KETEGUHAN CINTA

KETEGUHAN CINTA
Kesempurnaan Cinta...


__ADS_3

Sebulan lebih sudah berlalu. Vania mulai menata hatinya. Kegagalan perjodohan dirinya dengan Raihan. Berdampak sangat besar dalam hidupnya. Vania sempat terpuruk di awal, tapi kini semua telah berlalu. Vania terlahir kembali setelah menerima penolakan. Vania menjadi pribadi yang lebih tegas dan sukses.


Keterpurukan Vania bukan karena kegagalannya menikah dengan Raihan. Namun lebih tepatnya, kegagalan menjadi seorang anak yang berbakti pada orang tuanya. Vania merasa dirinya telah mengecewakan kedua orang tuanya. Namun Vania mulai menyadari. Jika perjodohan diantara mereka berdua bukan sebuah paksaan. Perjodohan yang terjalin, merupakan sebuah janji dari tiga sahabat. Seandainya Salwae melahirkan seorang putri. Maka bukan Vania yang akan dijodohkan dengan Raihan, tapi Fathan atau Faiq yang akan berada di posisi Vania. Setelah mendengar penjelasan tersebut. Vania mulai bangkit dari keterpurukannya. Dia mulai bersemangat menjalani hari-harinya. Tak ada lagi kini beban pikiran di hatinya. Vania kembali seperti dulu. Bahkan kini dia terlahir dengan semangat yang baru.


Vania berjalan pelan dan anggun memesuki sebuah kantor. Tangannya mengampit beberapa berkas. Penampilannya tidak seperti wanita karir lainnya. Vania terlihat acuh akan penampilannya. Hijab dan gamis panjang yang selalu membalut tubuh indahnya. Cadar seolah ingin menutupi kecantikan wajah Vania secara sempurna. Tas punggung kecil Vania menyimpan beberapa keperluannya. Vania tidak menggunakan pakaian-pakaian mahal dan modis. Bukan tas bermerk yang dia gunakan, tapi tas punggung kecil berharga beberapa ratus ribu.


Vania tetap Vania yang sederhana. Dia tidak berubah meski kini dia bukan lagi Vania yang dulu. Semenjak pendapat Raihan tentang dirinya. Vania mulai bersemangat membuktikan dirinya bisa lebih dari yang dikatakan Raihan. Vania mampu belajar memantaskan diri sebagai seorang istri. Kini dia ingin membuktikan, bahwa seorang wanita mampu dan layak menggapai kesuksesan. Vania mulai terjun ke dalam masyarakat. Vania terjun dalam dunia bisnis yang pernah dia pelajari. Sebagai lulusan pascasarjana. Vania ingin membuktikan, wanita dari kota kecil mampu menggapai kesuksesan. Sebab dalam lemah seorang wanita. Ada kekuatan yang tak tertandingi.


Vania berjalan menuju salah satu ruangan di kantor ini. Vania berjalan dengan penuh percaya diri. Dia kini menjadi salah satu pegawai di perusahaan Fathan. Vania kini menjadi perwakilan dari perusahaan Fathan. Dia akan mempresetasikan pekerjaannya di depan perusahaan besar yang baru saja berdiri. Meski perusahaan ini tergolong baru, tapi banyak perusahaan-perusahaan besar berebut untuk bekerja dengannya.


Kurang lebih dua jam Vania rapat dengan tim perencanaan perusahaan ini. Hampir semua peserta rapat kagum akan cara pandang dan pemaparan Vania. Awalnya mereka meragukan kemampuan Vania. Salah satunya penampilannya yang berhijb dan bercadar. Seakan membuat stigma, Vania tidak lebih wanita yang alim tanpa kepintaran. Namun semua terbantahkan, saat mereka melihat sendiri cara presentasi Vania. Semua terpukau melihat keluwesan cara bicara Vania. Tidak akan pernah ada lagi yang menganggap Vania wanita culun.

__ADS_1


Kepintaran Vania yang lama tersembunyi. Telah menampakkan diri, membuktikan pada dunia. Bahwa Vania Aulia Azzhara bukan wanita pendiam yang takut akan perubahan. Dia membuktikan pada dirinya sendiri. Bahwa Vania layak dan berhak menggapai impiannya. Sebuah angan yang dia simpan rapat demi sebuah hubungan yang telah gagal. Sejak dulu Vania tidak ingin menonjol atau sukses. Vania berpikir kesuksesannya hanya, ketika dirinya menjadi seorang istri yang baik. Namun saat menjadi seorang istri telah gagal. Kini dia mencoba menjadi seorang Vania yang sukses. Tanpa takut melukai hargai diri seseorang.


