KETEGUHAN CINTA

KETEGUHAN CINTA
Chalisa Putri Ananta


__ADS_3

Faiq melihat Chalisa terus menatap punggung Raihan. Tanpa Chalisa sadari, Faiq berdiri di samping Chalisa. Menatap Raihan sang adik ipar. Faiq semakin yakin, jika ada hubungan spesial diantara Chalisa dan Raihan. Bahkan Raihan memanggil Chalisa dengan nama tengahnya. Seakan mereka menunjukkan kedekatan yang sangat erat. Tatapan Chalisa pada Raihan, seolah mengatakan pada Faiq dan Daffa. Raihan laki-laki yang pernah ada dalam masa lalunya.


"Dia bukan lagi Raihan yang sama. Dia sudah termiliki selamanya. Raihan kini menjadi adik iparku!" ujar Faiq, Chalisa menoleh lalu mengangguk pelan. Chalisa mengenal siapa Raihan yang ada di depannya. Bahkan Chalisa ada di saat pernikahan Raihan. Namun langkah kakinya membeku, tak bisa mendekat pada Raihan. Sekadar ingin mengucapkan kata selamat.


Chalisa menunduk menatap lantai tempatnya berpijak. Dia mengingat semua kenangan yang pernah ada dalam hidupnya bersama Raihan. Hubungan yang sebenarnya ada diantara dirinya dengan Raihan. Tak pernah mampu terucap di mulutnya. Namun rasa sayangnya pada Raihan sungguh nyata terasa. Raihan dan Chalisa memiliki darah yang sama.


FLASH BACK


Dua puluh tahun yang lalu, kediaman keluarga besar Maulana. Keluarga yang memiliki kekuasaan yang besar dan masuk dalam daftar orang kaya berpengaruh di negara ini. Kekayaan keluarga Maulan tidak sedikit. Meski keturunan keluarga Maulana berfoay-foya. Tidak akan kekayaan mereka cepat habis. Keluarga mapan yang tak dapat disentuh oleh media. Dibalik semua kelebihan mereka. Tersimpan satu aib yang tak pernah terungkap.


Aib yang diciptakan oleh pewaris tunggal keluarga Maulana. Ayah kandung dari Achmad Raihan Maulana. Seorang putra keluarga besar yang mencintai wanita biasa tanpa restu keluarga besarnya. Hubungan tanpa restu yang tetap dilakukan oleh Adi Wijaya Maulana. Menikahi gadis desa sederhana, setelah pernikahannya dengan wanita pilihan keluarganya. Dengan istilah Adi menikahi dua wanita dalam satu waktu. Satu wanita yang dijodohkan dengannya. Satu lagi wanita yang dicintainya.


Semua rahasia Adi terkuak tepat dua puluh tahun yang lalu. Ketika Adi membawa seorang gadis kecil seusia dengan putranya Raihan. Seorang gadis manis yang seketika mencuri hati Lisa Pratiwi. Istri pertama sekaligus ibunda Raihan. Wanita yang tanpa sadar telah dikhianati Adi. Gadis manis yang memikat Lisa, tak lain Chalisa Putri Ananta. Putri Adi dari istri keduanya yanaedng harus menjadi anak piatu diusia kecilnya.


Malam hari ketika hujan turun dengan sangat deras. Adi mengatakan semua kebohongannya. Bak dunia runtuh menimpa tubuhnya. Lisa mendengar kebenaran yang tak pernah ingin diketahuinya. Putri cantik manis yang langsung memikat hatinya. Tak lain putri sambungnya, adik Raihan yang tak pernah dikenalnya.


Entah hati Lisa memang sangat baik atau wajah manis Chalisa yang mampu meluluhkan hati Lisa? Dengan hati lapang, Lisa menerima kehadiran Chalisa. Namun dengan syarat, Chalisa akan tumbuh di bawah didikan keluarga Lisa. Dia akan mendapatkan nama belakang keluarga Lisa bukan keluarga Adi. Meski setengah hati Adi menerima syarat dari Lisa. Semua sebagai balasan atas kesalahannya. Adi tidak mungkin membiarkan Chalisa tumbuh jauh dari pengawasannya.


Sejak malam itu, Chalisa menjadi sepupu Raihan bukan adiknya. Raihan menyayangi Chalisa layaknya seorang adik. Dia tidak pernah menganggap Chalisa seperti sepupunya. Namun semua berubah saat Chalisa menyadari dirinya adik sambung Raihan. Hubungan Raihan dan Chalisa semakin menjauh. Keduanya sama-sama egois mengakui rasa sayang satu dengan yang lain.

