuruk oleh cinta wanita sederhana itu. Aku tidak tega melihat Sesil terpuruk seperti itu. Kenapa kamu tidak mencoba menghiburnya? Setidaknya demi persahabatan yang pernah ada. Bahkan berada di sisimu, sebagai pelampiasan amarah dan hasrat sesaatmu!" ujar Alfian lirih, Rafa menggeleng lemah. Lalu tersenyum sembari menatap Alfian yang menunduk resah. Rafa melihat Alfian gelisah. Dia sedang meremas ujung bajunya. Jelas terlihat kegelisahan Alfian dan seakan ingin mengatakan pada dunia. Bahwa dia sedang terluka dan terpuruk oleh wanita yang tak pernah menganggap keberadaannya ada. Rafa tersenyum simpul melihat cinta tulus yang membuat sahabatnya tak berdaya.

__ADS_1


"Alfian, apa yang kamu pikirkan itu salah? Perkataan Sesil jangan kamu anggap serius. Perkataan seseorang yang hanya ingin memiliki tanpa sebuah ketulusan. Tidak bisa kita jadikan pedoman. Apalagi kamu memintaku menghiburnya, sesuatu yang sangat tidak mungkin. Sampai kapan kamu akan diam menerima hinaan darinya? Katakan padanya, seberapa besar cintamu padanya. Jangan kamu pendam. Antara aku dan Sesil sudah berakhir. Takkan ada kisah lain yang terjadi antara antara dia dan aku. Wanita seserhana yang kamu sebut. Dia satu-satunya pemilik hatiku. Bukankah kamu mengetahui, perasaan yang aku rasakan. Mencinta hanya pada satu wanita saja. Bukankah sangat menyiksa bila kita berjauhan!" ujar Rafa, Alfian mengangguk pelan. Rafa tersenyum melihat Alfian yang seolah malu, mendengar Rafa mengetahui rasa cintanya pada Sesil. Sudah sejak lama Rafa menyadari cinta Alfian pada Sesil, perhatian Alfian pada Sesil dengan mudah menunjukkan cintanya yang begitu besar.


"Aku sudah berusaha membuatnya melupakanmu. Namun rasa cintanya padamu begitu besar. Aku ikhlas jika Sesil hanya menganggapku sebagai pelarian. Asalkan Sesil tersenyum dan semangat seperti dulu. Aku jauh lebih tersiksa melihatnya seperti sekarang. Sesil kehilangan senyumnya. Semenjak kalian berdua mengakhiri hubungan. Semangat juang Sesil musnah, ketika dengan santai kamu mengumumkan Pertunanganmu. Sesil sekarang tak lebih dari raga tanpa nyawa. Sungguh aku tak pernah berharap, memjadi orang ketiga dalam hubungan kalian sekarang!" ujar Alfian, Rafa mengangguk mengerti. Sungguh Rafa bangga melihat Alfian. Dengan mudah Alfian siap menjadi pelarian, hanya demi kebahagian Sesil.


"Sesungguhnya aku tidak ingin berurusan denganmu atau Sesil. Namun alangkah baiknya, kamu utarakan rasa cintamu. Sudah cukup kamu menyimpannya. Sesil berhak tahu, jika ada laki-laki baik hati yang sedang mencintainya. Hatimu juga perlu untuk menunjukkan cintanya. Tidak selamanya hatimu kuat melihat pergaulan Sesil, lama-kelamaan hatimu akan memutuskan dan menerima cinta yang lain. Jangan pernah menyesal bila semua itu terjadi!" ujar Rafa lirih, Alfian menatap Rafa sendu. Alfian pernah menyerah pada Sesil. Namun satu hal yang membuat seorang laki-laki lemah. Bila dia sudah mencintai seorang wanita. Akan sangat sulit baginya berpindah ke lain hati.


"Apakah kegelisahanmu ini juga karena wanita sederhana itu!" ujar Alfian, Rafa mengleng lemah.


"Aku memang gelisah, tapi bukan hanya demi dirinya. Aku gelisah takut kehilangan Hana, sebab Dia satu-satunya yang membuat hatiku terasa hangat. Hana satu-satunya wanita yang kucintai, dengan kelebihan dan kekurangannya!" ujar Rafa mantap. Alfian mengangguk mengerti. Sang petualang cinta telah mengakhiri pengembaraannya. Rafa telah menemukan tujuannya. Alfian melihat jelas kebahagian Rafa. Hanya pada wanita sederhana cinta Rafa berlabuh. Disaat banyak wanita yang siap berkorban untuk bersamanya. Malah Rafa bertekuk lutut pada satu sosok wanita sederhana Hana Khairunnisa. Sungguh cinta tidak mudaj ditebak. Pada siapa kelak semua akan berlabuh? Hanya Hana yang mampu membuat Rafa bahagia saat ini.

__ADS_1


__ADS_2