"Tak kusangka presentasimu memukau. Kamu menutup mulut para staf perencanaan. Dengan kepintaranmu kamu memberikan pendapat. Bukan hanya keuntungan yang kamu katakan. Bahkan kerugian yang mungkin akan aku alami bila bekerjasama dengan perusahaanmu. Kamu paparkan tanpa takut kehilangan kontrak kerja ini. Pertama kalinya aku melihat pembisnis yang secara jujur mengatakan semua kemungkinan yang terjadi. Sesuatu yang jarang atau lebih tepatnya tidak akan pernah dikatakan oleh seorang pembisnis. Bagi kebanyakan pembisnis. Hanya akan mengatakan keuntungan dan menutupi kerugian yang mungkin terjadi. Semua demi kontrak kerja yang akan terjalin!" ujar Raihan lantang, sontak Vania menghentikan langkahnya. Vania memutar tubuhnya 180°, dia melihat Raihan berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri.


Vania terperangah melihat seorang laki-laki tampan dengan kacamata yang melekat di kedua mata indahnya. Penampilan yang mampu membuat setiap wanita terhipnotis. Bukan hanya karena kesuksesaannya. Tetapi juga dengan ketampanan dan wibawanya. Sesaat Vania melihat sosok yang telah menghancurkan harapannya. Saat tersadar Vania langsung menundukkan kepalanya.


Raihan berjalan mendekat ke arah Vania. Raihan selalu dikawal dengan dua asisten dan pengawalnya. Entah kenapa tubuh Vania kaku? Dia berdiri mematung tepat di depan ruang rapat. Lama Vania terdiam, lalu dia mencium harum parfum Raihan yang khas. Seketika Vania mendongak, dia melihat Raihan sudah berdiri sangat dekat dengannya.


"Kenapa kamu ada disini? Apa yang kamu katakan tadi? Seolah mengatakan kamulah pemilik perusahaan ini. Jika aku mengetahui, perusahaan ini milikmu. Aku tidak akan pernah datang kemari. Aku tidak ingin mendapatkan pujian. Bila bukan karena kemampuanku. Lebih baik aku batalkan kontrak kerja diantara kita!" sahut Vania lirih, Raihan tersenyum simpul mendengar perkataan Vania. Dia sudah menduga Vania akan marah dan salah paham. Jika seandainya dia mengatakan perusahaan ini milik Raihan.


"Jika sebagai seorang pembisnis kamu saja bisa bersikap jujur. Lantas apa yang membuatku pantas membohongimu? Apa yang kamu katakan memang benar? Sedikit banyak aku mencampurkan masalah pribadi dengan bisnis. Seketika itu aku memutuskan kerjasama denganmu. Namun aku memahami prinsipmu dan sifat kerasmu. Cukup sekali aku melakukan kebodohan. Sehingga aku harus kehilanganmu. Aku tidak ingin semua itu terjadi sekarang. Awalnya aku tidak tahu jika kamu yang akan menjalin kerjasama dengan perusahaanku. Saat aku tahu itu kamu, aku memilih menjauh. Aku serahkan semuanya pada tim perencana perusahaanku. Mereka orang-orang kepercayaanku, aku percaya sepenuhnya pada mereka. Ternyata kamu berhasil membuat mereka terpukau. Aku memang bodoh telah melakukan kesalahan sebesar itu!" ujar Raihan, Vania menunduk terdiam. Keduanya berdiri sangat dekat. Namun seolah berdiri diantara jurang yang dalam. Entah kenapa hati Vania begitu takut mengenal Achmad Raihan Maulana.