__ADS_1


Chalisa memilih menjauh dari keluarga Raihan. Dia menetap di luar negeri hanya demi membuktikan diri. Bahwa dia mampu sukses dengan kemampuannya sendiri. Tanpa bantuan harta keluarga Raihan. Semua semakin tidak terkendali, ketika keluarga besar Maulana ingin menjodohkan Chalisa dengan putra dari keluarga lain.


Saat itu amarah Chalisa tak terbendung lagi. Tanpa banyak bicara, Chalisa menolak perjodohan itu. Dia juga memutuskan pergi dari rumah keluarga Raihan. Hubungan kakak dan adik yang begitu dekat. Semakin menjauh dan tak terlihat. Raihan tak mampu membantu Chalisa di saat-saat tersulitnya. Sebab di saat yang sama Raihan harus menerima perjodohannya dengan Vania.


Chalisa Putri Ananta tumbuh jauh dari keluarganya. Namun dia mampu membuktikan dirinya. Bahwa dengan kepintarannya dia mampu menggapai sukses. Layaknya Raihan yang sukses dalam dunia bisnis. Raihan dan Chalisa bersaing tanpa ada yang memulai. Semua mereka lakukan hanya demi pengakuan dan nama besar keluarga Maulana. Darah yang mengalir dalam nadi mereka sama. Namun keduanya tak pernah sama dalam hal pemikiran. Keduanya larut dalam persaingan yang entah kapan akan berakhir?


FLASH BACK OFF


"Aku tahu, sebab aku ada diantara para tamu!" sahut Chalisa singkat. Faiq dan Daffa heran mendengar jawaban Chalisa. Hubungan yang pernah ada diantara dia dengan Raihan terasa sangat dekat. Namun entah kenapa semua terasa sangat jauh?


Panggilan Raihan pada Chalisa, bukan panggilan penuh rasa sayang antara laki-laki dan perempuan. Namun panggilan yang penuh cinta antara kakak pada adiknya. Bertahun-tahun Raihan mencoba mendekat pada Chalisa. Mencoba memberikan kasih sayangnya pada Chalisa. Namun sikap keras dan kecewa yang dirasakan Chalisa. Seolah membuatnya angkuh mengakui sosok Raihan dalam hatinya. Kerinduan akan belaian seorang kakak, kalah oleh rasa kecewa saat mengetahui. Bahwa dirinya tak lebih dari putri yang terbuang.


Chalisa hadir bukan sebagai seorang adik. Dia datang hanya sebagai perwakilan dari rumah sakit tempatnya bekerja. Chalisa menyadari jika pengaruh keluarga Maulana sangatlah besar. Rumah sakit tempatnya bekerja hampir setengah sahamnya milik keluarga Maulana. Sebab dokter terbaik, Chalisa hadir sebagai perwakilan dari rumah sakit. Namun langkah kakinya seakan berat mendekat pada keluarga Maulana. Rasa kecewa yang terlalu dalam, membuat Chalisa enggan mengakui darah yang mengalir dalam dirinya. Tak lain darah keluarga Raihan.


"Aku hadir sebagai perwakilan dari rumah sakit. Sekarang aku bertemu dengannya juga karena dirimu. Seandainya aku tahu Fajar memiliki hubungan dengan Raihan. Tidak akan aku ada diantara kalian!" ujar Chalisa dingin, Faiq dan Daffa menggeleng lemah.


Pertama kalinya mereka melihat sikap dingin penuh amarah dari Chalisa. Dokter cantik dengan kepintaran di atas rata-rata. Wanita yang selalu tenang, kini terlihat menakutkan. Bak singa yang terbangun dari tidurnya. Chalisa seakan siap menerkam semua orang dengan amarahnya. Tak ada yang mampu mengendalikan amarah Chalisa. Meski hanya sekadar untuk bersikap hangat seperti biasa.


"Fajar tidak salah, karena mengenal kak Raihan. Dia hanya anak kecil yang membutuhkan bantuanmu sebagai seorang dokter. Apa yang terjadi diantara dirimu dan kak Raihan? Semua murni masalah pribadi yang tak sepantasnya disangkut pautkan pada hubungan profesional. Sebagai seorang dokter hebat. Anda seharusnya bisa mengesampingkan amarah. Sebab anda memiliki tanggungjawab untuk menyelamatkan nyawa seorang pasien!" sahut Vania lirih, sontak Chalisa dan Daffa membalikkan badan.

