KETEGUHAN CINTA

KETEGUHAN CINTA
Muhammad Faiq Alhakim


__ADS_3

Sekitar satu jam mobil yang dikendarai Fathan membelah padatnya jalanan kota. Hari ini sengaja Fathan meluangkan waktunya. Dia memenuhi janjinya pada Hana. Fathan tak berbeda jauh dari Rafa. Sifat keduanya hampir sama, ambisius dan gila kerja. Jika bukan Hana yang meminta, tentu Fathan tidak akan meluangkan waktunya. Sekadar menemani Hana pergi ke bandara. Dua putra yang dirindukannya, akhirnya kembali bersatu. Hana menjemput sang putra kedua yang memutuskan mengenyam pendidikan di luar negeri.


Muhammad Fathan Alfarizqi tumbuh menjadi pemuda tampan berkharisma. Ketampanan Fathan menurun dari sang papa. Sikap dingin dan ambisiusnya seakan menjadi turunan dari Rafa sang papa. Tidak hanya sempurna dalam wajah dan kharisma, Fathan kini mengelola salah satu anak perusahaan Prawira. Sengaja Rafa meminta Fathan terjun ke dunia bisnis layaknya dirinya. Kemampuan Fathan seakan terlihat sejak awal. Fathan mulai tertarik pada dunia bisnis sejak masih muda. Dia belajar pada Rafa tentang bisnis.


Kini Fathan menjadi salah satu pengusaha yang diperhitungkan. Rafa bangga pada putranya yang telah tumbuh besar penuh dengan dedikasi pada pekerjaannya. Namun kesuksesannya di dunia bisnis, berbanding terbalik dengan kesuksesannya dalam percintaannya. Ketampanan Fathan mampu menghipnotis kaum hawa, tapi tak satupun dari mereka yang mampu mengetuk hatinya. Fathan bukan Rafa yang selalu berganti pacar.


Dalam hal hati, Fathan menuruni sifat Hana yang dingin . Fathan seakan enggan mengenal cinta, meski banyak wanita yang siap bekorban demi dirinya. Namun Fathan tetap tak bergeming. Tidak ada satu saja wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta. Satu-satunya wanita yang ada dalam benaknya hanya Hana. Bagi Fathan kebahagian Hana segalanya. Fathan akan menyanggupi apapun permintaan Hana. Dia selalu berusaha mewujudkan keinginan sang mama. Termasuk libur bekerja demi menjemput sang adik.


Fathan tidak pernah ingin mengecewakan sang mama. Cukup satu anak yang melukai Hana, tidak akan Fathan atau Faiq melukai hati sang mama. Hati Hana pernah terluka karena kepergian Annisa. Meski Annisa bukan darah dagingnya. Hana merasakan sakitnya ditinggalkan. Fathan dan Faiq tak pernah mengenal Annisa. Namun siapapun Annisa? Mereka tidak ingin melakukan hal yang sama pada Hana.

__ADS_1


Hampir setiap tahun, tepat ditanggal kelahiran Annisa. Hana selalu mengingatnya, menceritakan semua tentang Annisa. Akhirhya tanpa banyak bertanya, baik Fathan dan Faiq mulai mengenal sosok Annisa. Terutama Fathan yang tak pernah jauh dari Hana. Bahkan Fathan memutuskan menempuh pendidikan di koat ini. Bukan tidak mampu dalam hal kepintaran, tapi Fathan hanya jngin dekat dengan sang mama.


Hana memiliki dua putra dengan kepribadian yang hampir sama. Jarak usia yang sangat dekat, membuat mereka terlihat seusia. Namun dalam hal pemikiran, Faiq lebih jauh ke depan. Dia memiliki angan-angan yang jauh lebih tinggi dari sang kakak. Demi cita-citanya itu, Faiq memutuskan meninggalkan keluarganya. Faiq menempuh pendidikan di negara orang. Tempat dimana dia bisa bertemu Annisa? Bahkan Annisa selalu ada di depannya. Gadis cantik yang sangat dirindukan sang mama.


Tidak ada yang meragukan pesona kedua putra Hana dan Rafa. Fathan tumbuh menjadi pemuda tampan penuh kharisma, dingin pada setiap wanita dan penuh cinta pada Hana. Hanya bekerja yang selalu ada dan menyita waktunya. Meski usianya masih muda, Fathan sudah mampu menerima tanggungjawab yang besar. Sedangkan putra kedua Hana jauh lebih berani.