__ADS_1


"Maafkan aku, jika hatiku tak lagi bisa memilihmu. Bukan aku benci atau marah akan pendapatmu padaku. Aku berdiri dalam dunia ini, menantang semua pendapat orang tentang diriku. Hanya demi membuktikan pada dunia. Wanita lemah bisa sukses layaknya laki-laki. Namun terkadang status dan tanggungjawab mereka mengharapkan seorang wanita berada di bawah kesuksesan suami. Bukan ingin direndahkan atau tak ingin disetarakan. Namun kesuksesan seorang istri ada disaat imam mereka bahagia!" ujar Vania, Raihan diam penuh penyesalan. Luka yang dia torehkan terlalu dalam. Dia tak lagi bisa berharap pada hubungannya dengan Vania.


"Tidakkah ada satu kesempatan kita untuk memulainya!" ujar Raihan, Vania menggeleng lemah. Dia menarik napas panjang, lalu membuangnya. Vania seolah ingin membuang semua beban yang ada dalam pikirannya.


"Sekali lagi maaf, saat ini aku hanya ingin mengejar impianku. Semenjak rencana perjodohan kita mencuat. Sejak itu aku menjadi sosok yang berbeda. Aku memberikan sepenuhnya hatiku padamu. Jika itu yang dikatakan cinta, mungkin iya. Selama seminggu aku menunggu berharap bertemu denganmu. Namun pendapatmu tentangku hanya sebatas itu. kurang lebih 8 tahun aku menyebut namamu dalam sujudku. Selama 8 tahun aku mencintai tanpa peduli akan kelemahanmu. Selama 8 tahun aku menutupi diri dari dunia. Sebab tak pernah aku ingin melihat dunia tanpa dirimu. Namun semua telah berubah, harta dan kesuksesan yang telah kamu gapai. Menjadi jurang yang tidak mungkin aku sebrangi. Kamu pantas bersanding dengan wanita yang sepadan. Bukan dengan wanita biasa sepertiku. Aku tidak pantas berada disampingmu!" ujar Vania, Raihan mendongak kaget. Dia marah dan kecewa pada dirinya sendiri. Kesalahan yang terlalu fatal membuatnya malu. Dia kehilngan cinta yanv begitu tulus.


"Vania, setiap orang pernah melakukan kesalahan. Layaknya diriku yang tidak sempurna. Aku mencintaimu sejak aku melihatmu. Tidak adakah kata maaf untuk laki-laki bodoh ini. Izinkan aku belajar menjadi imammu. Aku mohon!" ujar Raihan memelas. Vania menatap Raihan yang sedang menunduk. Dia tidak ingin membohongi dirinya sendiri. Ada rasa yang tersimpan untuk Raihan. Namun entah itu rasa cinta atau hanya kekaguman sesaat?


"Maafkan aku yang terlalu takut mengenalmu. Statusmu terlalu tinggi untukku. Aku tidak ingin terluka. Selama 8 tahun aku telah mengagumi sosokmu. Sekarang aku ingin memandang dunia yang lama aku tinggalkan. Aku hanya bisa menawarkan pertemanan. Kelak akan ada wanita yang jauh lebih sempurna untukmu!"


"Aku tidak butuh kesempurnaan wanita lain. Imanmu cukup membuatku sempurna menjadi laki-laki. Seandainya dirimu yang kelak ada di sampingku. Hidupku akan selalu penuh cahaya. Dengan kedua mata indah milikmu. Maafkan aku yang mencintaimu. Aku tidak akan menjauh darimu, meski dirimu telah menolakku!" tutur Raihan tegas. Vania tidak lagi mampu mengatakan apapun? Perkataan Raihan cukup mampu membuatnya terpesona.

__ADS_1


"Aku harus pulang, senang bertemu denganmu. Jika ingin mencintaiku, belajarlah mencintai dirimu sendiri. Temukan kebahagian yang telah lama menghilang diwajahmu. Sejatinya senyummu indah, tapi entah kenapa kamu terlalu takut tersenyum!" ujar Vania lalu pergi tanpa menoleh pada Raihan.


"Vania, akan kutebus kesalahanku. Aku akan belajar menjadi laki-laki yang terbaik. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku sanggup meninggalkan semua ini. Asalkan dirimu yang ada dalam pelukanku. Tidak akan ada kebahagian yang sempurna. Bila tanpa dirimu. Sebab sempurnaku ada bersamamu. Kamu kesempurnaan cinta yang aku tunggu. Vania, wanita dengan kesederhanan dan kesempurnaan cinta yang utuh!" batin Raihan sembari menatap punggung Vania.


__ADS_2