__ADS_1


Mereka melihat Vania berdiri tidak jauh dari mereka. Faiq segera mendekat ke arah Vania. Faiq tidak ingin Vania marah melihat Chalisa. Apalagi bila benar Chalisa mantan dari Raihan. Sedangkan Raihan melihat Vania datang. Langsung menghampiri Vania, dia bukan takut melihat Vania cemburu. Raihan hanya ingin menjaga Vania agar tidak terlalu stres dengan masalahnya. Raihan merasa masalah Fajar sudah cukup menguras pikiran Vania. Sedikitpun Raihan tak berharap Vania terbebani dengan hubungannya dengan Chalisa.


"Vania, Raihan dan Chalisa tidak memiliki hubungan spesial. Mereka hanya pernah mengenal di masa lalu. Jadi jangan pernah marah atau cemburu pada Chalisa!" ujar Faiq cemas, Vania mengangguk mengerti.


Tepat setelah Raihan berada di dekatnya. Raihan mencium kening Vania lembut. Sedangkan Vania membalas perlakuan Raihan dengan mencium punggung tangannya. Raihan dan Vania mulai belajar memperlihatkan cinta diantara mereka. Sudah cukup mereka bersikap angkuh atas rasa yang memang ada. Vania mulai menunjukkan cintanya. Tidak seperti dulu yang selalu meras diamnya sudah mampu menunjukkan cintanya. Sedangkan Raihan semakin bersikap hangat, dia tidak lagi takut menunjukkan cintanya. Sebab Vania sudah jelas mencintainya dan tidak merasa keberatan dengan cinta yang dia tunjukkan.


"Kata siapa mereka tidak memiliki hubungan? dokter Chalisa dan kak Raihan memiliki hubungan yang sangat dekat. Jauh lebih dekat dari hubungan diantara aku dan kak Raihan. Dalam nadi mereka mengalir darah yang sama. Dalam hati mereka ada satu nama yang sama. Meski mereka lahir dari rahim yang berbeda. Namun mereka ada dengan cinta yang sama!" tutur Vania, Faiq melongo mendengar penuturan Vania. Sebaliknya Chalisa diam membisu.


Dia tidak percaya bila Raihan mengakui keberadaannya. Apalagi menceritakan tentang dirinya pada Vania. Sejak dulu Chalisa menduga Raihan malu mengakui dirinya adik. Sebab dia lahir dari cinta yang salah. Dia anak yang lahir dari pernikahan tanpa restu. Mungkin Chalisa mendapatkan banyak cinta. Namun status yang selalu dia harapkan tidak pernah terwujud.


Ketika status itu ada, Chalisa mulai jengah menunggu yang akhirnya dia memutuskan menjauh dari keluarganya. Lahir sebagai putri tanpa status. Tumbuh jauh dari kehangatan keluarga. Dewasa menjadi putri yang tersisih. Menambah daftar kecewa Chalisa pada keluarganya. Tanpa banyak berharap, Chalisa mulai belajar hidup tanpa nama besar keluarga Maulana. Nama Annata di belakang namanya. Menjadi jati diri yang sesungguhnya. Tak lagi ada rendah diri, sebab Chalisa telah sukses menjadi dokter yang berpengaruh.


"Kamu tidak marah!" ujar Faiq tidak percaya. Raihan yang heran melihat Vania. Hanya diam menunggu penjelasan Vania


Raihan heran ketika Vania mengenal Chalisa sebagai adiknya. Sebab sampai detik ini, Raihan tidak pernah mengungkit Chalisa atau menceritakan hubungannya dengan Chalisa. Namun Raihan merasa Vania mengetahui, apa hubungan diantara dirinya dengan Chalisa?


"Aku tidak akan marah, melihat seorang kakak yang menyayangi adiknya!" ujar Vania dingin. Lalu berjalan mendekat ke arah Chalisa.


"Entah aku harus memanggilmu siapa? Chalisa atau Putri, tapi satu hal yang pasti aku kakak iparmu. Kak Raihan tidak pernah mengatakan siapa drimu? Namun air mata yang menetes dari kedua mata suamiku. Sudah cukup mengatakan sebesar apa sayangnya padamu? Meski kamu terus menolak rasa sayang itu, tapi kenyataannya kak Raihan adalah kakakmu!" ujar Vania tegas.

__ADS_1


__ADS_2