Fathan dan Faiq memiliki pesona yang berbeda dan cara pandang yang berbeda. Bahkan dalam hal pekerjaan, Faiq lebih memilih menjadi seorang dokter. Bukan pembisnis layaknya sang kakak dan papanya. Bagi Rafa dan Hana, apapun jalan yang dipilih sang putra. Mereka akan mendukung, selama Fathan dan Faiq bertanggungjawab akan pekerjaannya. Tidak pernah Rafa membandingkan kedua putranya. Meski Fathan dan Faiq memiliki pribadi yang berbeda. Walau Faiq memilih menjadi dokter, Rafa tidak pernah membanggakan Fathan di depannya. Sebaliknya meski Faiq bersedia menempuh pendidikan sampai ke luar negeri. Tak pernah Rafa mengungkitnya di depan Fathan. Rafa dan Hana menyadari, kedua putranya memiliki jalan pikiran masing-masing.


Selama dimobil ketiganya diam bermain dalam pikiran masing-masing. Mereka seakan terhipnotis akan pertemuannya dengan Annisa. Wanita bercadar yang menyita perhatian Hana dan kedua putranya. Hana yang teringat akan Annisa, sesaat setelah mendengar suaranya. Fathan yang terpana melihat keimanan sang wanita. Faiq yang merasa mengenal sang wanita, yang tak lain dosen pembimbingnya.

__ADS_1


"Faiq, kamu akan bekerja dimana? Apakah kamu akan menetap disini? Atau kamu akan mengambil alih rumah sakit milik tante Salsa!" ujar Fathan, Faiq menggeleng lemah. Hana tersenyum melihat gelengan kepala Faiq. Hana sudah menduga Faiq akan menjawab seperti itu. Faiq bukan Fathan atau Rafa yang akan ambisius pada urusan dunia. Hana sudah menyadari sifat Faiq sejak kecil. Bila Fathan ingin selalu menjadi juara. Faiq tidak pernah ingin juara. Dia akan berusaha sebisa mungkin. Apapun hasilnya Faiq akan menerimanya.


"Aku akan bekerja sesuai kemampuanku. Aku tidak akan bekerja dengan bantuan siapapun? Aku juga tidak mampu dalam hal memimpin. Biarkan saja rumah sakit itu tetap dipimpin tante Salsa. Kakak juga bisa memimpinnya jika bersedia. Aku tidak terbiasa berada di balik meja. Jiwaku selalu ingin menolong, jadi aku akan tetap menjadi dokter yang merawat pasien tidak lebih!" ujar Faiq mantap, Fathan mengangguk mengerti. Dia bertanya bukan ingin mencari jawaban. Sejak kecil Fathan mengenal siapa adiknya? Dia bukan pribadi yang ambisius. Faiq melakukan apa yang dia inginkan? Rafa dan Hana selalu mendukung keputusan Faiq, selama tidak merugikan orang lain dan membahayakan dirinya sendiri.


"Aku sudah menduga jawabanmu akan seperti apa? Aku juga tidak berminat memimpin rumah sakit itu. Aku mendengar dari beberapa orang kepercayaanku. Hari ini putri om Naufal akan datang. Setelah hampir 20 tahun pergi akhinya dia kembali. Entah dia datang untuk menetap atau tidak? Satu hal yang pasti, kedatangannya untuk merawat om Naufal. Dia telah menjadi dokter syaraf yang hebat!" ujar Fathan santai, Hana mendongak kaget mendengar kabar kedatangan Annisa. Sebaliknya Fathan langsung menyesal telah mengatakan kedatangan Annisa. Sebenarnya sejak lama dia mengetahui kedatangan Annisa, tapi Fathan tetap bungkam. Dia tidak ingin melihat Hana kecewa. Seandainya Annisa datang tapi tidak ingin bertemu dengannya. Faiq yang duduk di samping sang kakak. Seketika menoleh pada Hana. Faiq melihat sang mama yang bahagia sekaligus sedih.


"Jadi dia kembali, tapi tidak mengatakannya padaku. Annisa sayang, maafkan mama!" ujar Hana lirih, Fathan dan Faiq seketika menunduk. Bukan cemburu akan kasih sayang Hana pada Annisa. Namun rasa kecewa Hana yang membuat mereka terluka.


"Aku berjanji ma, ini terakhir kali mama menangis merindukan Annisa. Aku akan menyeret dia untuk menemui mama. Akan kutunjukkan padanya. Bagaimana dia telah menghancurkan hati mama? Jika perlu air mata mama, akan dibayar dengan air matanya. Dia tidak menyadari, ada seorang ibu yang merindukannya selama ini!"

__ADS_1


__ADS_2